Perbedaan Minyak Krill dan Minyak Ikan

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 21 Dec 2016, 14:30 WIB
Banyak yang menyandingkan minyak krill dan minyak ikan. Namun, apa sebenarnya perbedaannya? Manakah yang lebih memberikan manfaat?
Perbedaan Minyak Krill dan Minyak Ikan

Pernah mendengar tentang krill? Krill merupakan sejenis udang yang menjadi bahan baku utama minyak krill.

Hewan ini hidup di lautan benua Antartika, dan berada di bawah rantai makanan. Hal ini membuat krill tidak terpapar polutan, baik dari lingkungan hidupnya maupun makanannya.

Berbeda dengan ikan. Beberapa ikan yang hidup di laut dangkal rentan terkontaminasi polutan. Begitu juga dengan ikan laut dalam, yang biasanya mengonsumsi ikan lain yang bisa saja sudah terkontaminasi polutan.

Bagaimana dengan kandungan omega-3 di dalam minyak krill maupun minyak ikan? Omega-3 pada minyak krill tersimpan dalam bentuk fosfolipid, yang merupakan bentuk yang ‘bersahabat’ dengan tubuh. Selain itu, omega-3 pada minyak krill bisa langsung diserap dan digunakan oleh tubuh.

Tidak seperti omega-3 pada minyak ikan yang terikat pada trigliserida, sehingga harus melalu pemrosesan untuk menjadi DHA dan EPA. Karena perbedaan ini, minyak krilll lebih mudah diserap tubuh, sehingga 10-15 kali lebih efisien dibanding minyak ikan.

Selain mengandung omega-3, minyak krill juga mengandung astaksantin yang merupakan antioksidan kuat. Hal ini membuat minyak krill menjadi lebih stabil. 

Berbeda dengan minyak ikan yang tidak stabil dan mudah teroksidasi seiring waktu. Astaksantin juga dapat membantu mempertahankan kolesterol HDL (kolesterol ‘baik) dalam darah dan mengurangi trigliserida.

Terakhir dan yang tidak kalah penting, studi menyatakan bahwa minyak krill lebih ampuh hingga 48 kali dibandingkan dengan minyak ikan. Artinya, hanya dengan mengonsumsi sedikit minyak krill, manfaat yang didapatkan bisa tidak jauh berbeda dengan mengonsumsi minyak ikan dalam jumlah banyak.  

Bagaimana, sudah siap beralih ke minyak krill untuk hidup lebih sehat?

[RS/RH]

Baca Juga: