Contoh Stimulasi Perkembangan Anak Sesuai Usia
searchtext customer service

Stimulasi yang Tepat Sesuai Usia Anak

Anak membutuhkan stimulasi yang sesuai dengan usianya untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. Berikut penjelasan lengkap mengenai stimulasi untuk anak.
Stimulasi yang Tepat Sesuai Usia Anak

Klikdokter.com, Jakarta Pertumbuhan dan perkembangan merupakan aspek yang sangat penting diperhatikan oleh orang tua kepada anaknya. Untuk itu, anak perlu mendapatkan stimulasi yang sesuai demi tumbuh kembang yang maksimal. 

Sebenarnya, apa pengertian dari stimulasi? Stimulasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk merangsang perkembangan anak dengan melibatkan panca indra dan motoriknya. 

Stimulasi dilakukan pada empat ranah utama perkembangan, yaitu motorik kasar, motorik halus, bicara/bahasa, dan personal sosial. Selain itu, stimulasi kognitif, keterampilan berpikir, serta kreativitas juga perlu dilakukan.   

Berikut ini contoh stimulasi perkembangan anak yang perlu diperhatikan oleh orang tua.

Tahapan Stimulasi Anak Usia 1-2 Tahun

Tahapan Stimulasi Anak Usia 1-2 Tahun

Pada usia ini, anak tumbuh dan berubah dengan cepat. Dari belajar berjalan dan kemudian berlari. Dari belajar menumpuk kubus serta mengambil benda-benda kecil. Dari mulai dapat menyebut beberapa kata dan mengerti perintah sederhana.

Untuk memenuhi kemampuan tersebut, disarankan bagi orang tua untuk mengajak bayi berbicara sesering mungkin. Karena dengan mendengar suara orang tuanya, akan membantu kemampuan berkomunikasi anak. 

Orang tua juga dapat melatih bayi untuk tengkurap. Hal ini membantu memperkuat otot leher dan bahu si Kecil, serta membantunya mendapat kekuatan untuk berguling, duduk, merangkak, dan akhirnya berjalan.

Artikel Lainnya: Mana Lebih Bahaya untuk Bayi, Overstimulasi atau Kurang Stimulasi? 

Segera bertindak bila bayi menangis. Dengan menggendong dan membuat diam bayi yang menangis, akan membangun hubungan yang kuat antara bayi dengan orang tua dan ini sangat bagus untuk dilakukan apalagi untuk orang tua baru.

Untuk anak berusia 12 bulan hingga 2 tahun, mereka membutuhkan tidur yang cukup, nutrisi yang baik, dan hubungan yang dekat dan dicintai oleh orang tua. 

Bentuklah rutinitas untuk membuat anak merasa aman. Persiapkan lingkungan rumah yang aman untuk dijelajahi oleh anak.

Tahapan Stimulasi Anak Usia 2-3 Tahun

Tahapan Stimulasi Anak Usia 2-3 Tahun

Ketika memasuki usia 2-3 tahun, perkembangan anak akan semakin kompleks. Mereka biasanya sudah memiliki setidaknya 50 kosakata yang bisa mereka ingat serta berbicara kalimat-kalimat sederhana. 

Selain itu, mereka juga sudah bisa menaiki dan menuruni tangga, bahkan berlari menendang bola. Dari aspek motorik halus, anak sudah mulai dapat mencoret-coret dan menggambar garis. 

Pada usia ini, untuk menstimulasi perkembangan anak, orang tua dapat melatihnya untuk menyebutkan berbagai nama warna, teman, diajarkan untuk menyikat gigi, buang air besar atau kecil di toilet, serta menggambar sebuah bentuk. 

Berikan berbagai mainan, misal bola, untuk perkembangan motoriknya. Sering bacakan buku agar ia tertarik pada buku. 

Biasanya pada usia yang hampir menginjak 3 tahun, anak dapat mulai diberikan stimulasi dengan tujuan mempersiapkan diri pada dunia sekolah. 

Jadi, orang tua bisa mengenalkan bagaimana cara memegang pensil yang benar, mengajarkan berhitung, mengenal huruf dan angka, serta melakukan berbagai perintah secara mandiri.

