search

Minum Teh Bisa Atasi Osteoporosis?

Teh biasanya dikaitkan dengan antioksidan yang bisa mencegah penuaan. Tapi, benarkah teh juga bermanfaat untuk penderita osteoporosis?
Minum Teh Bisa Atasi Osteoporosis?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit osteoporosis biasanya dikenal luas sebagai pengeroposan tulang. Kondisi ini disebabkan oleh penyerapan tulang yang lebih besar dibandingkan dengan pembentukannya. Hal ini akan menyebabkan penurunan kepadatan tulang, penurunan kualitas tulang, dan peningkatan risiko terjadinya patah tulang.

Nah, ada yang mengatakan bahwa minuman teh dapat membantu mengatasi osteoporosis? Apakah benar? 

Teh telah banyak digunakan pada bidang medis karena mengandung antioksidan seperti catechin, thearubigin, theaflavin, dan flavonoid lainnya. Konsumsi teh juga memberikan manfaat yang baik pada beberapa penyakit, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, Parkinson, dan beberapa jenis kanker. 

Lalu, bagaimana dengan manfaat teh untuk osteoporosis? Mari simak selengkapnya dalam artikel berikut. 

1 dari 3

Kandungan Teh yang Baik untuk Osteoporosis

Teh
loading

Berdasarkan sebuah pembahasan dari beberapa penelitian, meminum teh khususnya teh hijau dapat mengurangi pengeroposan tulang pada lansia sehingga akan menurunkan risiko patah tulang akibat osteoporosis. 

Penelitian lain menyebutkan bahwa pada wanita lebih tua yang meminum teh, mereka memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak minum teh. Penemuan ini tidak bergantung dengan status merokok, penggunaan terapi pengganti hormon, minum kopi, atau tambahan susu pada teh.

Artikel lainnya: Manfaat Minum Teh Kamomil yang Perlu Anda Tahu

Hubungan antara minum teh (tidak tergantung dari jenis teh) dan kepadatan mineral tulang juga dilaporkan pada wanita yang sudah menopause di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Denmark, dan Jepang, serta di antara laki-laki dan perempuan di Asia. 

Efek protektif dari teh pada tulang mungkin disebabkan oleh unsur-unsur fungsionalnya. Kandungan yang penting dari teh adalah green tea polyphenol (GTP), yang sudah terkenal akan kemampuan antioksidan yang mampu menangkap dan mendetoksifikasi spesies oksigen reaktif. 

GTP ini mampu meningkatkan aktivitas osteoblas (pembentuk tulang) dan menghambat pembentukan osteoklas (penyerap tulang), yang pada akhirnya dapat mencegah osteoporosis.

Sementara itu, kandungan penting lainnya dari teh adalah kafein. Kafein ini telah dilaporkan memiliki efek buruk pada tulang. Disebutkan dalam sebuah penelitian bahwa mengonsumsi kafein lebih dari 300 mg/hari dapat mempercepat pengeroposan tulang pada tulang belakang wanita lanjut usia postmenopause. 

Selain itu, kafein juga dapat mengurangi penyerapan kalsium di usus dan mendorong pengeluaran kalsium dari tubuh sehingga akan menyebabkan hilangnya kalsium tulang. Padahal kalsium adalah salah satu komponen penting yang dibutuhkan tulang. 

Namun, walaupun teh mengandung baik polifenol dan kafein, kandungan polifenol adalah 25–35 persen dari teh kering sedangkan kafein hanya 2–4 persen. Oleh karena itu, hal ini menjelaskan bahwa mengapa teh bermanfaat bagi osteoporosis walaupun memiliki kandungan kafein.

Artikel lainnya: 7 Manfaat Teh Putih bagi Kesehatan

2 dari 3

Tips Minum Teh yang Sehat

Ilustrasi Wanita Minum Teh
loading

Tips untuk minum teh, khususnya teh hijau, adalah dengan memperhatikan suhu atau temperatur air yang digunakan untuk membuat teh. Suhu ini merupakan faktor penting untuk mengeluarkan kualitas dari teh. 

Apabila terlalu panas, teh akan terasa pahit dan aromanya tidak akan keluar. Sedangkan bila air terlalu dingin, rasa teh tidak akan keluar dengan maksimal dari daun teh. 

Karena teh hijau mengandung banyak jenis, suhu yang digunakan akan berbeda-beda tergantung dari jenisnya. 

Contohnya untuk jenis gyokuro menggunakan suhu 50 hingga 60 derajat Celsius, jenis sencha menggunakan suhu 70 hingga 80 derajat Celsius, sedangkan bancha dan genmaicha menggunakan suhu 80 hingga 90 derajat Celsius. 

Menyeduh teh biasanya hanya memerlukan 1 hingga 3 menit. Dan umumnya, teh Jepang yang berbentuk bubuk membutuhkan waktu yang lebih sebentar dibandingkan teh Cina yang memiliki daun yang lebih lebar.

Baca Juga

Ingin mengetahui info kesehatan lainnya atau menanyakan manfaat teh untuk kesehatan tulang Anda? Tanyakan langsung kepada dokter-dokter kami dengan menggunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Gratis, lho!

[NWS]

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat