Vadrol

Vadrol

Obat

Pengertian

Vadrol adalah obat yang mengandung methylprednisolon sebagai zat aktifnya. Methylprednisolon merupakan obat golongan kortikosteroid yang mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Vadrol digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan yang berbeda, seperti radang sendi, lupus, psoriasis, kolitis ulserativa, gangguan alergi, gangguan kelenjar (endokrin), dan kondisi yang mempengaruhi kulit, mata, paru-paru, perut, sistem saraf, atau sel darah.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg; Methylprednisolone 16 mg; Methylprednisolone 8 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip 
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Novapharin

Kegunaan

Vadrol digunakan sebagai:

  • Antiinflamasi (anti peradangan) pada berbagai kondisi, seperti pada penyakit reumatik
  • Antialergi
  • Terapi insufisensi adrenal
  • Terapi pendamping untuk asma.

Dosis & Cara Penggunaan

Vadrol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Vadrol juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari dalam 1-4 dosis terbagi
  • Dapat diberikan dalam dosis yang lebih besar sesuai kebutuhan.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi:

  • Gangguan saluran cerna
  • Supresi sitem imun
  • Edema
  • Hipertensi
  • Diabetes melitus laten.

Kontraindikasi:
Vadrol sebaiknya tidak digunakan untuk kondisi di bawah ini:

  • TBC, ulkus peptikum, infeksi jamur sistemik, herpes simpleks, diabetes melitus, varisela.
  • Hipersensitif (reaksi berlebihan) terhadap methylprednisolone atau glukokortikoid lainnya.

Interaksi obat:
Beberapa Interaksi obat yang dapat terjadi adalah:

  • Kehilangan penekan kortikosteroid yang diinduksi adrenal dengan aminoglutethimide.
  • Dapat mengurangi efek terapi antidiabetik.
  • Penurunan klirens dengan antibiotik macrolide.
  • Risiko efek pada saluran cerna dengan aspirin atau OAINs lainnya.
  • Peningkatan klirens dengan cholestyramine.
  • Risiko kejang dengan siklosporin.
  • Peningkatan konsentrasi plasma jika digunakan dengan ketoconazole dan eritromisin.
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
  • Meningkatkan metabolisme jika digunakan dengan rifampisin dan barbiturat.
  • Risiko hipokalemia dengan K-depleting agen (amfoterisin B dan diuretik).
  • Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin
  • Dapat menurunkan tingkat serum isoniazid.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Vadrol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter