Warfarin

Warfarin

Obat

Pengertian

Warfarin adalah obat yang digunakan sebagai pengencer darah pada pasien yang memiliki indikasi penggumpalan darah. Warfarin bekerja dengan menghambat sintesa dari faktor koagulasi vitamin K-dependen II, VII, IX, dan X, sehingga warfarin secara tidak langsung mengurangi jumlah faktor-faktor pembeku darah. Warfarin digunakan pada penderita fibrilasi atrium untuk mencegah stroke, dan pada pasien pasca operasi penggantian katup jantung.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Warfarin 1 mg; Warfarin sodium clatrate 2.17 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pratapa Nirmala, Novell Pharmaceutical Lab, Eisai Indonesia

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Notisil-2, Notisil-5, Rheoxen, Simarc.

Kegunaan

Warfarin digunakan sebagai pengencer darah pada pasien yang memiliki indikasi penggumpalan darah.

Dosis & Cara Penggunaan

Warfarin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Warfarin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dosis awal: diberikan dosis 5 mg per hari.
  • Dosis pemeliharaan: diberikan dosis 3-9 mg per hari, diwaktu yang sama.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 dearaja Celcius, lindungi dari cahaya.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Warfarin, antara lain:

  • Gangguan hati
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Nyeri perut bagian atas
  • Gatal
  • Demam

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Warfarin pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Warfarin
  • Wanita hamil

Interaksi Obat

  • Meningkatkan risiko pendarahan dengan obat antikoagulan lain (aspirin, cilostazol, clopidogrel), NSAIDs (e.g. celecoxib, diclofenac, ibuprofen), serotonin reuptake inhibitors (misalnya: citalopram, paroxetine, venlafaxine).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Warfarin ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Overdosis

  • Gejala overdosis Warfarin antara lain terjadinya pendarahan (misalnya darah dalam tinja atau urin, hematuria, perdarahan menstruasi yang berlebihan, melaena, petekie, memar berlebihan atau terus-menerus, penurunan Hb yang tidak dapat dijelaskan).
  • Jika terjadi overdosis, pengobatan didasarkan pada level INR, ada tidaknya perdarahan dan keadaan klinis. Hentikan terapi dan berikan vitamin K secara oral atau parenteral. Konsentrat kompleks Prothrombin (PCC), plasma beku segar, atau pengobatan Faktor VII yang diaktifkan dapat dipertimbangkan jika kebutuhan untuk membalikkan efek warfarin sangat mendesak.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter