Penyakit Alergi Susu - Gejala, Penyebab, Pengobatan - Klikdokter.com
searchtext customer service
Alergi Susu

Alergi Susu

Penyakit

Pengertian

Alergi susu merupakan suatu kondisi hipersensitivitas sistem imun tubuh terhadap protein yang terkandung dalam susu.

Dari semua jenis susu, susu sapi merupakan yang paling sering menyebabkan alergi.

Kejadian alergi susu paling sering dialami oleh anak berusia di bawah lima tahun. Umumnya, keluhan alergi susu sapi tak berlangsung seumur hidup.

Biasanya, pada usia 5 tahun ke atas, alergi bisa menghilang sendiri, seiring semakin membaiknya sistem imunitas seseorang.

Penyebab

Pada kondisi normal, sistem imun berfungsi untuk mengatasi kuman dari luar.

Pada kondisi alergi susu, tubuh menganggap protein dalam susu seperti kuman dari luar yang mengancam tubuh.

Sistem imun kemudian bereaksi berlebihan terhadap kehadiran protein tersebut.

Salah satu kejadian alergi susu yang paling sering terjadi adalah alergi karena susu sapi. Di dalam susu sapi terdapat beberapa jenis protein seperti kasein dan whey.

Kedua jenis protein inilah yang paling sering menyebabkan reaksi alergi.

Artikel Lainnya: Anak Alergi Susu Sapi, Ini Penyebabnya

Gejala

Gejala alergi susu sangat bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya.

Tanda-tandanya juga bisa muncul dalam hitungan menit maupun jam setelah konsumsi susu atau produk olahan susu lainnya.

Beberapa gejala alergi susu yang langsung muncul antara lain:

  • urtikaria
  • bersin-bersin
  • mengi
  • gatal atau rasa panas di sekitar bibir
  • bibir, lidah atau tenggorokan bengkak
  • mata berair
  • batuk atau sesak napas
  • muntah
  • dapat pula timbul gejala berat yang disebut sebagai anafilaksis. Gejalanya berupa sesak napas hebat, kulit pucat, bibir kebiruan, tekanan darah turun drastis, dan penurunan kesadaran

Sementara itu, tanda alergi susu yang muncul setelah beberapa jam adalah:

  • diare
  • BAB berdarah
  • nyeri perut
  • hidung gatal dan berair
  • mata berair
  • nyeri perut

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena alergi susu di antaranya:

  • sistem pencernaan bayi yang belum berfungsi dengan baik
  • alergi makanan atau minuman tertentu
  • riwayat alergi dalam keluarga
  • riwayat dermatitis atopik

Diagnosis

Jika dokter menduga ada alergi susu, dokter akan melakukan berbagai langkah berikut:

  • Wawancara Medis

Dokter akan melakukan wawancara lengkap, terutama mengenai jenis-jenis makanan yang baru saja dikonsumsi, gejala yang dialami, dan jarak waktu dari makanan dikonsumsi sampai timbul gejala.

  • Pemeriksaan Fisik

Setelah wawancara medis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui seluruh gejala yang mungkin timbul.

  • Pemeriksaan Kulit

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan ada tidaknya alergi susu. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan cukit kulit.

Caranya adalah dengan mencukil sebagian kecil kulit dan memaparkannya dengan protein susu.

Kemudian dokter akan mengamati bila terjadi reaksi kulit berupa kemerahan di kulit atau rasa gatal yang muncul.

  • Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan, yaitu pemeriksaan immunoglobulin E (IgE).

Jika terdapat kecenderungan alergi susu, IgE di dalam darah akan meningkat jumlahnya di atas normal.

  • Eliminasi Makanan

Tes ini dilakukan dengan tidak mengonsumsi susu dan produk olahan susu selama beberapa minggu.

Setelah itu pasien diminta untuk menjalankan pola makan seperti biasa.

  • Tes Makanan

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan makanan atau minuman yang mengandung susu dan produk susu olahannya untuk melihat apakah ada muncul reaksi alergi.

Tes ini dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Artikel Lainnya: Alergi Susu Bikin Anak Biduran, Ini Solusinya

Pengobatan

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi alergi susu, selain mencegah konsumsi susu atau produk-produk berbasis susu, seperti yoghurt atau keju.

Berikut beberapa cara untuk meredakan gejala akibat alergi susu:

  • Menghindari Faktor Pemicu

Bergantung pada tingkat sensitivitas tubuh, makanan yang mengandung susu juga sebaiknya dihindari.

Utamanya, mereka yang sangat sensitif terhadap susu dan produk olahannya.

  • Air Susu Ibu

ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi, terutama pada anak yang mengalami alergi susu sapi.

Ibu menyusui juga perlu menghindari makanan yang mengandung sapi dan produk-produk olahannya.

  • Susu Kacang Kedelai

Susu kacang kedelai dapat menjadi alternatif untuk anak yang mengalami alergi susu sapi. Namun, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter anak.