Tahapan Stimulasi Anak Usia 3-5 Tahun

Tahapan Stimulasi Anak Usia 3-5 Tahun

Anak berusia 3 hingga 5 tahun adalah usia pra-sekolah. Mereka tumbuh menjadi lebih mandiri dan merasa ingin tahu karena dunia mereka menjadi lebih luas seperti mendapatkan teman baru, pengalaman baru, lingkungan yang baru seperti sekolah. 

Pada usia ini, untuk menstimulasi tumbuh kembang anak, ajarkan mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah sederhana. 

Dari aspek motorik kasar, anak sudah seimbang saat berlari bahkan sudah bisa menaiki sepeda roda tiga. Dari aspek motorik halus, anak sudah mulai dapat belajar menggambar bentuk bahkan menggambar huruf atau angka. 

Sementara dari aspek bicara dan bahasa, anak sudah lebih jelas dan teratur saat berbicara. 

Artikel Lainnya: Floor Time, Efektifkan Stimulasi Otak Anak

Tetap konsisten untuk menunjukkan perilaku apa yang orang tua ingin dari mereka. Bicaralah dengan menggunakan bahasa mereka. Bantu menyelesaikan masalah anak bila mereka sedang emosi. 

Di usia ini pula, teman-teman mereka akan lebih penting dan memberikan banyak pengaruh. Kepercayaan diri anak juga akan dipengaruhi oleh tantangan akademik dan sosial dari lingkungan sekolah.

Tahapan Stimulasi Anak Usia 5-6 Tahun

Tahapan Stimulasi Anak Usia 5-6 Tahun

Pada usia ini, anak sudah lebih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, mandi, berpakaian, dan toilet training. 

Dari aspek motorik kasar, anak sudah jauh lebih seimbang saat berjalan, berlari, menaiki tangga, dan melompat. Dari aspek motorik halus, anak sudah lebih mahir menggambar dan menulis serta sudah dapat belajar memainkan alat musik. 

Lalu dari aspek bicara dan bahasa, pemahaman anak juga sudah lebih kompleks dan daya analisisnya lebih tajam.

Sebagai orang tua, untuk menstimulasi perkembangan anak usia 5-6 tahun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 

Orang tua perlu mengatur keseimbangan antara menjaga mereka tetap aman, menaati peraturan, memperbolehkan mereka mengambil keputusan dan mendorong mereka untuk mengambil tanggung jawab lebih. 

Seimbangkan waktu antara bermain, belajar, dan beristirahat agar ia tetap bahagia dan tidak stres. 

Mereka tetap membutuhkan orang tua untuk menentukan batasan dan mendorong kebiasaan yang sehat. Jadi, pastikan orang tua selalu memberikan contoh yang baik sehingga stimulasi anak jadi positif.

Lihat minat dan bakat anak. Biasanya pada usia ini anak sudah menunjukkan bakat tertentu. Selanjutnya kembangkan bakat anak dengan latihan dan kursus agar ia lebih terlatih pada minat dan bakat tersebut. 

Baca Juga

Itulah tahap-tahap perkembangan anak sesuai usia serta stimulasi yang perlu dilakukan. 

Periksakan perkembangan anak secara berkala setiap berkunjung ke dokter. Hal ini penting untuk mengetahui apakah perkembangan anak sesuai dengan usia mereka. 

Hubungan orang tua-anak yang kuat, nutrisi yang baik, cukup tidur, serta lingkungan rumah dan sekolah yang mendidik akan membantu anak berkembang dengan baik.

Bila punya pertanyaan seputar topik ini, gunakan fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter. Orang tua juga dapat mengecek tumbuh kembang anak lewat Kalender Tumbuh Kembang.

[RS]

ARTIKEL TERKAIT

Tips Mendidik Si Kecil Agar Tidak Manja

Spesialis
18 Mar

Biskuit Bayi Membantu Pertumbuhan Gigi Anak? Ini Faktanya

Spesialis
08 Feb

Optimalkan Pertumbuhan Anak yang Alergi di Masa 1000 HPK

Spesialis
01 Des

Delapan Mitos Alergi Anak, Bagaimana Faktanya?

Spesialis
05 Nov

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat