Apakah Minyak Krill Bisa Gantikan Omega-3?

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 21 Des 2016, 15:00 WIB
Krill sangat kaya akan segudang manfaat, salah satunya omega-3. Namun, apakah konsumsi minyak krill dapat menggantikan omega-3 dari sumber lainnya?
Apakah Minyak Krill Bisa Gantikan Omega-3?

Krill –hewan kecil laut dalam Antartika– sangat kaya akan segudang manfaat, salah satunya omega-3. Namun, apakah konsumsi minyak krill dapat menggantikan omega-3 dari sumber lainnya?

Selama bertahun-tahun, berbagai penelitian telah menunjukkan kebaikan yang diberikan oleh asam lemak omega-3. Omega-3 diyakini dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, hipertensi, radang, dan lain-lain. Meski demikian, tidak banyak yang menjelaskan omega-3 mana yang sebaiknya dikonsumsi.

Secara umum omega-3 dibagi menjadi beberapa komponen, yaitu ALA, EPA, dan DHA. DHA tentu sudah sering Anda dengar manfaatnya. Sedangkan EPA dan ALA belum setenar ‘saudara’nya DHA.

EPA dan DHA dapat ditemukan pada hewan laut dan merupakan bentuk omega-3 yang paling mudah diserap tubuh. Sementara itu, ALA dapat ditemukan pada produk nabati, seperti kacang kedelai dan alga.

ALA biasanya menjadi sumber omega-3 alternatif pada vegetarian. Meski demikian, penyerapan omega-3 dalam bentuk ini tidak sebaik EPA dan DHA.

Sebelumnya masyarakat telah akrab dengan ikan-ikan seperti salmon dan tuna sebagai sumber minyak ikan. Namun, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya industri, minyak ikan mulai ditinggalkan.

Penyebabnya adalah karena adanya potensi kontaminasi polutannya yang cukup tinggi. Inilah yang memicu peneliti untuk mencari alternatif sumber omega-3.

Minyak Krill sebagai Alternatif

Minyak krill merupakan sumber alternatif lain dari minyak ikan untuk asupan omega-3. Seperti minyak ikan, minyak krill mengandung asam lemak tak jenuh omega-3, EPA, dan DHA.

Bahkan, EPA dan DHA pada minyak krill hadir terikat dengan fosfolipid, yang membuatnya lebih baik dari EPA dan DHA pada minyak ikan. Perbedaan struktur ini membuat EPA dan DHA pada minyak krill lebih mudah diserap oleh tubuh daripada minyak ikan.

Sebuah studi pada tahun 2007 menemukan bahwa konsumsi minyak krill 300 mg sehari dapat menurunkan gejala inflamasi dan nyeri sendi pada penderita artritis.

Studi lain menyatakan bahwa minyak krill memberikan manfaat yang sama besarnya dengan sumber omega-3 lain, dalam dosis konsumsi yang jauh lebih rendah. Artinya, Anda tidak perlu mengonsumsi minyak krill sebanyak Anda mengonsumsi minyak ikan untuk mendapatkan manfaat yang sama.

Kini, minyak krill dapat menjadi alternatif pilihan Anda untuk memenuhi kebutuhan omega-3. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi minyak krill.

[RS/RH]

Baca Juga: