Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar

Penyakit

Pengertian

Gangguan Bipolar

Penyakit bipolar merupakan salah satu jenis gangguan kejiwaan yang ditandai dengan perubahan atau gangguan mood yang ekstrem. Perubahan atau gangguan bisa berupa depresi (sedih yang berlebihan) dan manik (kegirangan yang berlebihan) yang terjadi bergantian.

Gangguan bipolar atau bipolar disorder ini berupa episode-episode yang berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa bulan. Di luar episode gangguan mood, penderitanya dalam keadaan normal.

Gangguan bipolar memiliki dua tipe, yaitu:

  • Gangguan bipolar tipe I. Pada gangguan ini, episode gangguan mood yang lebih dominan berulang adalah manik.
  • Gangguan bipolar tipe II. Pada gangguan ini, episode gangguan mood yang lebih dominan berulang adalah depresi

Pada kondisi yang berat, bipolar bisa menjadi kondisi yang serius dan membahayakan. Penderita gangguan bipolar tipe I rentan untuk membahayakan orang lain –misalnya mengamuk, memukul, dan sebagainya. Sementara itu, penderita penyakit bipolar tipe II dapat membahayakan dirinya sendiri, misalnya dengan melakukan percobaan bunuh diri.

Artikel Lainnya: Apakah Gangguan Bipolar Bisa Memicu Badan Lemas?

Penyebab

Ilustrasi Gangguan Bipolar

Hingga kini, penyebab bipolar tidak diketahui dengan pasti. Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan faktor genetik yang berperan mencetuskan gangguan ini. Adanya anggota keluarga yang memiliki penyakit bipolar menyebabkan seseorang lebih rentan mengalaminya.

Gejala

Sulit Tidur Adalah Gerjala Gangguan Bipolar

Bipolar disorder ditandai dengan adanya episode gangguan mood yang ekstrem, yaitu manik dan depresi. Di antara episode gangguan mood, penderita terlihat seperti orang normal.

Gejala manik berbeda dengan kegirangan yang normal. Orang dalam kondisi manik memiliki energi berlebihan dan cenderung berperilaku destruktif, serta menganggu orang lain.

Gejala Bipolar episode manik antara lain adalah:

  • Sulit tidur
  • Terlihat terlalu percaya diri
  • Berbicara lebih cepat dari biasanya dan topik pembicaraanya mudah berganti
  • Sulit berkonsentrasi
  • Terlihat gelisah, lebih mudah marah pada orang lain
  • Berpenampilan mencolok dan cenderung menghamburkan uang
  • Membuat keputusan-keputusan mengejutkan
  • Bisa disertai dengan keyakinan yang salah (waham), misalnya merasa bahwa ia adalah orang paling hebat di dunia, meyakini bahwa ayahnya adalah presiden, dan sebagainya.

Disebut kondisi manik bila gejala di atas berlangsung selama setidaknya empat hari.

Artikel Lainnya: 5 Tanda Tak Terlihat dari Penderita Bipolar

Sementara itu, saat penderita penyakit bipolar mengalami episode depresi, ia akan terlihat mengalami kesedihan esktrim yang tidak terjelaskan penyebabnya. Episode depresi ini berbeda dengan kesedihan biasa. Pada depresi, kondisi sedih menyebabkan penderitanya tidak bisa beraktivitas seperti biasa dan hal ini terjadi selama lebih dari dua minggu.

Gejala Bipolar episode depresi antara lain adalah:

  • Merasa sedih, hampa, atau tidak berguna
  • Enggan untuk melakukan aktivitas apapun, termasuk enggan melakukan hobinya
  • Merasa tidak punya tenaga untuk beraktivitas
  • Sulit tidur, atau justru terlalu banyak tidur
  • Dihantui dengan perasaan bersalah
  • Tidak bisa berkonsenterasi dalam pekerjaan atau sekolah
  • Terpikir untuk bunuh diri atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri

Diagnosis

Diagnosis Gangguan Bipolar

Bila diduga mengalami gangguan bipolar, dokter terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan darah. Tujuannya untuk memastikan bahwa gangguan kejiwaan yang dialami penderita bukan disebabkan oleh penyakit lain.

Bila semua hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium normal, maka akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan melalui wawancara terarah untuk memastikan penyakit bipolar.

Artikel Lainnya: Penderita Bipolar Lebih Berisiko Terkena Penyakit Parkinson

Pengobatan

Pengobatan Gangguan Bipolar dengan Psikoterapi

Pengobatan untuk gangguan bipolar dilakukan oleh psikiater. Pengobatan bipolar meliputi psikoterapi dan pemberian obat-obatan. Psikoterapi dilakukan dengan cara melakukan konseling untuk menggali emosi dan masalah hidup yang dialami penderita. Selain itu, penderita bipolar juga dilatih untuk menyadari perubahaan mood yang dialami dan mempelajari cara mengatasinya dari dalam diri sendiri.

Obat bipolar yang diberikan adalah obat-obatan untuk ‘menstabilkan’ mood penderitanya (mood stabilizer). Selain itu, jika bipolar dalam episode depresi, dokter juga akan memberikan antidepresan.

Bila gangguan bipolar yang dialami menyebabkan penderitanya cenderung membahayakan diri sendiri atau orang lain, umumnya penderita juga perlu dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu.

Pencegahan

Penderita Gangguan Bipolar

Pencegahan bipolar dengan cara mengenali secara dini gejala bipolar sehingga dapat ditangani segera sebelum penyakitnya menjadi berat dan membahayakan.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

Kenali Tanda dan Pencegahan Bunuh Diri pada Pengidap Bipolar

Info Sehat
10 Sep

Kanye West Alami Bipolar, Bagaimana Cara Keluarga Menanganinya?

Info Sehat
22 Jul

Penderita Bipolar Lebih Berisiko Terkena Penyakit Parkinson

Info Sehat
19 Nov

Apakah Anda Mengidap Bipolar? Kenali Gejalanya

Info Sehat
21 Jan

6 Selebritas Dunia yang Juga Punya Masalah Insomnia

Info Sehat
24 Mei