Minyak Krill vs Minyak Ikan, Mana yang Lebih Baik?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 19 Sep 2016, 11:25 WIB
Konon minyak krill jauh lebih baik ketimbang minyak ikan. Benarkah?
Minyak Krill vs Minyak Ikan, Mana yang Lebih Baik?

Selain minyak ikan, kini ada pula suplemen yang mengandung minyak krill. Banyak informasi yang menyatakan bahawa minyak krill jauh lebih baik ketimbang minyak ikan. Benarkah demikian?

Minyak Ikan vs Minyak Krill

Selama ini, minyak ikan sudah dikenal sebagai sumber nutrisi yang tinggi. Kandungan asam lemak omega-3 pada minyak ikan terbukti sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. 

Sedangkan minyak krill  berasal dari krill (Euphausia superba), yaitu sejenis udang kecil yang hidup di laut Antartika. Hewan ini biasanya menjadi makanan bagi hewan-hewan laut. Namun krill juga dapat dikonsumsi oleh manusia sebagai makanan maupun minyak olahan.

Minyak krill kaya akan asam lemak tak jenuh omega-3, EPA (eicosapentaenoic acid), dan DHA (docosahexaenoic acid). Asam lemak omega-3 telah diteliti bermanfaat untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung dengan menurunkan kadar trigliserida dan tekanan darah.

Minyak ikan dan minyak krill sama-sama mengandung EPA dan DHA yang tinggi. Perbedaannya, pada minyak ikan asam lemak omega-3 disimpan dalam bentuk trigliserida. Sedangkan pada minyak krill, sebesar 30-60% asam lemaknya disimpan dalam bentuk fosfolipid –terutama phosphatidylcholine.  Ini membuat minyak krill lebih mudah diserap saluran pencernaan. Di samping itu, minyak krill memiliki bioavailibitas yang lebih baik dari minyak ikan sehingga dosis suplementasi yang dibutuhkan lebih rendah dibandingkan dengan minyak ikan untuk menghasilkan efek yang sama.

Selain asam lemak omega-3, krill juga mengandung astaxanthin yang merupakan antioksidan kuat. Astaxanthin adalah zat yang dapat membantu mempertahankan kolesterol baik (HDL) dalam darah dan mengurangi kadar trigliserida. Pada beberapa penelitian, astaxanthin terbukti dapat mencegah kerusakan sel-sel kulit akibat paparan sinar ultraviolet A yang diketahui dapat menimbulkan kerutan pada kulit.

Selain bermanfaat bagi kulit, beberapa studi membuktikan bahwa minyak krill juga bermanfaat untuk meringankan gejala radang sendi –seperti rheumatoid artrtitis dan osteoartritis. Penelitian dari Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa 300 mg minyak krill sehari dapat menghambat peradangan dan mengurangi gejala artritis dalam 7-14 hari. Ini membuat minyak krill sangat baik untuk dikonsumsi secara rutin dan teratur, agar tubuh tetap terjaga kesehatannya. 

(NB/RH)