Penyakit Radang Paru-Paru - Gejala, Penyebab, Pengobatan - Klikdokter.com
searchtext customer service
Radang Paru-Paru

Radang Paru-Paru

Penyakit

Penjelasan Singkat

Radang paru-paru atau pneumonia adalah penyakit yang ditandai dengan infeksi. Mari simak penyebab, gejala, cara mengobatinya di sini.

 Radang Paru-paru

Radang Paru-Paru

Dokter Spesialis

Paru

Gejala

Demam, batuk dahak berwarna kuning, nyeri dada, sesak napas, kelelahan, menggigil

Faktor risiko

Perokok, lansia, anak di bawah 2 tahun, pencandu alkohol, pengguna narkoba, PPOK, pasien yang menggunakan ventilator, orang dengan sistem imun yang lemah, lingkungan rumah padat

Cara diagnosis

Pemeriksaan fisik paru-paru, oksimetri, rontgen dada, CT scan, pemeriksaan darah, pemeriksaan dahak, kultur cairan pleura, bronkoskopi

Pengobatan

Terapi kausal, terapi suportif umum, terapi inhalasi, fisioterapi dada

Obat

antibiotik, antijamur, antivirus

Komplikasi

Bakteremia, sulit bernapas, abses paru, efusi pleura, endocarditis

Kapan harus ke dokter?

Sulit bernapas, nyeri dada, demam tinggi, batuk yang menetap disertai nanah

Pengertian

Radang paru-paru, biasa disebut juga pneumonia atau paru-paru basah, merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan paru-paru.

Peradangan tersebut menyebabkan alveolus (kantong udara) terisi oleh cairan. Akibatnya paru-paru tidak dapat bekerja dengan baik. 

Penyebab

Penyakit radang paru-paru disebabkan oleh berbagai mikroorganisme.

Secara umum, penyebab radang paru-paru atau pneumonia bisa digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Pneumonia Akibat Bakteri

Bakteri penyebab pneumonia antara lain Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus.

Jenis-jenis bakteri ini dapat menyebabkan gejala penyakit radang paru yang berat.

2. Pneumonia Akibat Jamur

Jamur penyebab pneumonia antara lain Cryptococcus, Coccidioides, dan Histoplasma.

Umumnya, mikroorganisme tersebut masuk ke dalam tubuh karena penderita menghirup spora jamur dalam jumlah banyak.

Spora jamur ini sering terdapat pada kotoran burung atau tanah.

Orang yang memiliki sistem imun yang lemah dan penderita penyakit kronis juga rentan mengalami pneumonia akibat jamur.

3. Pneumonia Akibat Virus

Virus penyebab penyakit radang paru antara lain adenovirus, coronavirus, dan influenza.

Penderita penyakit radang paru-paru akibat virus sebagian besar menimbulkan gejala yang lebih ringan dibandingkan radang paru akibat bakteri, kecuali infeksi virus corona.

Artikel Lainnya: Tipe-tipe Pneumonia yang Harus Diketahui

Gejala

Penyakit ini biasanya diawali dengan gejala-gejala tertentu terlebih dahulu.

Berikut gejala radang paru-paru yang biasanya muncul:

  • demam disertai nyeri kepala dan tubuh menggigil
  • batuk tidak berdahak, ataupun berdahak dengan cairan mengandung nanah yang berwarna kekuningan
  • susah bernapas
  • berkeringat
  • nyeri dada yang terasa ketika bernapas hingga napas yang pendek
  • mual, muntah, dan diare
  • nafsu makan menurun
  • rasa nyeri pada otot, sendi, serta mudah lelah
  • denyut nadi cepat hingga 100 kali per menit
  • sakitkepala

Faktor Risiko

Selain itu, ada beberapa faktor risiko penyebab langsung yang juga dapat memicu pneumonia, seperti:

  • kebiasaan merokok
  • penyakit jantung kronik
  • diabetes melitus
  • kelemahan struktur organ pernapasan
  • penurunan tingkat kesadaran

Kuman penyebab pneumonia biasanya berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya. Hal ini antara lain disebabkan oleh:

  • interaksi pasien yang kemudian menyebabkan infeksi
  • bagaimana cara terjadinya infeksi
  • gangguan sistem kekebalan tubuh
  • adanya penyakit kronik
  • polusi lingkungan
  • penggunaan antibiotik yang tidak sesuai

Diagnosis

Biasanya dokter akan memeriksa organ paru untuk mendengarkan apakah ada suara yang tidak normal saat Anda bernapas.

Selain itu, ada juga beberapa pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan, seperti:

1. Rontgen Dada

Pemeriksaan ini membantu dokter untuk mendeteksi pneumonia dan menentukan lokasi infeksi yang menyebabkan penyakit tersebut timbul.

2. Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk melihat adanya infeksi yang ditandai dengan peningkatan sel darah putih.

3. Pemeriksaan Kadar Oksigen (Oksimetri)

Oksimetri digunakan untuk melihat seberapa banyak kadar oksigen yang beredar dalam tubuh.

Cara ini bisa digunakan untuk menentukan separah apa pengaruh pneumonia terhadap pertukaran udara di sistem pernapasan.

