Inilah Penyebab Sebenarnya Mata Bisa Bintitan

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 01 Feb 2015, 19:46 WIB
Kurang tepat jika disebut penyebab utama bintitan adalah akibat sering mengintip. Padahal ada penyebab sebenarnya. Berikut penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini disini.
Inilah Penyebab Sebenarnya Mata Bisa Bintitan

Klikdokter.com – Sering kali kita mendengar orang berkata, “Jangan suka ngintip, nanti matanya bintitan, lho!” Sebenarnya apa itu bintitan? Mengapa mengintip sesuatu dikaitkan dengan bintitan? Apakah itu fakta dan bukan mitos? Berikut penjelasannya:

Dalam dunia kedokteran, bintitan atau hordeolum merupakan benjolan kecil yang tumbuh di sekitar mata dan sekilas tampak seperti bisul. Bintitan terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar sebasea di kelopak mata.

Umumnya bintitan berisi nanah dan bila bertambah besar dapat menghalangi mata terbuka secara optimal, sehingga membuat penderita sulit untuk melihat. Bintitan juga dapat mengakibatkan gangguan kelenjar meibom pada mata, sehingga produksi lapisan lemak terganggu dan menyebabkan air mata cepat menguap atau mata kering.

Terdapat dua jenis hordeolum, yakni hordeolum eksternal dan hordeolum internal. Berikut penjelasannya:

1 of 3

Terdapat dua jenis hordeolum, yakni hordeolum eksternal dan hordeolum internal. Berikut penjelasannya:

Matafres-banner-690x150px

bintitanHordeolum Eksternal

Hordeolum eksternal mulanya berupa benjolan kecil di dekat bulu mata. Lama-lama ia akan memerah dan menimbulkan rasa sakit selama beberapa hari sebelum akhirnya sembuh dengan sendirinya. Beberapa hordeolum eksternal berumur pendek, namun pada beberapa kasus ada yang harus memerlukan perawatan dokter.

Hordeolum Internal

Sementara itu, hordeolum internal adalah hordeolum yang terbentuk pada kelenjar yang lebih dalam. Gejalanya lebih berat dan jarang pecah dengan sendirinya. Oleh karena itu, biasanya dokter akan menyayatnya supaya nanahnya bisa keluar. 

Berikut adalah faktor-faktor pemicu munculnya bintitan, antara lain:

2 of 3

Faktor-faktor pemicu munculnya bintitan, antara lain:

Matafres-banner-690x150px

1. Kebersihan yang tidak terjaga

Sekitar 90% hingga 95% kasus hordeolum disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penyebab lain adalah Staphylococcus epidermidis, Streptococcus, dan Eschericia coli. Menyentuh mata dengan tangan kotor dapat mentransfer bakteri tersebut ke kelopak mata.

2. Peradangan kelopak mata

Peradangan kronis sepanjang tepi kelopak mata yang disebabkan oleh kondisi yang disebut blepharitis dapat membentuk bintitan, begitu juga beberapa penyakit mata lainnya.

Jadi, tidak ada kaitan antara mengintip sesuatu atau seseorang dengan bintitan.

Supaya Anda terhindar dari bintitan, sebaiknya Anda selalu mencuci tangan sebelum menyentuh kulit di sekitar mata, membersihkan daerah kelopak mata secara teratur untuk menghilangkan debu dan minyak yang menumpuk, serta pastikan peralatan rias yang berhubungan dengan mata senantiasa steril.

Cara yang bisa dilakukan jika Anda sudah telanjur menderita hordeolum adalah dengan mengoleskan salep antibiotik pada benjolan. Jangan lupa untuk mengompresnya dengan air hangat apabila benjolan terasa nyeri, panas, atau mengeluarkan nanah.

Lanjutkan Membaca ↓
Desi Herawati KusumasariDesi Herawati Kusumasari

Halo dok,saat ini sya jg sedang mengalami sprt itu di mata kiri bawah..tp semenjak muncul hidung kiri sya jg "bambet" dan kepala pusing. Itu knp ya dok?terima kasih

Dela RizkiaDela Rizkia

Halo dok ,sekarang saya sedang mengalami hal seperti itu.rasanya gatal dan sakit,selain itu dalam semalam bertambah besar hingga menutupi Sebagian pandangan. Apakah ada penanganan sendiri agar cepat mengempes? Tetapi kenapa Saya sering mengalami bintitan,apakah wajar atau perlu tindakan dari dokter?

Mauza AsykalMauza Asykal

Salam dokk, sayaa jugaaa sama sepertii komentar sebelumnya tetapi saya dii mata kanan bagian bawah kelopak mata, sayaa sudahh mencoba obati dengan tradisional seperti memakai bawang putih dan daun sirih tapi tidak mengempes jugaa, ituu kira" kenapa ya dok apa yang saya harus lakukan? Terima kasih

Lihat Lainnya