Pengertian

Sejatinya, batuk merupakan salah satu mekanisme perlindungan diri yang ada pada tubuh manusia. Melalui batuk, tubuh berusaha mengeluarkan lendir, mikroba, dan benda asing yang berpotensi mengganggu saluran napas. Dengan begitu, potensi peradangan dan infeksi akibat para pengganggu ini dapat diminimalkan.

Batuk sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu batuk kering dan berdahak. Hal ini tergantung dari ada tidaknya lendir atau dahak yang diproduksi.

Pada batuk kering, saluran napas tidak memproduksi lendir. Batuk kering ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari asma, infeksi, hingga polusi lingkungan. Dalam artikel ini, batuk keringlah yang akan dibahas.

Penyakit Batuk Kering (Borysevych.com/Shutterstock)

Diagnosis

Diagnosis batuk kering ditentukan atas dasar wawancara medis, pemeriksaan fisik dan penunjang.

Pada wawancara medis ditemukan batuk yang tidak berdahak. Umumnya kondisi ini sangat mengganggu aktivitas dan mengurangi optimalnya tidur malam hari.

Pada pemeriksaan fisik, temuan klinis yang diperoleh dapat bervariasi. Pada asma misalnya, dapat ditemukan adanya suara napas tambahan berupa mengi saat menghembuskan napas.

Beberapa pemeriksaan penunjang diperlukan untuk memastikan penyebab yang mendasari batuk kering. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Rontgen dada untuk melihat kondisi paru
  • Pemeriksaan darah untuk menilai ada tidaknya infeksi
  • CT-scan untuk melihat gambaran detail jaringan dalam paru
  • Swab atau usap tenggorok, yaitu pengambilan sebagian jaringan tenggorok menggunakan kapas lidi untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop
  • Analisa dahak
  • Spirometri dengan menggunakan alat yang akan menilai seberapa optimal pernapasan seseorang ketika ia menghembuskan napas kuat-kuat.

Penyebab

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan batuk kering:

  • Merokok

Dari seluruh kemungkinan penyebab, merokok merupakan salah satu yang paling sering menyebabkan batuk kering. Berbagai zat kimia yang ada dalam asap rokok akan mengiritasi saluran napas dan merusaknya secara perlahan.

Dalam jangka panjang, iritasi saluran napas ini dapat mengakibatkan berbagai penyakit paru yang lebih berat. Mulai dari bronkitis, emfisema, pneumonia hingga kanker paru.

  • Asma

    Batuk kering pada asma disebabkan oleh adanya penyempitan saluran napas yang terjadi tiba-tiba. Penyempitan ini umumnya dipicu oleh hal spesifik, misalnya debu, suhu dingin, adanya infeksi dan lain sebagainya. 

    Selain batuk kering, gejala lain yang akan dialami pada asma adalah:

    • Mengi
    • Sesak napas
    • Sulit napas karena batuk atau mengi
    • Suara seperti peluit saat menghela napas
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)

    Selain asma dan rokok, aliran balik asam lambung ke tenggorokan atau GERD juga bisa menjadi penyebab batuk kering. Aliran balik asam lambung ini akan mengiritasi tenggorokan dan mencetuskan refleks batuk.  

    Gejala lain yang umumnya juga dialami, yaitu:

    • Rasa terbakar di dada
    • Nyeri dada
    • Sensasi adanya tahanan di tenggorokan
    • Suara serak
    • Kesulitan menelan
  • Postnasal drip

    Batuk pada post nasal drip terjadi akibat produksi lendir yang berlebihan di tenggorokan, Pemicunya bervariasi, mulai dari alergi, flu atau paparan debu.

    Bila lendir pada batuk berdahak umumnya kental, maka lendir pada postnasal drip umumnya cair dan mudah masuk tenggorokan. Selain batuk kering, gejala lain yang bisa terdapat juga pada postnasal drip adalah:

    • Nyeri tenggorokan
    • Sensasi adanya sumbatan di tenggorokan
    • Kesulitan menelan
    • Batuk malam
    • Pilek
  • Infeksi virus

Batuk kering juga bisa terjadi akibat adanya infeksi virus. Walau infeksinya sendiri umumnya akan membaik dalam 1-2 minggu, batuk yang muncul dapat bertahan lebih lama.

Batuk yang terjadi setelah infeksi virus ini dilatarbelakangi oleh adanya iritasi post infeksi. Batuk yang demikian dapat berlangsung 1-2 bulan lamanya.

Batuk perlahan akan membaik seiring dengan pulihnya saluran napas dari iritasi tersebut. Untuk membantu pemulihan, permen hisap antiiritasi dan minum air hangat bisa jadi solusinya.

  • Polusi udara

Adanya polutan pada udara seperti sebu, kotoran, dan bahan- bahan kimia yang terhirup masuk ke saluran cerna, dapat menjadi faktor yang memicu batuk kering. Tidak hanya itu, pada beberapa orang kelembapan udara yang terlalu kering juga dapat menjadi penyebab batuk ini. Untuk mengatasinya, penggunaan humidifier bisa jadi alternatif jalan keluarnya.

Selain keenam kondisi tersebut, batuk kering juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor lainnya. Misalnya karena penggunaan obat antihipertensi golongan ACE inhibitor, penyakit pertusis, kerusakan paru, kanker paru hingga gagal jantung.

Gejala

Gejala yang dominan dari batuk kering adalah tidak adanya lendir di saluran napas yang keluar saat seseorang batuk. Batuk yang dialami juga umumnya sangat mengganggu aktivitas dan mempengaruhi kualitas tidur.

Tanda lain yang turut dialami pada batuk kering dapat bervariasi, tergantung penyakit ataupun kondisi yang mendasari. Gejala tersebut dapat berupa:

  • Demam
  • Adanya darah yang keluar saat batuj
  • Sesak napas
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri dada
  • Keringat malam
  • Mengi

Pengobatan

Pengobatan batuk kering didasari oleh jenis penyakit yang melatarbelakangi. Misalnya pada batuk yang disebabkan oleh rokok, maka penghentian kebiasaan ini menjadi kunci mengobati batuk kering.

Pada kasus GERD, kombinasi perubahan gaya hidup, penerapan pola makan yang teratur dan obat-obatan pengontrol asam lambung umumnya dapat memperbaiki keluhan batuk kering yang dialami.

Namun demikian, secara umum keluhan batuk kering sendiri dapat bantu diredakan dengan beberapa cara. Misalnya dengan tablet hisap antiiritasi, obat pereda batuk yang mengandung dextromethorphan, atau minum air hangat yang ditambahkan madu murni.

Komplikasi

Selain penyakit dasar yang bertambah berat, batuk kering yang tidak tertangani dapat mempengaruhi kondisi psikis dan kualitas hidup orang itu sendiri.

Orang yang mengalami batuk berkepanjangan dapat mengalami depresi, frustrasi dan kelelahan akibat tidur yang tidak optimal. Dari segi fisik, batuk kering yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan inkontinensia urine atau buang air kecil yang tidak disadari, terutama pada lansia.

Pencegahan

Batuk kering dapat dicegah dengan meminimalkan faktor-faktor pemicunya. Misalnya menghindari kebiasaan rokok dan asap rokok dari sekeliling, memakai masker ketika berada di lingkungan berdebu, menghindari pemicu yang dapat menyebabkan asma. Bila flu yang dialami tidak juga kunjung sembuh, segera obati atau kunjungi dokter terdekat untuk melakukan pemeriksaan.