Penanganan Cedera pada Hidung

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 26 May 2015, 22:14 WIB
Apa tanda dan gejala yang terjadi jika tulang hidung patah? Bagaimana penanganannya yang tepat? Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Penanganan Cedera pada Hidung

Afrin Semprot Hidung

KlikDokter.com - Hidung Anda terkena tendangan bola saat bermain sepak bola? Atau Anda tak sengaja menabrak pintu kaca di pusat perbelanjaan?

Cedera pada hidung dapat terjadi akibat kecelakaan saat berolahraga, terjatuh, menabrak sesuatu, kecelakaan kendaraan bermotor, terlibat dalam perkelahian, dan lain-lain. Bentuk cedera pada hidung dapat bermacam-macam, mulai dari bengkak, memar, perdarahan, sampai patah tulang hidung.

Berikut adalah tanda dan gejala yang terjadi jika tulang hidung patah:

  • Nyeri.
  • Bengkak di area hidung dan sekitarnya.
  • Keluar darah dari lubang hidung.
  • Memar di hidung dan mata.
  • Bentuk hidung menjadi bengkok.
  • Sulit bernapas.
  • Keluar lendir dari hidung.
  • Hidung terasa tersumbat.

Jika Anda mengalami cedera pada hidung dan mengalami hal-hal di atas, segeralah lakukan hal di halaman selanjutnya berikut ini:

1 of 2

Penanganan Cedera pada Hidung

Afrin Semprot Hidung

Jika Anda mengalami cedera pada hidung dan mengalami hal-hal di atas, segeralah lakukan hal berikut ini:

  • Bernapaslah melalui mulut dan posisikan wajah dan tubuh ke depan untuk mengurangi jumlah darah yang mungkin tertelan.
  • Kompres hidung dengan es batu segera setelah kejadian, setidaknya 4 kali sehari selama dua hingga empat hari ke depan untuk mengurangi bengkak.
  • Jika hidung terasa nyeri, Anda dapat mengonsumsi obat antinyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol, ibuprofen, dan lain-lain.
  • Jika ingin berbaring, jagalah posisi kepala Anda agar sedikit mendongak ke atas (Anda bisa memakai dua bantal atau lebih untuk mendapatkan posisi ini).
  • Jangan melakukan olahraga apapun selama dua minggu pertama, dan hindari olahraga yang berisiko menimbulkan cedera setidaknya selama satu bulan.

Jika gejala patah tulang hidung yang Anda alami ringan dan dapat ditangani sendiri di rumah, sebenarnya kunjungan ke dokter tidak terlalu dibutuhkan. Namun jika Anda juga mengalami cedera kepala atau leher, kesulitan bernapas, perdarahan hidung yang tidak kunjung berhenti, keluar cairan bening encer dari lubang hidung, dan perubahan bentuk hidung yang signifikan, Anda sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter.

Pemeriksaan rontgen dan CT scan tidak selalu diperlukan. Jika dokter mencurigai adanya kelainan lain yang menyertai keluhan hidung Anda, barulah pemeriksaan tersebut dilakukan.

Tulang hidung yang patah tidak selalu membutuhkan operasi. Pada kasus yang ringan, bentuk hidung dapat diperbaiki dengan cara manual. Namun cara tersebut baru dapat memberikan hasil yang optimal jika dilakukan dalam waktu 14 hari setelah cedera. Semakin cepat, semakin baik. Untuk kasus yang tidak dapat ditangani dengan cara manual, barulah dilakukan operasi. 

Lanjutkan Membaca ↓