Amankah Konsumsi Minyak Hati Hiu?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 12 Okt 2016, 11:00 WIB
Minyak hati hiu memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Tapi, amankah minyak hati hiu bagi ibu hamil dan menyusui?
Amankah Konsumsi Minyak Hati Hiu?

Minyak hati hiu merupakan suplemen yang berasal dari organ hati ikan hiu. Hati hiu memiliki berat kira-kira 25% dari total berat badan secara keseluruhan.

Manfaat Minyak Hati Hiu

Sejak tahun 1916, minyak hati hiu sudah digunakan oleh para nelayan Skandinavia untuk pengobatan. Mulai dari masalah kulit hingga kanker. Seiring bertambahnya waktu, banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui lebih dalam mengenai manfaat minyak hati hiu. Berikut di antaranya:  

  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Memperlancar pencernaan
  • Menambah stamina dan mengurangi kelelahan
  • Menjaga kesehatan kulit dan sendi
  • Memelihata kesehatan pernapasan
  • Mempercepat penyembuhan luka dan meminimalkan pembentukan jaringan parut

Penelitian Seputar Minyak Hati Hiu

Beberapa penelitian melaporkan adanya penurunan tekanan darah pada orang yang mengonsumsi suplemen minyak hati hiu. Penelitian lain menyatakan bahwa mengonsumsi suplemen minyak hati hiu secara rutin dapat mengurangi risiko serangan jantung. Tapi ingat, suplemen ini hanyalah obat tambahan untuk mengurangi risiko, bukan sebagai pengganti obat jantung utama yang disarankan dokter.

Lalu, bagaimana dengan efek sampingnya?Pada penelitian lain disebutkan, konsumsi suplemen minyak hati hiu dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kolesterol jahat dan risiko perdarahan. Selain itu, walaupun belum ada penelitian yang menunjukkan bahaya suplemen minyak hati hiu pada wanita hamil dan menyusui, sebaiknya Anda tetap waspada dengan menghindarinya.

Apabila Anda alergi terhadap ikan, disarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen minyak hati hiu. Terjadi beberapa kasus syok anafilaksis dan kemerahan di kulit akibat reaksi alergi terhadap suplemen ini, walaupun sangat jarang terjadi.

Jadi, amankah mengonsumsi minyak hati hiu? Jawabannya adalah ya, asalkan sesuai dosis yang dianjurkan dan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Baca Juga: