Cara Membedakan Antara Sakit Kepala, Migrain, dan Vertigo

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 06 Oct 2015, 10:06 WIB
Mungkin sebagian dari Anda masih bingung mengenai perbedaan sakit kepala, migrain, dan vertigo. Kenali lebih lanjut gejalanya di sini.
Cara Membedakan Antara Sakit Kepala,  Migrain, dan Vertigo

KlikDokter.com - Secara medis, sakit kepala dikenal sebagai  cephalgia, yakni suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala. Kadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas disebut juga sebagai sakit kepala. Jenis penyakit ini termasuk ke dalam keluhan yang sering diutarakan oleh pasien.

Secara umum nyeri kepala dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder.

Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang muncul akibat respons terhadap stres (baik fisik maupun psikis) tanpa didasari oleh penyakit lain sebagai penyebab. Nyeri kepala primer dapat dibagi menjadi tiga jenis:

  • Tension Headache

Merupakan jenis nyeri kepala yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien. Gejala-gejalanya berupa rasa sakit pada kedua sisi kepala, seperti terikat kencang dan terkadang rasa sakitnya sampai ke leher. Biasanya nyeri kepala jenis ini disebabkan oleh stres, kelelahan, kurang tidur, atau otot tegang.

  • Cluster Headache

Merupakan nyeri kepala pada daerah sekitar mata atau di belakang mata. Rasanya seperti tertusuk-tusuk dan biasanya disertai dengan gejala lain, seperti hidung tersumbat, mata merah dan berair di salah satu mata yang sakit. Umumnya cluster headache lebih banyak diderita oleh pria.

  • Migrain

Merupakan nyeri kepala berdenyut di salah satu sisi kepala, yang biasanya berlangsung selama beberapa jam. Penderita migrain juga biasanya sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau.

Selain itu, ada lagi istilah nyeri kepala sekunder. Halaman berikutnya penjelasan selengkapnya.

1 of 2

Cara Membedakan Antara Sakit Kepala, Migrain, dan Vertigo

Neuralgin Rhema

Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala yang disertai dengan gejala gangguan saraf, seperti kejang-kejang, mata juling, penglihatan ganda, dan kelemahan pada salah satu alat gerak. Nyeri kepala sekunder dapat disebabkan oleh adanya kelainan patologis pada otak. Kelainan ini dapat berupa tumor otak, stroke, trombosis (sumbatan pada arteri), hipertensi berat, infeksi otak, atau kelainan pembuluh darah otak seperti aneurisma dan artiriovenous malformation. Nyeri kepala jenis ini harus diwaspadai dan mendapatkan penanganan medis dengan segera.

Segeralah berkonsultasi kepada dokter apabila sakit kepala didukung dengan beberapa kondisi, seperti memiliki riwayat penyakit kronis lain seperti tekanan darah tinggi, jantung, stroke, dan diabetes; terjadi nyeri kepala yang sangat hebat; keluhan nyeri kepala tidak hilang dengan obat-obatan yang biasa diminum; dan nyeri terjadi pada daerah wajah atau di sekitar mata.

Selain sakit kepala yang telah disebutkan di atas, ada satu jenis sakit kepala yang berbeda dari beberapa sakit kepala yang sudah disebutkan yaitu vertigo.

Vertigo berasal dari bahasa Yunani, yakni vertere yang artinya memutar. Gejala vertigo yang paling utama adalah penderita merasa seolah-olah dirinya atau benda di sekitarnya bergerak atau berputar, walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.

Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer; kelainan pada telinga juga sering menyebabkan vertigo. Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, dokter THT-KL biasanya akan melakukan pemeriksaan elektronistagmografi. 

Lanjutkan Membaca ↓