Bolehkah Mengelupaskan Kulit yang Kering?

Oleh dr. Melyawati Hermawan Sp.KK pada 08 Jun 2016, 14:28 WIB
Mengelupaskan kulit yang kering rasanya sudah tidak asing lagi untuk dilakukan. Namun sebenarnya, bolehkah mengelupaskan kulit yang kering? Berikut jawaban dr. Melyawati Hermawan, Sp. KK.
Bolehkah Mengelupaskan Kulit yang Kering?

  • Pilih bahan pengelupas yang tidak terlalu keras atau kasar

Di pasaran, banyak beredar produk kecantikan yang bisa digunakan untuk mengelupaskan kulit. Bijaksanalah dalam memilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit kering Anda. Produk dengan butiran scrub atau bahan pengelupas yang terlalu keras dapat menyebabkan kulit menjadi luka. Selain itu, hindari juga untuk menggunakan alat bantu, seperti batu apung ataupun loofah karena benda tersebut dapat dengan mudah menjadi sumber bakteri dan kuman.

Sebagai alternatif mengelupaskan kulit agar lebih aman, Anda dapat menggunakan kain lap bersih untuk membersihkan sel kulit mati. Untuk kulit yang sensitif dapat dipilih bahan kimiawi ringan yang diaplikasikan oleh dokter, contohnya asam salisil.

  • Jangan dilakukan terlalu sering

Kulit kering menyebabkan kulit mudah bersisik. Terkadang, sisiknya bisa sangat terlihat sehingga menggangu penampilan, belum lagi rasa tidak nyaman hingga rasa gatal yang ditimbulkan. Hal ini sering kali diperparah dengan usaha mengelupaskan kulit (eksfoliasi) setiap hari. Over-exfoliating atau mengelupaskan kulit secara berlebihan dapat menyebabkan kulit iritasi dan menjadi lebih kering.

Frekuensi eksfoliasi sebaiknya disesuaikan dengan tipe kulit dan metode eksfoliasi yang dipilih. Satu atau dua kali dalam seminggu dengan eksfoliasi sendiri yang dilakukan di rumah sudah cukup untuk kulit kering, terutama pada area sensitif, seperti wajah. Sementara untuk prosedur agresif yang perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter, biasanya akan dilakukan lebih jarang, yakni sekitar 1 atau 2 kali dalam sebulan.

  • Jangan menggosok terlalu kuat

Lakukan eksfoliasi secara halus. Jangankan kulit kering, kulit normal saja bila digosok terlalu kuat dapat menjadi iritasi, kemerahan, dan bahkan muncul luka. Jadi sebaiknya lakukan eksfoliasi kulit dengan hati-hati, terutama untuk Anda dengan masalah kulit kering.

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah untuk selalu mengaplikasikan pelembap atau mandi dengan sabun berpelembap segera setelah melakukan pengelupasan kulit. Pelembap diperlukan untuk menggantikan minyak alami kulit yang hilang akibat proses pengelupasan kulit mati yang telah dilakukan sebelumnya. Pasalnya, setelah eksfoliasi lapisan kulit mati yang menumpuk akan berkurang sehingga kulit akan menyerap pelembap dengan lebih baik.

Jadi, kulit kering sekalipun masih tetap bisa mendapatkan efek baik dari eksfoliasi. Namun tentu, tindakan eksfoliasi yang dilakukan tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi kulit kering tersebut. Bila perlu, kunjungi dokter spesialis kulit untuk membantu memilih tindakan eksfoliasi yang baik untuk kulit kering Anda.

Maulana HafifMaulana Hafif

selamat siang. apa berlaku juga terhadap kulit kepala dok? bagaimana dengan kulit kepala yg kering hampir seluruh permukaan kulit kepala? apa boleh mengelupas dengan tangan sendiri?