Pengertian

Zoralin mengandung Ketoconazole yang merupakan obat antijamur. Zoralin berfungsi untuk membantu membunuh jamur penyebab infeksi, sekaligus mencegahnya tumbuh kembali. Zoralin bekerja dengan cara menghambat pembentukan membran sel jamur.

Keterangan

  1. Zoralin Cream 2% 10 gr
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur
    • Kandungan: Ketoconazole 2%
    • Bentuk: Cream
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Box, Tube @ 10 gram
    • Farmasi: Medikon Prima Laboratories PT
  2. Zoralin Tablet 200 mg
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur
    • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Medikon Prima Laboratories PT

Kegunaan

Zoralin digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, misalnya: kurap pada bagian kaki atau selangkangan, panu, serta ketombe.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Zoralin Tablet dosis 200 mg per hari. Dosis dapat di tingkatkan menjadi 400 mg tergantung kebutuhan.

Zoralin Cream dioleskan tipis-tipis sebanyak 1-2 kali sehari pada kuit yang terinfeksi jamur.

Efek Samping

Efek Samping yang dapat timbul selama pemakaian Zoralin Cream seperti: ruam atau iritasi kulit dan sensasi terbakar atau perih pada kulit. Sedangkan Efek Samping Zoralin tablet, yaitu: mual, diare, sakit kepala, sakit perut, biduran, trombositopenia, demam dan mengigil.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi detak jantung yang tidak teratur (aritmia), alergi terhadap obat antijamur lain, gangguan hati, kadar tertosteron yang rendah, gangguan kelenjar adrenal, serta asam lambung yang rendah.

Interaksi Obat
1. Pil KB; efektivitas pil KB dapat menurun akibat ketoconazole.
2. Rifampicin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, dan phenytoin; menurunkan kadar ketoconazole dalam darah.

Perhatian:
Ketoconazole cream oles hanya boleh digunakan sebagai obat luar. Jangan mengoleskannya pada kulit yang luka, tergores, atau terbakar.