Pengertian

Chorea adalah kelainan saraf otot yang menyebabkan pergerakan tubuh yang tidak disadari dan tidak dapat diprediksi. Kelainan ini berhubungan dengan gerak cepat dan tak terkoordinasi, yang umumnya terjadi di bagian wajah, tangan, dan kaki.

Gejala chorea sangat beragam, mulai dari gejala yang tergolong ringan hingga gejala yang cukup berat. Chorea juga dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk makan.

Penyebab

Chorea dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti:

  • AIDS
  • penyakit genetik, seperti Huntington
  • penyakit imun, seperti SLE (Systemic Lupus Erythematosus)
  • penyakit infeksi, seperti chorea Syndenham
  • obat-obatan, seperti levodopa dan neuroleptics
  • kelainan metabolik, seperti hipoglikemia
  • kehamilan

Diagnosis

Chorea cukup sulit untuk didiagnosis. Hal ini disebabkan karena ada beberapa penyakit yang juga mirip dengan chorea. Untuk itu, dokter harus melakukan wawancara medis yang mendetail, terutama mengenai riwayat medis, yang mungkin berhubungan dengan chorea.

Pemeriksaan penunjang juga akan dilakukan, seperti pemeriksaan laboratorium darah dan MRI (magnetic resonance imaging). Kadar tembaga yang rendah bisa jadi penyakit genetik Wilson yang dapat menyebabkan chorea.

Gejala

Chorea memberikan gejala yang umum, yaitu genggaman khas yang disebut milkmaid. Penderita umumnya tidak memiliki otot tangan yang kuat, sehingga ketika menggenggam akan terlepas. Gejala lain berupa menjulurkan lidah tanpa disadari.

Gejala chorea juga dapat berhubungan dengan penyakit lain, seperti:

  • Penyakit Huntington

Chorea biasanya dialami penderita Huntington yang terjadi saat dewasa. Seiring dengan berjalannya waktu, timbul gejala gerakan menyentak yang tidak disadari.

  • Chorea-acanthocytosis

Chorea pada penyakit ini melibatkan pergerakan tangan dan kaki. Contohnya pergerakan mengangkat bahu, mendorong pinggul, serta pergerakan pada wajah tanpa disadari –seperti gigi menggiling, bersendawa, mengeluarkan air liur (mengeces), menggigit lidah atau bibir, sulit untuk berkomunikasi, vokal seperti mendengus atau bicara cadel.

  • Chorea Syndenham

Chorea pada penyakit ini biasanya melibatkan wajah dan tangan. Penderita dapat kesulitan melakukan gerakan yang disadari, sehingga sulit untuk memakai baju atau makan. Gejala lain meliputi sering menjatuhkan barang, cara berjalan yang tidak normal, otot yang lemah, bicara yang pelo, hingga tonus otot yang hilang.

Pengobatan

Pengobatan chorea tergantung dari tipe penyakitnya. Pengobatan bertujuan untuk mengobati penyakit yang berhubungan.

  • Penyakit Huntington diobati dengan antipsikotik –seperti haloperidol, risperidon, dan lain-lain.
  • Syndenham diobati dengan antibiotik.
  • Chorea akibat parkinson tidak ada obatnya. Namun gejala yang muncul dapat dikendalikan dengan obat seperti dopamin.

Obat-obatan lain yang juga dapat digunakan adalah reserpin dan tetrabenazine yang dapat menurunkan kadar dopamin, benzodiazepin dan antikovulsan.
Pembedahan dengan memasang elektroda untuk stimulasi otak juga memberikan hasil yang cukup baik. Alat tersebut membantu mengatur impuls saraf pada otak. Namun meskipun prosedur ini dapat membantu, chorea tidak dapat disembuhkan.