Pengertian

Vomitas merupakan sediaan obat dengan bahan aktif domperidone 10 mg. Domperidone bekerja dengan cara memperlama kontraksi antro-duodenal dan mempercepat pengosongan lambung. Vomitas tersedia dalam bentuk sediaan Sirup dan Fast Disintegrating Tablet (FDT). Sediaan Fast Disintegrating Tablet adalah bentuk sediaan padat yang dapat hancur atau larut dengan cepat pada mulut tanpa harus mengunyah. Vomitas FDT dapat memberikan keuntungan bagi anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kesulitan dalam menelan bentuk sediaan tablet dan kapsul.

Keterangan

  1. Vomitas FDT
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiflatulen dan Antiinflamasi
    • Kandungan: Domperidone 10 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 tablet
    • Farmasi: Kalbe Farma.
  2. Vomitas Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiflatulen dan Antiinflamasi
    • Kandungan: Domperidone 5 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 60 mL
    • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Vomitas digunakan untuk mual muntah akut. Untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan bromocriptine lebih dari 12 minggu. Untuk pengobatan gejala-gejala dispepsia fungsional. Tidak dianjurkan untuk pemberian jangka lama. Anak-anak tidak dianjurkan, kecuali untuk muntah pada kemoterapi kanker dan radioterapi. Tidak dianjurkan pencegahan rutin pada muntah setelah operasi. 

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

Aturan penggunaan Vomitas Tablet:
Dewasa: 1-2 tablet, di minum 3-4 kali sehari.
Anak-anak: 10 - 15 mg/kgBB, di minum dalam 4 dosis terbagi. Maksimal: 60 mg/ kgBB per hari.

Aturan penggunaan Vomitas Sirup:
Anak usia 1-3 tahun: 1/2 sendok takar, di minum 3-4 kali sehari.
Anak usia 3-6 tahun: 1 sendok takar, di minum 3-4 kali sehari.
Anak usia 6-12 tahun: 1-2 sendok takar, di minum 3-4 kali sehari.
Anak usia > 12 tahun: 3-4 sendok takar, di minum 3-4 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Vomitas yaitu:

  • Mulut kering
  • Peningkatan kadar prolaktin (tergantung dosis) yang dapat menyebabkan galaktorea (bocornya air susu dari payudara).
  • Amenorea (keadaaan pada wanita yang tidak mengalami menstruasi).
  • Ginekomastia (pembengkakan pada jaringan payudara pada laki-laki).
  • Nyeri payudara
  • Kejang-kejang.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Vomitas pada pasien:
- Tumor hipofisis pelepas prolaktin
- Gangguan elektrolit
- Penyakit jantung
- Perdarahan saluran pencernaan
- Gangguan hati sedang sampai berat.

Interaksi Obat:

  • Dapat menghambat efek bromokriptin.
  • Dapat menghambat efek pengosongan lambung jika dikonsumsi bersama analgesik opioid dan antimuskarinik.
  • Jika dikonsumsi bersama ketoconazole, erythromycin atau ritonavir dapat meningkatkan kadar domperidone.

Kategori Kehamilan: 
Kategori kehamilan menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Vomitas ke dalam Kategori C:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.