Penyakit Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox) - Gejala, Penyebab, Pengobatan - Klikdokter.com
searchtext customer service
Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox)

Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox)

Penyakit

Penjelasan Singkat

Cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Monkeypox virus (MPXV). Bagaimana pengobatan dan pencegahan cacar monyet? Kita cek di sini.

Cacar Monyet (Monkeypox)

Dokter spesialis

Kulit, anak, penyakit dalam

Gejala

Demam, sakit kepala, lemas, ruam kulit berupa lentingan berisi cairan bening atau nanah, pembesaran kelenjar getah bening

Faktor risiko

Konsumsi daging mentah, gigitan hewan, kontak erat dengan hewan sakit ataupun orang sakit

Cara diagnosis

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (PCR dan biopsi kulit)

Pengobatan

Terapi simptomatik, antivirus, isolasi, vaksinasi cacar

Obat

Analgetik (parasetamol), cidofovir, brincidofovir, tecovirimat

Komplikasi

Infeksi bakteri sekunder di kulit, bronkopneumonia, ARDS, ensefalitis, sepsis

Kapan harus ke dokter?

Segera jika muncul gejala dicurigai cacar monyet, riwayat bepergian ke daerah yang sedang wabah, kontak erat dengan penderita maupun hewan sakit cacar monyet

Pengertian

Penyebab cacar monyet adalah infeksi virus Monkeypox Virus (MPXV). Penyakit ini sifatnya zoonosis atau diperantarai oleh hewan, seperti monyet, tikus, dan tupai. 

Penularan dari hewan ke manusia bisa melalui gigitan atau cakaran, mengonsumsi daging yang tak dimasak matang, maupun kontak langsung dengan kendang hewan yang terinfeksi virus. 

Sementara itu, penyebaran cacar monyet antar-manusia dapat melalui kontak langsung dari kulit ke kulit, cairan tubuh, droplet saat penderita batuk maupun bersin, atau saat menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi virus. 

Penyebab

Penyebab Cacar Monyet

Cacar monyet merupakan jenis penyakit yang sifatnya zoonosis atau diperantarai hewan. Dalam hal ini, hewan yang dapat menjadi media penyebarannya adalah monyet, tikus, tupai dan jenis hewan pengerat lainnya serta anjing jenis prairie.

Dari hewan yang terinfeksi, virus menyebar ke hewan lain maupun manusia dengan kontak langsung melalui darah, cairan tubuh, luka di kulit dan mukosa, ataupun udara yang terkontaminasi percikan liur hewan tersebut.

Sampai sejauh ini, belum ditemukan bukti kuat bahwa virus ini dapat menyebar langsung dari manusia ke manusia.

Faktor Risiko

Semua orang bisa rentan terinfeksi monkeypox . Namun, ada kelompok yang lebih berisiko untuk terinfeksi virus cacar monyet, yaitu:

  • Orang yang kontak erat dengan hewan liar, baik yang hidup maupun mati
  • Kontak erat dengan hewan yang sakit tanpa menggunakan alat pelindung diri
  • Orang yang mengonsumsi daging mentah atau tidak dimasak matang
  • Orang yang merawat penderita cacar monyet
  • Orang yang melakukan penelitian terhadap virus cacar monyet di laboratorium
  • Kelompok yang memiliki daya tahan tubuh rendah, misalnya anak-anak, lansia, imunokompromais

Artikel Lainnya: Kenali Penyebaran dan Penyembuhan Cacar Monyet

Gejala

Pada manusia, gejala cacar monyet mirip dengan cacar, meski lebih ringan. Seseorang yang terinfeksi monkeypox umumnya akan menunjukkan gejala 5-21 hari setelah terkena virus. 

Namun, pada beberapa kasus, masa inkubasi dapat lebih singkat, yaitu sekitar 7-14 hari. 

Gejala cacar air secara umum diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Kondisi yang membedakan dengan cacar adalah pada penyakit cacar monyet ditemukan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati).

