Pusing karena Hujan, Itu Mitos atau Fakta?

Mungkin orang tua Anda dulu sering mengingatkan salah satu penyebab pusing adalah karena guyuran air hujan. Apakah itu didukung oleh fakta medis?
Pusing karena Hujan (Foto: Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin Anda adalah satu dari sekian banyak orang yang percaya bahwa pusing bisa terjadi karena kehujanan. Jangan asal percaya, tetapi Anda mesti tahu bagaimana sebenarnya fakta medisnya. Dari KlikDokter, dr. Nadia Octavia dari KlikDokter mencoba meluruskan hal ini.

“Pusing yang kata orang-orang sering muncul setelah kehujanan sebetulnya adalah sakit kepala,” katanya.

Baca Juga

Ya, pusing dan sakit kepala itu berbeda. “Pusing yang sebetulnya dalam medis adalah pusing berputar atau vertigo,” kata dr. Nadia lagi.

Juga dari KlikDokter, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti turut menambahkan bahwa pada dasarnya tidak ada kaitan secara langsung antara sakit kepala dan kehujanan. Daya tahan tubuh juga memiliki pengaruh yang besar.

“Air hujan akan membuat suhu tubuh lebih dingin, terutama di daerah kepala. Kondisi ini membuat tubuh berusaha mengeluarkan energi lebih besar untuk mengurangi rasa dingin ini. Inilah yang dapat memicu sakit kepala. Jika sistem imun tubuh kuat, itu tak akan terjadi,” dr. Astrid menjelaskan.

“Mandi setiap hari tidak membuat Anda merasa pusing, kan? Yang membedakan hanya tekanan udara yang rendah selama hujan, Nantinya dapat membuat seseorang lebih mudah kedinginan dan demam, sehingga berakibat pada munculnya sakit kepala,” jelasnya lagi.

Artikel Lainnya: Olahraga Saat Musim Hujan, Kenapa Tidak?

1 dari 3

Sering Kehujanan? Waspadai Ini

Wanita Kehujanan (Foto: Shutterstock)
loading

Penyakit yang sering timbul di musim hujan salah satunya adalah flu, yaitu infeksi virus influenza yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Umumnya, flu bisa sembuh sendiri dengan istirahat cukup.

Gejalanya seperti berikut ini, yakni demam, pilek, batuk, nyeri otot, nyeri sendi, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Gejala lebih berat biasanya terjadi pada pasien dengan daya tahan tubuh yang lemah, lansia, atau mengidap penyakit kronis.

“Virus flu bisa dengan mudah menular lewat udara. Pada musim hujan, orang lebih banyak berada di dalam ruangan, sehingga kontak dengan banyak orang jadi lebih sering. Akibatnya, jika dalam satu ruangan ada yang sedang flu, maka bisa dengan mudah menular ke orang lain.” Demikian dijelaskan oleh dr. Nadia.

Selain flu, hipotermia juga perlu diwaspadai. Hipotermia terjadi saat suhu tubuh turun secara drastis. Kondisi ini dapat membahayakan penderitanya. Jika normalnya suhu tubuh seseorang berada di kisaran 37 derajat Celcius, saat hipotermia, suhu tubuh berada di bawah 35 derajat Celcius.

Meski biasanya hipotermia banyak dialami oleh para pendaki gunung, tapi kondisi ini juga bisa terjadi saat musim hujan. Dijelaskan oleh dr. Astrid, tubuh akan mengaktifkan pengaturan suhu inti dalam tubuh agar stabil di kisaran 37 derajat Celcius.

Bila suhu cukup ekstrem, sistem kerja tubuh bisa kewalahan. Inilah mungkin terjadi bila seseorang banyak beraktivitas di luar ruangan saat musim hujan, sering kehujanan, terutama ketika suhu udara menjadi lebih dingin dan berangin.

Tanda-tanda hipotermia yang perlu dicermati antara lain: menggigil, kulit berubah menjadi pucat (putih atau biru lebam), penurunan konsentrasi, sulit untuk berpikir jernih, berbicara dengan tidak jelas, dan yang paling parah adalah ketika seseorang mengalami penurunan kesadaran.

Artikel Lainnya: Amankah Menelan Air Hujan?

2 dari 3

Sering Kehujanan? Ini Tipsnya agar Tidak Mudah Sakit

Usai Kehujanan, Pilih Mandi Air Hangat atau Air Dingin? (Valery-Bareta/Shutterstock)
loading

Agar tidak mudah sakit saat musim hujan, apalagi jika kerap hujan-hujanan, lakukan beberapa kiat di bawah ini.

  1. Segera Mandi dan Keramas Setelah Kehujanan

“Temperatur air hujan biasanya lebih dingin dibandingkan dengan suhu tubuh. Jika kepala tersiram air hujan, maka suhu yang ditimbulkan akan memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah di kepala. Akibatnya, Anda bisa mengalami sakit kepala,” ujar dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter.

Kata dr. Adeline lagi, air hujan juga mengandung berbagai bahan kimia dan polusi. Apabila tidak segera dibersihkan, kehujanan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, yang salah satunya adalah gatal-gatal pada kulit.

  1. Rajin Cuci Tangan dan Cuci Kaki

Cuci tangan dan cuci kaki secara rutin untuk membunuh kuman yang menempel di tangan dan kaki yang terpapar benda kotor, cipratan lumpur, air kotor, atau habis menerobos banjir.

  1. Jangan Menyentuh Wajah Terlalu Sering

“Sebagian besar virus atau kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mata, dan mulut. Cobalah untuk selalu membawa tisu basah atau hand sanitizer di dalam tas, sehingga jika tangan kotor, Anda bisa segera membersihkannya,” dr. Adeline menyarankan.

  1. Lindungi Tubuh

Air hujan mengandung banyak zat kimia dan polutan, sehingga mengandung banyak kuman. Untuk melindungi diri, sebaiknya saat hujan gunakan jaket atau pakaian berlengan panjang, atau payung. Saat musim hujan, ini pun jadi saat terbaik untuk mengeluarkan sepatu bot Anda dari rak sepatu.

  1. Konsumsi Makanan Bernutrisi

Dokter Adeline menganjurkan Anda untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral seperti dari buah dan sayur. Bila tak yakin dapat memenuhinya, Anda bisa mengonsumsi suplemen.

Baca Juga

 

  1. Jangan Begadang

“Tidur terlalu larut bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. Hindari begadang agar daya tahan tubuh terjaga dan tidak mudah sakit,” pungkas dr. Adeline.

Musim hujan memang kerap dikaitkan dengan datangnya banyak penyakit, termasuk pusing kepala. Untuk menghindari hal tersebut, lakukanlah keempat hal di atas setiap kali sedang hujan. Sebisa mungkin jangan sampai kehujanan dan terapkan pola hidup sehat agar Anda dan keluarga terhindar dari penyakit.

(RN/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk