Minyak Krill: Baikkah untuk Suplemen Harian?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 07 Nov 2016, 11:03 WIB
Minyak krill merupakan bentuk minyak ikan yang telah disempurnakan. Baikkah untuk dikonsumsi sebagai suplemen harian? Baca jawabannya di sini!
Minyak Krill: Baikkah untuk Suplemen Harian?

Kini minyak krill banyak dikonsumsi orang untuk kesehatan. Manfaatnya memang besar. Apalagi, kandungan asam lemak omega-3 pada minyak krill lebih efektif dibandingkan minyak ikan biasa. Selain itu, minyak krill juga mengandung astaksantin yang merupakan antioksidan kuat.

Minyak krill umumnya tersedia dalam bentuk suplemen. Suplemen minyak krill sangat baik untuk dikonsumsi pada pagi hari. Hal ini dikarenakan minyak krill dapat menstimulasi energi dan memperbaiki mood, sehingga bagus untuk digunakan sebelum memulai aktivitas harian.

Dosis yang Tepat

Berapa dosis minyak krill yang harus dikonsumsi setiap hari? Dosis ini mesti disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang –yang tentunya berbeda-beda. Serta melihat pada berat badan, usia, tinggi, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan seseorang. Karena itu, alangkah baiknya jika Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Beberapa penelitian menyarankan konsumsi 500 mg minyak krill untuk mempertahankan kondisi kesehatan. Jika Anda tidak memiliki penyakit spesifik tertentu atau sehat, dosis ini sudah cukup. Namun, jika menginginkan kesehatan yang optimal untuk jangka panjang, Anda bisa mengonsumsi minyak krill sebesar 1.000 mg.

Jika Anda memiliki masalah seperti tingkat kolesterol yang tinggi atau nyeri sendi, dokter akan menganjurkan untuk mengonsumsi minyak krill hingga 2.000 mg per hari. Anak-anak hingga usia 18 tahun disarankan mengonsumsi 500 mg minyak krill per hari. 

Sebelum Mengonsumsi

Minyak krill bisa menimbulkan efek samping yang tak diinginkan, sama seperti minyak ikan lainnya. Efek samping tersebut bisa berupa bau mulut, sensasi terbakar di dada, mual, mag, dan diare.

Selain itu, hindarilah minyak krill saat hamil dan menyusui. Memang belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut, tapi bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Beberapa orang yang alergi terhadap seafood juga dapat mengalami alergi ketika mengonsumsi minyak krill.

Jika Anda akan menjalani operasi, hindari penggunaan minyak krill minimal 2 minggu sebelum operasi. Minyak krill dapat memperlambat proses pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan selama dan setelah operasi berlangsung.

Anda tidak perlu khawatir terhadap kandungan merkuri pada krill. Ukuran krill yang sangat kecil menjadikan mereka rendah akan konsentrasi merkuri, jika dibandingkan dengan ikan besar (hiu, tuna, dll).

Minyak krill sangat aman untuk dijadikan sebagai suplemen harian. Tapi ingat, perhatikan dosisnya dengan benar sebelum dikonsumsi. Semoga bermanfaat!

[RS/RH]

?Baca Juga: