Vaksin BCG Kering

Vaksin BCG Kering

Obat

Pengertian

Vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin) adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi diri dari penyakit tuberkulosis (TB), yaitu penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. TB akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu, biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah. Bayi yang baru lahir hingga berusia dua bulan adalah kelompok usia yang paling efektif untuk menerima vaksin ini. Orang dewasa juga diperbolehkan menerima vaksin BCG jika belum diberikan semasa anak-anak. Efektivitas vaksin ini pada orang dewasa akan lebih rendah, sehingga jarang dianjurkan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vaksin, Antisera dan Imunologi
  • Kandungan: BCG Vaksin 0,375 mg/ml
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 10 @ 20 Dosis + Box, 10 Ampul Pelarut @ 4 mL
  • Farmasi: Bio Farma

Merk dagang yang beredar di Indonesia
BCG Vaccine, BCG Vaccine SSI.

Kegunaan

Vaksin BCG Kering digunakan untuk melindungi diri dari penyakit tuberkulosis (TB).

Dosis & Cara Penggunaan

Vaksin BCG Kering merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Vaksin BCG Kering juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Vaksin BCG diberikan 1 kali, saat bayi lahir hingga usia 2 bulan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 2-8 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping penggunaan Vaksin BCG Kering yang mungkin terjadi adalah
Demam dan terbentuknya benjolan serta jaringan parut pada lokasi suntikan.

Kontraindikasi
Hindari pemberian Vaksin BCG Kering pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif
  • Pasien dengan penyakit penurunan sistem imun, seperti penderita HIV, penderita leukemia, dan pasien yang sedang menjalani terapi kanker

Interaksi Obat
Efek terapi berkurang jika diberikan bersamaan dengan imunosupresan, depresan sumsum tulang, antibiotik, terapi radiasi.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter