Pengertian

Ultrasiline adalah sediaan krim dengan kandungan zat aktif Clotrimazole, obat Ultrasiline termasuk dalam golongan obat anti jamur imidazole. Kandungan zat aktif Clotrimazole dalam Ultrasiline digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, seperti: infeksi jamur pada vagina, panu, dan kurap. Ultrasiline digunakan terutama untuk infeksi akibat jamur kandida dan panu. Selain itu, Ultrasiline juga dapat digunakan untuk infeksi jamur pada kulit, seperti: jamur pada sela-sela jari kaki, jamur pada kuku, jamur pada lipatan kulit, lipatan paha, kulit kepala, serta jamur panu dan kadas.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antijamur.
  • Kandungan: Clotrimazole 1 %.
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube @ 5 Gram; Tube @ 10 Gram.
  • Farmasi: Henson Farma PT

Kegunaan

Ultrasiline digunakan untuk pengobatan topikal (untuk penggunaan luar) yang disebabkan oleh jamur kulit, misalnya: Tinea cruris (infeksi jamur pada selangkangan), tinea pedis (kutu air), tinea corporis (kurap), dan pityriasis versicolor atau panu, candidiasis.

Dosis & Cara Penggunaan

Ultrasiline termasuk dalam golongan Obat Bebas Terbatas, sehingga untuk pembeliannya tidak perlu menggunakan resep Dokter.

Oleskan krim Ultrasiline sebanyak 2-3 kali sehari pada kulit yang terinfeksi selama 2-4 minggu.

Efek Samping

Eritema (peradangan akut yang terjadi pada kulit), rasa menyengat, iritasi; reaksi hipersensitivitas; dermatitis kontak (iritasi kulit yang menggangu).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Ultrasiline pada pasien yang memiliki indikasi Hipersensitif

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ultrasiline:
Antagonis jika digunakan bersamaan dengan antibiotik poliena

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ultrasiline ke dalam Kategori B : Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).