Leptospirosis

Leptospirosis

Penyakit

Pengertian

Leptospirosis

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan bisa menjangkit pada manusia maupun hewan. Kuman ini dapat hidup dan berkembang biak di tubuh hewan dalam jangka waktu yang lama. Kasus penyakit ini banyak timbul pada musim hujan, terutama pada daerah yang terkena banjir.

Artikel Lainnya: Kenali Leptospirosis dan Lakukan Pencegahan Sekarang Juga!

Penyebab

Penyebab Leptospirosis

Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira yang hidup di dalam ginal hewan. Orang bisa terinfeksi bakteri tersebut jika:

  • Minum air yang terkontaminasi bakteri Leptospira.
  • Masuk ke dalam air atau kontak langsung dengan tanah yang terkontaminasi bakteri Leptospira saat terdapat luka di kulit.
  • Mata, hidung, dan mulut terkontaminasi dengan air atau tanah yang mengandung bakteri Leptospira.
  • Berkunjung ke daerah yang sedang menghadapi epidemi leptospirosis.

Artikel Lainnya: Musim Hujan Datang, Awas Serangan Leptospirosis!

Gejala

Gejala Leptospirosis

Tidak semua orang yang terkena leptospirosis akan langsung menunjukkan gejala. Bisa saja gejala baru muncul setelah pasien melewati masa inkubasi sekitar 10 hari, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Demam tinggi hingga menggigil.
  • Nyeri kepala.
  • Nyeri otot khususnya di daerah betis.
  • Sakit tenggorokan disertai batuk kering.
  • Mata merah dan kulit menguning.
  • Mual hingga muntah-muntah dan disertai diare.

Artikel Lainnya: Banjir di Mana-mana, Waspada Leptospirosis!

Diagnosis

Diagnosis Leptospirosis

Tanda-tanda penyakit leptospirosis memang menyerupai tifus dan influenza. Oleh sebab itu, untuk memastikan apakah terkena leptospirosis atau tidak, diperlukan pemeriksaan urine yang kemudian diteliti oleh dokter. Selain itu, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan darah dan cairan otak. 

Artikel Lainnya: Jangan Anggap Remeh, Leptospirosis Bisa Picu Kematian

Pengobatan

Pengobatan Leptospirosis

Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik untuk memusnahkan kuman, yakni antibiotik dari golongan penicillin, streptomycine, chloramphenicol dan erythromycine.

Cara penanganan lain dari leptospirosis adalah dengan memberikan obat sesuai dengan gejala. Pemberian obat juga harus diberikan secepat mungkin. Jika diobati selagi masih dini, tingkat kesembuhan penderita umumnya akan lebih cepat.

Bila telah terjadi komplikasi, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap.

Artikel Lainnya: 6 Penyakit Setelah Banjir yang Perlu Anda Waspadai

Pencegahan

Pencegahan Leptospirosis

Agar terhindar dari leptospirosis, bersihkanlah sekeliling rumah Anda sebelum banjir melanda. Jangan sampai ada ruang untuk tikus tinggal dan beranak pinak. Karena tikus merupakan salah satu hewan yang menjadi media penyebaran kuman selain kucing, anjing, sapi, domba, dan babi.

Sebisa mungkin jauhkan diri Anda dari air banjir ketika banjir terjadi. Apalagi jika ada bagian tubuh yang sedang terluka, kuman dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Selain itu, Anda juga bisa melindungi diri dari leptospirosis dengan rajin mencuci tangan setiap setelah memegang hewan peliharaan. Hindari juga kontak langsung dengan urine hewan.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

Musim Hujan Datang, Awas Serangan Leptospirosis!

Info Sehat
02 Jan

Info Kencing Tikus Penyebab Difteri Beredar Lagi, Bagaimana Faktanya?

Info Sehat
30 Okt

5 Penyakit Selain Cacar Monyet yang Ditularkan Hewan ke Manusia

Info Sehat
16 Mei

Banjir di Mana-mana, Waspada Leptospirosis!

Info Sehat
29 Apr

Pengendara Motor Rentan Kena Hipotermia Saat Musim Hujan

Info Sehat
29 Jan