Pengertian

Travocort merupakan obat yang mengandung isoconazole nitrate, diflucortolone valerate. Travocort berfungsi untuk pengobatan awal atau sementara pada dermatomikosis (suatu penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan oleh dermatofit atau cendawan (jamur)) disertai oleh peradangan berat & kondisi kulit eksim.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid dan antiinfeksi
  • Kandungan : Isoconazole nitrate 10 mg, diflucortolone valerate 1 mg
  • Bentuk : Krim
  • Satuan Penjualan: Tube @ 5 gram
  • Kemasan: Tube
  • Farmasi: Bayer Indonesia

Kegunaan

Travocort berfungsi untuk pengobatan awal atau sementara pada dermatomikosis (suatu penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan oleh dermatofit atau cendawan (jamur)) disertai oleh peradangan berat & kondisi kulit eksim.

Dosis & Cara Penggunaan

Travocort merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan travocort juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dioles tipis-tipis pada bagian yang terinfeksi 2 kali sehari, maksimal 1 minggu pemakaian

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila menggunakan travocort adalah atrofi kulit, telangiektasia (melebarnya pembuluh darah kecil di permukaan kulit), jerawat, dermatitis perioral (Peradangan yang paling sering muncul di sekitar mulut), hipertrikosis, efek sistemik kortikoid.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu dari komponen travocort
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit tuberkulosa atau sifilitis pada area yang akan diobati, penyakit virus, trimester pertama kehamilan.