Pengertian

Zyloric merupakan obat yang di produksi oleh Glaxo Wellcome Indonesia. Obat ini mengandung Allopurinol yang digunakan untuk penurunkan kadar asam urat pada pasien gout arthritis (asam urat), dan mencegah pembentukan batu ginjal. Zyloric bekerja dengan menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hiperurisemia dan Obat Asam Urat
  • Kandungan: Allopurinol 100 mg; Allopurinol 300 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Blister
  • Kemasan: Blister @ 10 Tablet
  • Farmasi: Glaxo Wellcome Indonesia

Kegunaan

Zyloric di gunakan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran Dokter:

Dewasa:
Kondisi ringan: 100-200 mg setiap hari
Kondisi sedang: 300-600 mg setiap hari, atau 2-10 mg / kg berat badan/ hari.

Anak usia <15 tahun: 100-300 mg setiap hari.

Efek Samping

- Ruam
- Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
- Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)
- Anemia aplastik pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati.

Kontra Indikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap Allopurinol

Interaksi Obat
- Gunakan hanya ¼ dosis biasa 6-mercaptopurine atau azathioprine ketika diberikan bersamaan.
- Meningkatkan t½ vidarabine dalam plasma.
- Efek berkurang jika di gunakan bersamaan dengan urikosorik & salisilat dosis besar.
- Meningkatkan risiko aktivitas hipoglikemik jika di berikan bersamaan dengan klorpropamid.
- Meningkatkan efek warfarin dan antikoagulan kumarin lainnya.
- Menghambat oksidasi fenitoin hati.
- Menghambat metabolisme theophilin.
- Meningkatnya frekuensi ruam kulit jika di berikan bersamaan dengan ampisilin / amoksisilin.
- Meningkatkan konsentrasi cyclosporin dalam plasma.
- Pemberian bersama ddI umumnya tidak dianjurkan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zyloric ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.