Waspada, Infeksi Jamur Juga Bisa Terjadi di Kulit Kepala

Oleh dr. Nadia Octavia pada 05 Apr 2016, 10:49 WIB
Infeksi jamur ternyata tidak hanya dapat terjadi di kulit tubuh manusia, tetapi juga dapat terjadi di kulit kepala. Berikut pembahasan terkait infeksi jamur di kulit kepala oleh dr. Nadia Octavia.
Waspada, Infeksi Jamur Juga Bisa Terjadi di Kulit Kepala

Apakah kulit kepala Anda sering gatal-gatal walaupun sudah keramas? Atau, rambut Anda mudah rontok? Hati-hati, bisa jadi Anda mengalami infeksi jamur di kulit kepala.

Jamur di kulit kepala atau tinea capitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur di kulit kepala, alis, dan bulu mata. Jamur di kulit kepala ini disebabkan oleh jamur golongan dermatofita.

Gejala yang timbul akibat infeksi jamur di kulit kepala sangat beragam, misalnya:

  • Kebotakan area tertentu di kulit kepala. Biasanya terjadi peradangan, gatal dan bersisik
  • Rasa gatal di kulit kepala
  • Terdapat pustul, atau benjolan kecil berisi nanah di kulit kepala
  • Munculnya ketombe
  • Jika infeksi jamur di kulit kepala sudah parah dapat menyebabkan kerion atau pembengkakan pada area tertentu di kulit kepala, disertai demam dan pembengkakan kelenjar di leher

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan jika Anda mengalami infeksi jamur di kulit kepala, antara lain:

  • Jika memungkinkan, buang atau disinfeksi benda-benda yang terkontaminasi spora jamur, misalnya topi, sisir, bantal, selimut dan gunting. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi berulang dan mencegah terjadinya penularan infeksi ke orang lain.
  • Hindari untuk bertukar atau menggunakan secara bergantian barang-barang yang bersifat pribadi, seperti handuk, sisir, ataupun handuk. Selain itu, cucilah barang pribadi milik Anda secara rutin agar kebersihan barang pribadi Anda terjaga dan memperkecil kemungkinan Anda terserang infeksi jamur.
  • Gunakan obat atau krim antijamur secara rutin untuk mencegah infeksi berlanjut
  • Jika binatang peliharaan Anda merupakan sumber infeksi jamur, bawalah binatang peliharaan Anda ke dokter hewan untuk diobati

Jika infeksi jamur yang terjadi tidak ditangani dan bertambah parah, maka terdapat risiko terjadinya jaringan parut permanen dan kebotakan yang menetap di kulit kepala, bahkan setelah diberikan terapi. Selain itu, infeksi jamur juga bisa menyebabkan terjadinya infeksi sekunder oleh bakteri.

Namun, apabila infeksi jamur sudah terjadi, Anda disarankan untuk segera berkunjung ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Untuk penanganan infeksi jamur di kulit kepala, dokter biasanya akan memberikan obat topikal yang dioles – seperti krim antijamur yang memiliki kandungan clotrimazole, serta obat minum.

Obat minum yang diberikan biasanya adalah griseofulvin, terbinafine, itraconazole dan fluconazole. Selain obat minum, pasien juga biasanya akan diberikan dan dianjurkan untuk menggunakan sampo dan krim antijamur untuk menyingkirkan spora jamur di rambut dan permukaan kulit kepala. Sampo yang diberikan biasanya mengandung selenium sulfida, ketoconazole dan krim terbinafine.

Imaz YudhianaImaz Yudhiana

Dok,,sy mau tanya anak sy kok ga sembuh sembuh y luka d kpalanya malah makin lebar padahal udh berobat tp ga ada perubahan,,kira kira obat ap y dok biar cpet sembuh dn mkann ap yng ga boleh d mkn Mksh...

Rusmi PkyRusmi Pky

Dok anak sya kok udh sembuh tapi obatnya habis kaambuh lagi Dok ada Bintik2 Dalamnya ada nanahnya lagiii..sebenarnya konsumsi obatnya itu selamat berapa hari atau minggu Dok.. Ank saya umur 6 tahun laki2 beratnya 16kg sangat aktf. Sampo ya apa namanya Dok mohon Infonya

SupriSupri

Sampo merk apa kah yang hruus saya pakai dan di mna saya bisa mndapatnkan sampo tersebut?