Pengertian

Zanidip merupakan sediaan obat dalam bentuk Tablet yang mengandung Lercanidipine. Zanidip bekerja dengan cara menghambat saluran kalsium dihidropiridin dan masuknya Ca ke otot jantung, menyebabkan relaksasi otot polos pembuluh darah, sehingga mengurangi resistensi pembuluh darah perifer dan Tekanan Darah. 

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Kalsium.
  • Kandungan: Lercanidipine 10 mg; Lercanidipine 20 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Abbott Indonesia PT.

Kegunaan

Zanidip digunakan untuk pengobatan hipertensi ringan hingga sedang.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran Dokter:

  • Dewasa: Per Oral Awalnya, 10 mg sekali sehari, meningkat hingga 20 mg sekali sehari setelah 2 minggu sesuai dengan respons pasien.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Zanidip, yaitu:
1. Hipotensi.
2. Kelelahan, sakit kepala, pusing.
3. Nyeri perut, mual, dispepsia, diare, sembelit.
4. Tinnitus.
5. Peningkatan enzim hati.
6. Kelemahan otot.
7. Ruam, gatal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Zanidip pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Angina pectoris tidak stabil.
2. Gangguan hati dan ginjal berat.
3. Wanita hamil dan menyusui.
4. Penggunaan bersamaan dengan siklosporin dan inhibitor CYP3A4 yang kuat.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Zanidip :
- Induksi CYP3A4 (carbamazepine, fenitoin) dapat mengurangi konsentrasi plasma lercanidipine.
- β-blocker (metoprolol) dapat mengurangi ketersediaan hayati lercanidipine.
Berpotensi Fatal: Ciclosporin dan penghambat CYP3A4 yang kuat (Ketoconazole, ritonavir) dapat sangat meningkatkan konsentrasi lercanidipine.