Pengertian

Zibramax adalah sediaan obat yang mengandung Azithromycin. Zibramax termasuk dalam golongan Antibiotik makrolida yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi akibat bakteri, seperti infeksi telinga, kelamin, kulit, sinusitis, bronkitis (peradangan pada saluran pernafasan utama), pneumonia (paru-patu basah), tonsilitis (peradangan pada tonsil atau amandel), dan faringitis (peradangan pada faring yang terletak pada belakang tenggorokan).

Keterangan

  1. Zibramax Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Azithromycin 500 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 3 Kaplet Salut Selaput
    • Farmasi: Guardian Pharmatama PT
  2. Zibramax Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Azithromycin 200 mg/ mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol Plastik @ 15 mL
    • Farmasi: Guardian Pharmatama PT

Kegunaan

Zibramax merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Zibramax termasuk dalam golongan Obat Keras, penggunaan obat ini Harus dengan Resep Dokter.

  1. Infeksi kulit, saluran pernapasan atas
    • Dewasa : 500 mg, satu kali dalam satu hari.Anak-anak di atas 6 bulan: 10 mg/kg.
    • Anak dengan berat badan 25-25 kg: 200 mg.
    • berat badan 26-35 kg: 300 mg.
    • berat badan 36-45 kg: 400 mg.
  2. Infeksi genital karena klamidia
    Dewasa: 1 gram sebagai dosis tunggal.
  3. Gonore
    Dewasa : 2 gram sebagai dosis tunggal.
  4. Granuloma inguinale
    Dewasa: 1 gram sebagai dosis tunggal.
  5. Konjungtuvitis
    Dewasa: 1 tetes pada mata yang terkena infeksi. Tablet dan sirup dapat dikonsumsi selama makan untuk mengurangi ketidaknyamanan saluran cerna.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi saat mengkonsumsi Zibramax:
1. Nafsu makan berkurang
2. Sakit kepala.
3. Mual
4. Sakit perut
5. Diare

Kontraindikasi
Hindari pemberian kepada pasien dengan kondisi gangguan otot yang disebut myasthenia gravis, kelainan detak jantung, serta gangguan ginjal dan hati.

Interaksi Obat
1. Terjadi Peningkatan risiko kerusakan otot jantung jika digunakan dengan pimozide.
2. Terjadi Peningkatan konsentrasi serum jika digunakan dengan digoxin, ciclosporin, terfenadine, hexobarbital, dan phenytoin.
3. Terjadi Penurunan tingkat penyerapan obat jika digunakan dengan antasida yang mengandung aluminium dan magnesium.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zibramax ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).