Berdasarkan WHO, ciri-ciri cacar monyet terbagi menjadi dua periode infeksi, yaitu:

  • Periode Invasi

Periode invasi dimulai dari hari 0-5 setelah terpapar virus. Periode ini ditandai dengan:

  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Limfadenopati, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri punggung
  • Nyeri pinggang
  • Kehilangan tenaga, terasa lemas dan lelah
  • Periode Erupsi Kulit

Periode erupsi kulit terjadi 1-3 hari setelah muncul demam. Pada periode ini, tanda awalnya adalah munculnya ruam di wajah, tangan dan kaki, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam ini juga dapat ditemukan pada mukosa mulut, area organ intim, dan mata.

Ruam yang muncul nanti akan berubah secara perlahan-lahan. Pada awalnya, ruam kulit yang timbul hanya kemerahan (makula), lalu berubah menjadi lesi atau luka yang menonjol (papul), lalu menjadi lenting yang berisi cairan bening (vesikel) dan nanah (pustul).

Dalam beberapa hari, vesikel dan pustul akan mengering membentuk keropeng atau krusta. 

Diagnosis

Diagnosis monkeypox ditegakkan atas dasar wawancara medis dan pemeriksaan klinis serta pemeriksaan penunjang. 

  • Wawancara Medis

Melalui wawancara medis biasanya akan diketahui bila ada riwayat kontak dengan hewan yang menderita cacar monyet atau hewan liar yang tidak diketahui status kesehatannya.

Selain itu, demam, nyeri kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, dan mudah lemas juga menjadi keluhan yang kerap disampaikan.

  • Pemeriksaan Fisik

Di samping berdasarkan adanya kontak dengan hewan dan keluhan pasien, diagnosis juga didasarkan pada pemeriksaan fisik. 

Pada pemeriksaan fisik ini dapat dijumpai bercak kemerahan dan lenting-lenting di kulit yang umumnya muncul pertama kali di wajah, lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya dan terasanya pembesaran kelenjar getah bening.

Karena tampilan klinis cacar monyet dapat menyerupai jenis infeksi lain –seperti smallpox, cacar air,  maka penetapan diagnosa harus melalui pemeriksaan tambahan juga. 

Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR)
  • Biopsi kulit yang mengambil sampel jaringan kulit, diletakkan di wadah steril, kemudian diperiksa di laboratorium

Sediaan usapan dari lenting, luka ataupun bercak di kulit pasien diletakkan di wadah steril dan kemudian diperiksa di laboratorium. Beberapa jenis pemeriksaan kemudian dilakukan terhadap sediaan ini untuk menentukan infeksi yang terjadi apakah cacar monyet atau infeksi lainnya.

Artikel Lainnya: Waspadai Ancaman Cacar Monyet di Indonesia

Pengobatan

Hingga saat ini belum ada terapi yang spesifik untuk penyakit cacar monyet. Kondisi ini umumnya akan sembuh sendiri, meski gejala dapat bertahan 2 - 4 minggu.

Meski tidak ada terapi khusus, penderita cacar monyet tetap diberikan obat-obatan yang bersifat suportif untuk membantu mengurangi gejala yang muncul.

Perawatan khusus di rumah sakit mungkin bisa dibutuhkan apabila gejala yang muncul berat.

Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk karantina diri sendiri untuk sementara waktu agar tidak terjadi penularan ke orang sekitar. 

Pastikan juga pasien istirahat cukup, mengonsumsi makanan yang bergizi, serta mencukupi kebutuhan cairan setiap harinya. 

Meski belum ada obat yang spesifik untuk monkeypox, beberapa antivirus diduga bermanfaat membantu proses pemulihan. 

Beberapa antivirus yang umumnya digunakan dalam terapi cacar monyet antara lain:

  • Cidofovir

Belum ada data yang tersedia terkait efektivitas antivirus cidofovir dalam mengatasi infeksi cacar monyet. 

Namun, cidofovir terbukti bisa melawan infeksi poxviruses dalam studi in vitro dan penelitian yang melibatkan hewan. 

Penelitian pada manusia masih sangatlah terbatas, mengingat obat ini memberikan efek samping yang serius seperti nefrotoksik.

  • Brincidofovir

Sama dengan cidofovir, brincidofovir juga terbukti efektif dalam mengatasi infeksi poxviruses dalam studi in vitro dan percobaan hewan. 

