Pengertian

Rahim ganda, atau juga dikenal dengan istilah double uterus, merupakan kelainan bawaan yang cukup jarang terjadi. Saat perkembangan janin berlangsung, rahim umumnya berawal dengan dua tuba berukuran kecil. Seiring dengan berjalannya waktu, tuba tersebut bergabung menjadi satu untuk membentuk satu organ berongga, yaitu rahim.

Ada kalanya tuba tidak mengalami penggabungan yang sempurna dan masing-masing membentuk struktur yang terpisah. Inilah yang membentuk rahim ganda. Rahim ganda dapat hanya memiliki satu leher rahim (serviks) dan satu vagina. Selain itu masing-masing rahim bisa juga memiliki satu serviks. Pada sebagian besar kasus, terdapat dinding jaringan tipis yang melapisi vagina dan membelahnya menjadi dua muara yang terpisah.

Wanita dengan rahim ganda dapat menjalani kehamilan yang sukses. Akan tetapi bukan tak mungkin kondisi rahim ganda ini dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran atau persalinan prematur.

Penyakit Rahim ganda (Life Science/Shutterstock)

Penyebab

Penyebab terjadinya rahim ganda berkaitan dengan faktor genetik. Kondisi  ini juga sering kali ditemukan pada anggota keluarga yang juga memiliki riwayat kesehatan serupa.

Meski demikian, penyebab pasti ketika sebagian janin dapat mengalami rahim ganda dan sebagian besar lain tidak, masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

Gejala

Mereka yang memiliki kondisi rahim ganda sering kali tidak mengalami keluhan tertentu. Kondisi ini dapat didiagnosis pada saat dokter melakukan pemeriksaan rutin panggul atau saat dilakukan pemeriksaan pencitraan untuk menentukan penyebab keguguran yang berulang.

Wanita yang memiliki rahim ganda dengan dua rongga vagina yang terpisah, umumnya pertama kali berkonsultasi ke dokter akibat keluhan perdarahan menstruasi yang tidak dapat dihentikan dengan tampon. Pada situasi tersebut, umumnya seorang dengan rahim ganda meletakkan tampon pada salah satu vagina, namun darah tetap mengalir dari rahim yang kedua melalui rongga vagina yang tidak terhambat tampon.

Diagnosis

Rahim ganda dapat didiagnosis melalui wawancara medis mendetail, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu. Umumnya, kondisi ini terdiagnosis pada saat dilakukan pemeriksaan panggul rutin.

Dokter bisa melihat adanya serviks ganda atau meraba rahim yang berbentuk abnormal. Bila dokter menduga terdapat kelainan, dapat direkomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Ultrasonografi. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan pencitraan dari organ di dalam tubuh.
  • Sonohisterogram. Pemeriksaan ini dapat dilakukan setelah cairan tertentu dimasukkan menggunakan suatu alat ke dalam rahim melalui vagina dan serviks. Teknik ini bisa membantu dokter mengevaluasi adanya kelainan atau masalah yang berkaitan dengan bentuk rahim.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Prosedur ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan pencitraan dari organ-organ yang terdapat di dalam tubuh.
  • Histerosalpingografi. Prosedur ini menggunakan zat pewarna khusus yang dimasukkan ke dalam rahim melalui serviks. Saat zat pewarna mengisi organ reproduksi, lalu akan dilakukan pemeriksaan menggunakan sinar X untuk mengevaluasi bentuk dan ukuran rahim serta kondisi tuba falopi.

Penanganan

Saat seseorang memiliki rahim ganda namun tidak menunjukkan keluhan atau gejala tertentu, umumnya dokter akan melakukan observasi dan pemantauan secara berkala.

Sedangkan untuk kondisi di mana terdapat rahim ganda dengan dua vagina yang terpisah, dapat dipertimbangkan untuk tindakan operatif guna mengangkat jaringan yang memisahkan kedua rongga vagina. Ini dilakukan untuk mempermudah persalinan di kemudian hari.

Pencegahan

Rahim ganda berkaitan dengan faktor genetik dan merupakan kondisi bawaan. Oleh karena itu belum ada strategi pencegahan yang terbukti efektif secara sepenuhnya dalam mencegah terjadinya kondisi ini.