Pengertian

Zenalb merupakan infus yang di produksi oleh Ikapharmindo Putramas. Obat ini mengandung Albumin Human yang diindikasikan sebagai pengganti darah.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras.
  • Kelas Terapi : Intravena dan sediaan Steril Lainnya
  • Kandungan: Human Albumin
  • Bentuk : Infus 20 g/100 ml
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan : Botol @ 100 ml
  • Farmasi : Ikapharmindo Putramas.

Kegunaan

Zenalb diindikasikan untuk perawatan darurat hipovolemia, hipoalbuminemia (kadar albumin dalam darah lebih rendah dari normal), menjaga fungsi kardiovaskular setelah pengeluaran cairan asites, hipoproteinemia.

Dosis & Cara Penggunaan

Zenalb merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Zenalb juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Zenalb injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  • Hipoproteinemia Akut
    50-75 g dengan infus rate 2 ml/ menit. Diberikan secara injeksi intravena
  • Shock
    Dosis awal : 20 g dengan infusuion rate 2-4 mL / menit. Dosis total tidak boleh melebihi 2 g / kg jika tidak ada pendarahan aktif. Diberikan hanya secara Intravena.
  • Luka Bakar Parah
    Dosis lazim : 20-80 g/hari dengan infusuion rate 1 mL / menit. Diberikan hanya secara Intravena.

Efek Samping

Efek samping mungkin terjadi selama penggunaan Zenalb adalah demam, menggigil, hipotensi, hipertensi, reaksi alergi berat.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien gagal jantung, gagal ginjal, hipertensi parah, tidak boleh diberikan pada memiliki penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat yang terkandung dalam produk.

Interaksi Obat:
Jika diberikan bersamaan dengan inhibitor ACE pada pasien yang menjalani pertukaran plasma terapeutik dapat menimbulkan resiko reaksi atipikal . Tidak boleh dicampur dengan larutan hidrolisat protein atau alkohol.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zenalb ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.