Penggunaan obat brincidofovir diduga lebih aman dibandingkan cidofovir, karena tidak menimbulkan masalah nefrotoksik.

  • Tecovirimat

Antivirus ini sebenarnya digunakan untuk mengobati cacar (smallpox). Pada beberapa penelitian yang melibatkan hewan, tecovirimat menunjukkan keefektifannya dalam mengatasi infeksi orthopoxvirus. 

Pada penelitian yang melibatkan manusia, obat ini relatif aman dan tidak menunjukkan efek samping yang serius. 

Namun, penggunaan tecovirimat masih terbatas di beberapa negara sana dan perlu mendapatkan pengawasan untuk keperluan penelitian lebih lanjut.

Artikel lainnya: Kena Cacar Monyet, Berapa Lama Akan Sembuh?

Pencegahan

Salah satu cara efektif mencegah penyebaran virus cacar monyet adalah dengan vaksinasi smallpox

Vaksin ini memberi perlindungan terhadap cacar monyet hingga 85 persennya. Sayangnya, karena kasus smallpox  sendiri sudah dinyatakan musnah, ketersediaan vaksin ini menjadi sangat terbatas dan tidak semua negara memilikinya.

Oleh karena itu, usaha perlindungan diri dengan metode lain wajib menjadi perhatian. Langkah perlindungan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mencuci tangan dengan air sabun maupun handsanitizer secara rutin, khususnya sebelum memasak makanan, sebelum makan, sebelum dan sesudah merawat luka, maupun sebelum menyentuh area wajah
  • Menghindari kontak dengan hewan liar dan pengerat seperti tikus, monyet, tupai atau hewan yang tidak diketahui status kesehatannya
  • Hindari memelihara hewan yang tidak diketahui status kesehatannya
  • Menghindari kontak langsung dengan peralatan atau kendang hewan yang dicurigai sakit
  • Tidak mengonsumsi daging hewan liar yang mentah atau tidak dimasak matang
  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi cacar monyet, termasuk tidak menggunakan barang-barang yang dicurigai sudah terkontaminasi oleh penderita
  • Menggunakan alat pelindung diri apabila merawat orang yang sakit maupun hewan yang sakit

Komplikasi

Walaupun umumnya bisa sembuh total, komplikasi bahaya cacar monyet dapat terjadi pada beberapa kasus, terutama pada bayi, anak, serta pasien dengan imun rendah dan gizi buruk. 

Komplikasi cacar monyet yang dapat muncul adalah:

  • Pada kulit, dapat ditemukan bekas luka atau jaringan parut maupun infeksi bakteri sekunder
  • Pada sistem pernapasan, komplikasi dapat berupa bronkopneumonia hingga acute respiratory distress syndrome (ARDS)
  • Pada mata, dapat ditemukan keratitis, ulkus kornea, hingga kebutaan
  • Pada sistem saraf, komplikasi yang dapat terjadi adalah ensefalitis
  • Sepsis
  • Kematian 

Artikel Lainnya: Cacar Monyet Bisa Sebabkan Kematian?

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter apabila mengalami berbagai gejala yang dicurigai cacar monyet. Selain itu, bila ada kontak erat dengan penderita yang terinfeksi atau pernah bepergian ke daerah yang sedang wabah cacar monyet, Anda sebaiknya konsultasi ke dokter. 

Anda bisa langsung chat dengan dokter atau download aplikasi KlikDokter, agar lebih mudah konsultasi seputar kondisi kesehatan Anda.

[HNS/NM]

Terakhir diperbaharui: 26 Mei 2022

Diperbaharui: dr. Devia Irine Putri

Referensi:

https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html

https://www.nhs.uk/conditions/monkeypox/

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

Waspadai Ancaman Cacar Monyet di Indonesia

Info Sehat
23 Mei

Adakah Vaksin untuk Cacar Monyet?

Info Sehat
23 Sep

Bisakah Virus Cacar Monyet Menular ke Janin?

Info Sehat
29 Agt

Bisakah Cacar Monyet Menginfeksi Mata?

Info Sehat
28 Agt

Kenali 5 Gejala Cacar Monyet untuk Lakukan Pencegahan

Info Sehat
22 Agt
livechat