4. Tes Dahak

Dahak akan dianalisis untuk melihat kuman yang menyebabkan infeksi pada paru.

Apabila gejala terdeteksi parah, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti:

  • CT Scan

Pemeriksaan ini untuk melihat lebih detail kondisi paru-paru Anda.

  • Kultur Cairan Paru

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi dengan mengambil cairan di dalam paru-paru.

  • Bronkoskopi

Pemeriksaan ini untuk melihat kondisi saluran napas apakah ada sumbatan jalan napas dengan bantuan alat bronkoskop.

Artikel Lainnya: Waspada Bahaya Community-Acquired Pneumonia di Masyarakat

Pengobatan

Jika mendapati anggota keluarga mengalami kesulitan bernapas atau terjadi peningkatan frekuensi napas, segeralah bawa ke rumah sakit.

Dengan demikian dapat dilakukan penanganan yang tepat oleh dokter spesialis paru.

Penanganan dan pengobatan radang paru-paru yang bisa dilakukan antara lain:

1. Terapi Kausal

Terapi ini dilakukan dengan cara pemberian obat antibiotik untuk mengatasi pneumonia akibat infeksi bakteri, antijamur untuk atasi radang paru akibat infeksi jamur, dan antivirus untuk menangani pneumonia karena infeksi virus.

2. Terapi Suportif Umum

Penanganan ini disesuaikan dengan keadaan pasien. Misalnya, pemberian terapi oksigen, pemberian obat batuk, pemberian obat analgetik (pereda nyeri) atau obat antipiretik (pereda demam) seperti paracetamol.

3. Terapi Inhalasi

Terapi inhalasi dilakukan dengan cara menyalurkan obat langsung ke paru-paru. Cara ini sangat bermanfaat pada kondisi pasien yang membutuhkan pengobatan segera.

Terapi ini dapat menghindari efek samping yang berkelanjutan, mengencerkan dahak yang kental dan kekuningan, serta mengatasi infeksi.

4. Rehabilitasi Paru

Metode rehabilitasi paru dilakukan untuk mempermudah proses pengeluaran dahak dari paru.

Sekaligus, cara ini membantu memaksimalkan penyerapan oksigen dengan melakukan latihan pernapasan.

5. Ventilator

Alat bantu pernapasan atau ventilator diperlukan untuk membantu pernapasan pada pasien pneumonia dengan gejala berat.

Pencegahan

Cara mencegah penyakit radang paru-paru adalah menerapkan pola hidup sehat sehingga daya tahan tubuh terjaga baik.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

  • Vaksinasi

Vaksin merupakan cara yang paling utama untuk mencegah pneumonia. Apabila nanti terkena pun, gejala yang muncul tidak akan berat.

  • Rajin mencuci tangan

Menjaga kebersihan tangan menjadi salah satu cara untuk mencegah masuknya kuman ke dalam mulut. Cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

  • Mengenakan masker di tempat umum

Penggunaan masker dapat melindungi paparan virus penyebab pneumonia masuk ke dalam saluran pernapasan.

  • Berolahraga teratur

Olahraga teratur minimal 30 menit dalam sehari dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi

Asupan makanan yang sehat bergizi dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu menangkal zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

  • Menjauhi rokok

Anda perlu menghindari merokok dan menjauhi asap rokok yang berisiko menginfeksi saluran pernapasan.  

Artikel Lainnya: Waspada, Kenali Komplikasi Pneumonia pada Anak!

Komplikasi

Apabila infeksi tidak dapat ditangani dengan baik, berikut ini beberapa komplikasi yang dapat terjadi:

1. Bakteremia

Bakteremia adalah kondisi bakteri penyebab infeksi masuk ke dalam peredaran darah.

Hal ini bisa menyebabkan peradangan di dalam darah, penurunan tekanan darah, dan kegagalan organ.

2. Efusi Pleura

Infeksi yang tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan cairan berkumpul di bagian selaput pleura, yaitu lapisan yang menyelimuti paru-paru dan rongga dada.

3. Endokarditis

Infeksi radang paru yang berlanjut dapat menginfeksi organ jantung yang disebut endokarditis.

4. Abses Paru

Penumpukan cairan nanah bisa membentuk abses paru (empyema).

5. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)

ARDS terjadi ketika cairan masuk ke dalam kantong udara (alveoli) di dalam paru-paru. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala susah bernapas.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala sesak napas yang semakin berat, demam tinggi lebih dari 3 hari, dan batuk berdahak yang tak kunjung membaik segera konsultasi dengan dokter spesialis paru.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengambil penatalaksanaan sesuai kondisi Anda.

Cari tahu cara menyembuhkan radang paru-paru dan info kesehatan lainnya dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 29 Januari 2022

Diperbaharui: dr. Dyah Novita Anggraini

Referensi:

WebMD. Diakses 2022. Understanding Pneumonia Basics.

WHO. Diakses 2022. Pneumonia.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

9 Gejala Pneumonia yang Dialami Pelatih Juventus Maurizio Sarri

Info Sehat
20 Agt
livechat