Pengertian

Zoloft merupakan obat yang mengandung sertraline HCl. Sertraline diindikasikan untuk obat anti depresi, gangguan obsesif komplusif, gangguan stress pasca trauma, gangguan kecemasan sosial, serangan panik. Sertraline HCl merupakan obat golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor). Penggunaan Obat ini Harus Dengan Pengawasan dan Anjuran Dokter. Pengunaan obat ini harus sesuai dosis yang diberikan dengan kondisi medis. Dokter akan memberikan dosis awal rendah untuk mengurangi resiko efek samping.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidepresan
  • Kandungan: Sertraline HCl 50 mg
  • Bentuk : Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi : Pfizer Indonesia

Kegunaan

Zoloft digunakan untuk mengobati pasien:

  • Gangguan stres pasca trauma.
  • Gangguan kompulsif obsesif
  • Gangguan dysphoric .pramenstruasi (gangguan mood yang disebabkan oleh hormon).
  • Gangguan panik dengan atau tanpa agorafobia (ketakutan dasar yang berasal dari perasaan terjebak di tempat umum).
  • Gangguan kecemasan sosial.
  • Depresi

Dosis & Cara Penggunaan

Zoloft merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan zoloft juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Depresi, Gangguan Kompulsif Obsesif
    • Dewasa: Dosis awal: 50 mg setiap hari, dapat ditingkatkan dengan peningkatan 50 mg pada interval minggu. Maksimal: 200 mg setiap hari.
    • Anak Usia 6-12 tahun: Dosis awal: 25 mg 1 x sehari
    • Anak Usia13-17 tahun: Dosis awal: 50 mg 1 x sehari. Dosis dapat ditingkatkan pada interval minimal 1 minggu. Maksimal: 200 mg setiap hari.
  • Gangguan Panik dengan atau tanpa Agorafobia, Gangguan Stres Pasca Trauma, Gangguan Kecemasan Sosial
    • Dewasa: Dosis awal: 25 mg setiap hari, dosis ditingkatkan menjadi 50 mg setiap hari setelah minggu. Dapat ditingkatkan hingga 50 mg secara bertahap setiap minggu. Maksimal: 200 mg setiap hari.
  • Gangguan Dysphoric Pramenstruasi
    • Dewasa: Dosis awal: 50 mg setiap hari, baik sepanjang siklus menstruasi atau selama fase luteal saja. Dosis dapat ditingkatkan 50 mg per siklus menstruasi. Maksimal: 150 mg setiap hari (untuk dosis kontinu) atau 100 mg setiap hari (selama fase luteal).
    • Pasien yang membutuhkan 100 mg setiap hari selama fase luteal saja: Awalnya, 50 mg setiap hari selama 3 hari pertama setiap periode fase luteal.

Efek Samping

  • Kadar gula darah rendah.
  • Diabetes melitus.
  • Hepatitis atau penyakit kuning
  • Ketidakteraturan menstruasi
  • Gangguan hati, pankreatitis.
  • Hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi).
  • Bronkospasme (penyempitan saluran udara).
  • Kesemutan
  • Takikardia (detak jantung cepat).
  • Hiperterkandung kemih dan urin.
  • Jumlah leukosit kurang dari normal.
  • Amnesia atau lupa ingatan.
  • Hipotiroidisme (menurunnya sintesis dan sekresi hormon tiroid).
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi dari zoloft

Interaksi Obat:

  • Dapat mengembangkan sindrom serotonin bersama obat serotonergik lainnya (misalnya: TCA, fentanyl, triptan, litium, triptofan, buspirone, tramadol).
  • Meningkatkan waktu protrombin bersama warfarin.
  • Mengurangi clearance dengan simetidin.
  • Meningkatkan risiko perpanjangan QTc dan / atau aritmia ventrikel dengan obat yang memperpanjang interval QTc (misalnya: Beberapa antipsikotik dan antibiotik).
  • Meningkatkan risiko perdarahan dengan obat anti inflamasi non steroid, asam asetilsalisilat, ticlopidine. 

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan zoloft ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.