Pengertian

Zumafib mengandung Fenofibrate yang digunakan untuk membantu menurunkan kolesterol "jahat" dan lemak (seperti LDL, trigliserida) dan meningkatkan kolesterol "baik" (HDL) dalam darah. Zumafib bekerja dengan meningkatkan bahan alami (enzim) yang memecah lemak dalam darah. Selain diet makan yang tepat (seperti rendah kolesterol / diet rendah lemak), perubahan gaya hidup lainnya dapat membantu Zumafib bekerja lebih baik termasuk berolahraga, menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan, dan berhenti merokok.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anihiperlipidemia
  • Kandungan: Fenofibrate 100 mg ; Fenofibrate 300 mg : Fenofibrate 160 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Kapsul
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Sandoz Indonesia PT

Kegunaan

Zumafib digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol (trigliserida dan LDL) dalam tubuh.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Dewasa: 150 mg sekali sehari

Efek Samping

1. Sembelit
2. Mual
3. Nyeri perut
4. Sakit kepala
5. Nyeri punggung

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien yang memiliki riwayat gangguan pada empedu, miopati, myositis, rhabdomyolysis, gangguan hati, ginjal, trombositopenia, agranulositosis, dan pankreatitis.

Interaksi Obat
1. Absorbsi atau penyerapan fenofibrate akan terganggu jika dikonsumsi bersama dengan cholestyramin.
2. Jika dikonsumsi bersama ciclosporin dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
3. Jika dikonsumsi bersama simvastatin dapat meningkatkan risiko gangguan otot.
4. Meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi dengan antikoagulan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zumafib ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.