Penyakit Rematik - Gejala, Penyebab, Pengobatan - Klikdokter.com
searchtext customer service
Rematik

Rematik

Penyakit

Pengertian

Rematik

Rheumatoid artritis, atau sering disebut rematik, adalah penyakit autoimun yang menyerang sendi.

Penyakit ini menyebabkan peradangan pada sendi, jaringan di sekitar sendi, serta dapat mengenai organ lain di dalam tubuh, seperti kulit dan paru.

Penyakit ini biasanya muncul perlahan. Bahkan, awalnya nyeri sendi dirasakan tak terlalu mengganggu.

Namun, dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan, akan semakin banyak sendi yang terkena. Peradangan pun akan semakin hebat.

Kita simak penjelasan lengkap seputar apa itu rematik.

Penyebab

Penyebab Rematik

Rheumatoid artritis terkait dengan sendi. Pada dasarnya, sendi manusia memiliki lapisan (membran) sinovial yang berfungsi untuk melindungi sendi agar tulang, otot, dan jaringan lain di sekitar persendian tidak saling bergesekan.

Pada penderita rematik, tanpa sebab yang jelas, sistem imunitas tubuh menganggap membran sinovial di sendi sebagai “benda yang asing” sehingga harus dilawan.

Hal inilah yang menyebabkan sendi-sendi mengalami peradangan.

Namun demikian, hingga kini, penyebab dari gangguan sistem pertahanan tubuh tersebut belum diketahui pasti.

Gejala

Gejala Rematik

Gejala rematik biasanya muncul pada sendi jari-jari tangan, pergelangan tangan, pundak, siku, dan pergelangan kaki.

Sendi-sendi yang mengalami peradangan itu ditandai dengan kemerahan, bengkak, dan nyeri pada daerah sendi yang terkena.

Selain itu, penderita juga mengalami kekakuan sendi di pagi hari.

Pada beberapa orang, kekakuan sendi saat bangun tidur di pagi hari memang wajar terjadi.

Namun, ciri-ciri rematik yang khas, kekakuan sendi berlangsung selama lebih dari 1 jam.

Tak jarang, penderita rheumatoid artritis juga merasa mudah lelah, badan sering demam atau meriang, dan merasa malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain sendi, penyakit rheumatoid artritis juga dapat menyerang:

  • paru dan selaput pembungkus paru (pleura), yang ditandai dengan keluhan nyeri dan sulit bernapas
  • selaput pembungkus jantung (pericardium), yang ditandai dengan keluhan sesak dan lemas karena tekanan darah cenderung turun
  • lapisan putih mata (sklera), menyebabkan mata merah, nyeri, dan tajam penglihatan berkurang

Artikel Lainnya: Mitos Penyakit Rematik yang Harus Anda Tahu

Faktor Risiko

Penderita Rematik

Sementara penyebab pasti penyakit rematik belum diketahui, studi yang ada menunjukkan beberapa hal dapat meningkatkan risiko, yaitu:

  • jenis kelamin wanita
  • usia 40-60 tahun
  • memiliki riwayat keluarga dengan rematik
  • dan sering terpapar asap rokok

Diagnosis

Diagnosis Rematik

Setelah memeriksa sendi-sendi, dokter akan menyarankan pemeriksaan darah di laboratorium, di antaranya adalah:

  • laju endap darah dan C-reactive protein sebagai tanda umum adanya peradangan di tubuh
  • rheumatoid factordan anti-CCP (cyclic citrullinated peptide), penanda khusus untuk penyakit rheumatoid arthritis

Bila rheumatoid factor atau anti-CCP memberikan hasil positif, disertai dengan peningkatan LED atau CRP, umumnya dapat dipastikan bahwa orang tersebut mengalami rheumatoid artritis.

Pada beberapa kasus, gejala penyakit ini sukar dibedakan dengan gangguan sendi yang lain, misalnya gout atau pseudogout.