  • Susu Formula Hipoalergenik

Susu formula hipoalergenik dibuat dengan proses khusus untuk kandungan proteinnya sehingga dapat mencegah reaksi alergi susu pada bayi.

Konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum dikonsumsi si kecil.

Jika muncul reaksi alergi, ada beberapa obat yang dapat dikonsumsi untuk meredakan gejala akibat alergi susu sesuai dengan tingkat keparahannya, yaitu:

  • Obat Anti-histamin

Obat ini untuk meredakan gejala akibat reaksi alergi.

  • Obat Kortikosteroid

Obat kortikosteroid bentuk oral atau suntikan akan diberikan pada pasien dengan gejala berat untuk mencegah terjadinya reaksi anafilaksis.

Jika gejala yang timbul ringan, obat anti-alergi seperti antihistamin dapat diberikan. Antihistamin yang umumnya diberikan adalah cetirizine dan loratadine.

Selain itu, obat anti-radang golongan kortikosteroid dapat diberikan. Contohnya adalah dexamethasone, prednison, atau metilprednisolon. 

Obat-obatan untuk mengatasi alergi susu umumnya diberikan selama setidaknya dua hari.

Bila alergi susu dialami oleh anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan, sebaiknya konsultasikan pada dokter mengenai kemungkinan penggantian jenis susu.

Umumnya, jika seorang anak alergi terhadap protein susu sapi, penggantinya bisa diberikan dalam bentuk susu yang terhidrolisat, yaitu susu yang terhidrolisat sebagian atau susu soya.

Artikel Lainnya: Alergi Susu Sapi, Apakah Anak Tidak Bisa Minum Susu Sama Sekali?

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah timbulnya gejala alergi susu adalah dengan menghindari konsumsi susu dan semua makanan yang mengandung susu, seperti puding, roti, kue, dan piza.

Di samping itu lakukan beberapa hal sebagai berikut:

1. Baca Komposisi Produk Kemasan

Saat hendak makan, ada baiknya perhatikan dahulu komposisi makanan yang tertera pada kemasan pembungkus makanan.

Kadang memang tidak tercantum kata “susu” pada kemasan makanan. Namun, cermati bahan lain, seperti kasein, lactalbumin, lactaglobulin, atau whey yang mungkin tercantum di kemasan.

Susu memiliki senyawa macam ini. Mengonsumsinya bisa menimbulkan gejala seperti halnya reaksi alergi susu.

2. Membawa Makanan dari Rumah

Agar tidak salah konsumsi makanan yang mengandung susu atau produk olahan lain, sebaiknya bawa makanan dari rumah sehingga terhindari dari reaksi alergi.

3. Jangan Gunakan Alat Masak yang Sama dengan Orang Lain

Hindari menggunakan alat masak yang dipakai bersamaan dengan orang lain. Hal ini untuk meminimalkan risiko terpapar bahan makanan pemicu alergi.

4. Memberi Tahu Keluarga/Teman Mengenai Riwayat Alergi

Saat anak bermain atau berada di rumah teman atau keluarga besar lainnya jangan lupa untuk memberi tahu riwayat alergi anak.

Jika tanpa sengaja susu dikonsumsi atau tak terhindarkan untuk dikonsumsi dan muncul gejala alergi, pastikan tidak terjadi gejala alergi berat atau anafilaksis.

Komplikasi

Komplikasi alergi susu lebih sering terjadi pada anak-anak, di antaranya:

1. Rhinitis Alergi (Hay Fever)

Penyakit rhinitis alergi muncul karena terjadi peradangan membran hidung sebagai reaksi berlebih sistem kekebalan tubuh atas pajanan alergen.

Misalnya, debu, tungau, lumut, atau serpihan sel kulit mati binatang.

2. Alergi Makanan

Penderita alergi susu dapat mengalami alergi terhadap jenis makanan lain, seperti telur, kacang-kacangan, atau makanan laut.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat gejala anafilaksis, penderita alergi harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penderita bisa mendapatkan suntikan adrenalin untuk mengatasi alergi sekaligus menyelamatkan nyawa penderita.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda kepada dokter di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 23 Februari 2022

Diperbaharui: dr. Dyah Novita Anggraini

Ditinjau Oleh: dr. Dyah Novita Anggraini

 

Referensi:

  • NCBI. Diakses 2022. Cow Milk Allergy.
  • Mayo Clinic. Diakses 2022. Milk allergy.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

Alergi Susu Bikin Anak Biduran, Ini Solusinya

Info Sehat
08 Mar

Kapan Si Kecil Boleh Minum Susu Kedelai?

Alergi Anak
13 Nov

Ruam Merah pada Si Kecil, Apakah Tanda Alergi?

Alergi Anak
01 Nov

Si Kecil Alami Intoleransi Laktosa, Apa Solusinya?

Alergi Anak
01 Nov

Susu Kedelai, Nutrisi Nabati yang Menyehatkan

Alergi Anak
22 Okt
livechat