Pengertian

Triamcort merupakan obat yang mengandung Triamcinolone. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan krim. Triamcort tablet digunakan untuk membantu mengobati kondisi seperti asam urat, kelainan darah, reaksi alergi yang parah dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Triamcort -A krim di gunakan untuk mengatasi peradangan kulit yang responsif terhadap golongan obat kortikosteroid. Triamcort bekerja dengan mengurangi respon sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit, sehingga dapat mengurangi gejala seperti pembengkakan, nyeri dan reaksi alergi.

Keterangan

  1. Triamcort Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
    • Kandungan: Triamcinolone 4 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Interbat
  2. Triamcort-A Krim
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal
    • Kandungan: Triamcinolone Acetonide
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 10 g
    • Farmasi: Interbat

Kegunaan

  • Triamcort Tablet di gunakan untuk membantu mengobati kondisi seperti asam urat, kelainan darah, reaksi alergi yang parah dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Triamcort-A Krim di gunakan untuk mengatasi peradangan kulit. 

Dosis & Cara Penggunaan

Triamcort merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan triamcort juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Triamcort Tablet
Dewasa: Dosis awalnya: 4-48 mg setiap hari tergantung pada penyakit yang sedang dirawat; dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Anak: Dosis didasarkan pada keparahan penyakit yang sedang dirawat.

Triamcort-A Krim
Oleskan krim 2-4 kali sehari pada kulit yang mengalami peradangan.

Efek Samping

Efek Samping
- Imunosupresi (misalnya: Infeksi sekunder, superinfeksi)
- Sakit kepala

Kontra Indikasi
Hindari penggunaan Triamcort pada pasien:

  • Penderita purpura trombositopenik idiopatik
  • Penderita malaria serebral
  • Penderita infeksi jamur, virus, atau bakteri yang tidak diobati;
  • Penderita psikosis akut
  • Penderita TB aktif
  • Penderita keratitis herpes simpleks
  • Penderita mikosis sistemik dan parasitosis

Interaksi Obat

  • Dapat memusuhi efek agen antikolinesterase.
  • Meningkatkan tekanan intraokular tambahan jika di berikan bersamaan dengan antikolinergik (misalnya: Atropin).
  • Dapat mempotensiasi atau mengurangi efek antikoagulan oral.
  • Dapat meningkatkan efek hiperglikemik dari ceritinib.
  • Dapat mengurangi efek terapeutik antidiabetik (misalnya: Turunan sulfonilurea) dan insulin.
  • Dapat mengurangi penurunan tekanan darah arteri antihipertensi (termasuk diuretik).
  • Dapat mengurangi konsentrasi serum isoniazid.
  • Meningkatkan aktivitas siklosporin dan kortikosteroid ketika digunakan bersamaan.
  • Dapat meningkatkan toksisitas glikosida digitalis.
  • Efek meningkat jika di berikan bersamaan dengan ketoconazole.
  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan dan ulserasi gastrointestinal yang berhubungan dengan NSAID.
  • Meningkatkan kadar serum jika di berikan bersamaan dengan estrogen (termasuk kontrasepsi oral).
  • Komplikasi neurologis dan berkurangnya respons antibodi dapat terjadi pada pasien yang divaksinasi.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Triamcort-A Krim ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.