Bila hal ini terjadi, tak jarang dokter juga akan menganjurkan pemeriksaan rontgen atau MRI sendi untuk memastikannya.

Artikel Lainnya: Penderita Rematik Boleh Dipijat? Ketahui Teknik Pijat yang Direkomendasikan

Pengobatan

Pengobatan Rematik

Tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan rheumatoid artritis.

Pengobatan bertujuan untuk mengurangi peradangan sendi dan untuk “menenangkan” sistem pertahanan tubuh penderita agar tak menyerang tubuhnya sendiri.

Penanganan dan pengobatan rematik dapat dilakukan oleh dokter penyakit dalam ahli rheumatologi.

Obat-obatan rematik yang dapat digunakan antara lain:

1. Non-steroidal antiinflamatory drugs(NSAID)

Obat ini bermanfaat untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan yang terjadi pada sendi.

2. Steroid

Obat ini diberikan untuk menekan sistem pertahanan tubuh penderita agar tak terus menerus menyerang sendi.

3. Disease modifying antirheumatic drugs (DMARD)

Obat jenis ini merupakan pilihan utama untuk pengobatan rheumatoid artritis karena bermanfaat mencegah progresivitas kerusakan sendi dan mengatasi peradangan sendi.

4. Imunosupresan

Prinsip kerja obat ini mirip dengan steroid, yaitu melemahkan sistem pertahanan tubuh agar tak terus menyerang sendi.

Selain obat-obatan, rehabilitasi medik juga perlu dilakukan agar penderita rematik masih bisa beraktivitas dengan baik.

Penderita perlu dilatih untuk tetap menggunakan sendi yang mengalami peradangan dalam aktivitas sehari-hari.

Pencegahan

Karena penyebabnya belum dipastikan, hingga kini tindakan untuk mencegah penyakit rheumatoid artritis juga belum diketahui.

Artikel Lainnya: Benarkah Mandi Malam Bikin Rematik? Ini Faktanya

Komplikasi

Carpal Tunnel Syndrome

Apabila tidak ditangani dengan baik, penyakit rematik dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut.

1. Cervical Myeolopathy

Apabila rheumatoid arthritis sudah menyerang sendi di area leher dan saraf tulang belakang akan terjadi gangguan cervical myeolopathy.

2. Carpal Tunnel Syndrome

Apabila rematik menyerang sendi pergelangan tangan dan menekan saraf di sekitarnya akan terjadi gangguan carpal tunnel syndrome.

3. Sindrom Sjogren

Jika rheumatoid arthritis menyerang kelenjar air mata dan ludah dapat terjadi gangguan sindrom Sjogren dengan gejala mata dan mulut kering.

4. Penyakit Jantung

Kondisi ini dapat terjadi apabila sistem kekebalan tubuh memicu peradangan di dalam pembuluh darah jantung.

5. Insomnia

Gangguan tidur dapat terjadi saat rasa nyeri sedang muncul sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan sulit tidur.

Kapan harus ke dokter?

Konsultasi Dokter Tentang Rematik

Apabila Anda mendapati gejala-gejala di atas serta merasakan nyeri terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi lanjut ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan terapi yang tepat.

Dapatkan info seputar penyakit dan obat lainnya di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 13 Februari 2022

Diperbaharui: dr. Dyah Novita Anggraini

 

Referensi:

  • Mayo Clinic. Diakses 2022. Rheumatoid Arthritis.
  • Rheumatology. Diakses 2022. Rheumatoid Arthritis.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

Muda Merokok, Tua Rematik

Info Sehat
27 Des

Cara Merawat Anak yang Mengalami Juvenile Rheumatoid Arthritis

Info Sehat
12 Okt

Efektifkah Sandal Refleksologi Kurangi Nyeri Rematik?

Berita Kesehatan
29 Jun

Benarkah Mandi Malam Bikin Rematik? Ini Faktanya

Info Sehat
20 Mei

Punya Hobi Membunyikan Jari, Adakah Bahayanya?

Info Sehat
22 Apr
livechat