Pengertian

Trileptal merupakan obat yang mengandung Oxcarbazepine. Trileptal digunakan untuk membantu mengobati kejang pasial pada epilepsi. Trileptal dapat di kombinasikan dengan obat lain atau diberikan sebagai terapi tunggal. Trileptal bekerja dengan mengurangi rangsangan pada sistem saraf yang membuat kejang-kejang.

Keterangan

  1. Trileptal Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antikonvulsan
    • Kandungan: Oxcarbazepine 300 mg; Oxcarbazepine 600 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Blister
    • Kemasan: Blister @ 10 Tablet Salut Selaput
    • Farmasi: Novartis Indonesia
  2. Trileptal Suspensi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antikonvulsan
    • Kandungan: Oxcarbazepine 60 mg/ml
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 100 ml
    • Farmasi: Novartis Indonesia

Kegunaan

Trileptal digunakan untuk membantu mengobati kejang pasial pada epilepsi.

Dosis & Cara Penggunaan

Trileptal termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Monoterapi atau terapi tambahan
    • Dosis awal: 600 mg / hari dalam 2 dosis terbagi, dosis dapat di tingkatkan jika perlu dalam peningkatan maksimal 600 mg / hari pada jangka waktu 1 minggu.
    • Dosis pemeliharaan: 600-1.200 mg / hari atau hingga 2.400 mg / hari dalam terapi tambahan atau pada pasien refrakter yang beralih dari antiepilepsi lain.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Trileptal, antara lain:
- Mengantuk atau kelelahan
- Pusing
- Mual, muntah
- Ataksia (gangguan gerakan tubuh yang disebabkan masalah pada otak)
- Penglihatan abnormal
- Sakit perut
- Gemetar
- Pencernaan yang terganggu

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada ibu menyusui.

Interaksi Obat:
- Dapat meningkatkan konsentrasi antikonvulsan plasma lainnya (misalnya: Fenobarbital, fenitoin).
- Dapat menurunkan konsentrasi plasma kontrasepsi oral dan Ca channel blocker.
- Berkurangnya konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan penginduksi kuat isoenzim CYP (misalnya: Carbamazepine, fenitoin, fenobarbital).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Trileptal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.