Apa yang Membuat si Kecil Melakukan Bullying?

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 22 Feb 2018, 11:01 WIB
Bunda pasti sering khawatir jika si Kecil ditindas oleh teman-temannya. Namun, bagaimana jika si Kecil yang justru mem-bully teman-temannya?
Apa yang Membuat si Kecil Melakukan Bullying? (Lopolo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bullying atau penindasan adalah tindakan menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan, baik secara fisik maupun emosional, yang dilakukan berulang kali. Bullying dapat berupa ejekan, pengabaian, tidak mengikutsertakan pihak lain dalam aktivitas, mengatakan sesuatu yang buruk tentang seseorang (termasuk memanggil dengan nama julukan), memukul, atau mengambil barang kepunyaan orang lain.

Ada beberapa gejala yang bisa dikenali jika si Kecil termasuk seorang penindas. Misalnya tendensi si Kecil membicarakan orang lain secara negatif atau agresif, memiliki barang-barang yang bukan miliknya, atau sesederhana memerhatikan bagaimana si Kecil berinteraksi dengan teman-temannya.

Berbagai alasan dapat menjadi penyebab si Kecil suka menindas. Menemukan sumbernya dapat membantu Bunda menyelesaikan masalah ini. Berbagai kemungkinan yang melatarbelakangi perilaku bullying si Kecil antara lain:

  • Si Kecil mencontoh perilaku menindas dari berbagai hal yang dilihatnya setiap hari. Misalnya dari acara televisi atau video game dengan konten kekerasan dan penindasan, perilaku tetangga, atau bahkan bisa juga si Kecil mencontoh perilaku Bunda dan/ atau Ayahnya.
  • Si Kecil kurang mendapat perhatian atau tertindas. Sering kali jika si Kecil merasa kurang diperhatikan, tidak memiliki kuasa di lingkungan rumah, merasa tidak penting, dan tidak memiliki suara, reaksi si Kecil mungkin akan berusaha menindas orang lain di lingkungan yang berbeda. Akibatnya, si Kecil mem-bully anak lain untuk mendapatkan kuasa atau perhatian yang diinginkannya.
  • Si Kecil terlalu dimanja. Jika terbiasa mendapat apa yang ia inginkan, kemungkinan si Kecil akan merasa berkuasa dan berhak untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya di lingkungan luar rumah. Misalnya di sekolah atau di tempat bermain, tanpa memedulikan hak anak-anak lain.
  • Si Kecil kekurangan empati. Si Kecil biasanya kurang memahami rasa empati terhadap orang lain sehingga cenderung mendominasi, posesif, dan senang dengan kekuasaan.
  • Si Kecil memiliki rasa percaya diri rendah. Menindas adalah cara tidak sehat bagi si Kecil untuk merasa lebih percaya diri.

Jika sekiranya Bunda mengetahui sumber penyebab si Kecil memiliki perilaku bullying, lakukan langkah-langkah ini untuk membantu menghilangkan perilaku tersebut pada si Kecil:

  • Berusaha memahami situasi dan alasannya. Sebelumnya telah dijelaskan berbagai kemungkinan alasan si Kecil suka menindas. Dengarkan saat si Kecil menceritakan kejadian penindasan tersebut, sehingga Bunda dapat lebih mudah memahami penyebab perilakunya itu.
  • Ajarkan si Kecil mengenai bullying. Jelaskan apa itu bullying, contoh-contoh tindakannya, serta dampak negatifnya pada korban. Ajarkan juga untuk berempati ¬†terhadap orang lain, khususnya teman-temannya, dengan berusaha membuat si Kecil memahami perasaan korban yang ditindas.

Jika si Kecil menerima dan memahami hal ini, dorong si Kecil untuk bertanggung jawab dan meminta maaf terhadap korbannya. Tekankan bahwa tindakan bullying tidak bisa ditolerir dan akan ada sanksi yang menanti jika si Kecil melakukannya lagi.

  • Bantu si Kecil untuk memikirkan tindakan alternatif penindasan. Misalkan, jika si Kecil suka mengambil mainan anak lain, ajarkan untuk berbagi atau bergantian memakai mainan tersebut.
  • Untuk membantu mengajarkan empati, coba bermain peran dengan si Kecil. Beri ia peran sebagai korban penindasan.
  • Berikan contoh yang baik di rumah. Hindari bergosip, berkata kasar, atau menjelekkan orang lain di rumah. Awasi juga tontonan dan video game si Kecil. Jangan sampai lupa untuk memberikan pujian jika berperilaku baik, seperti saat si Kecil menunjukkan kasih sayang.
  • Bekerja sama dengan pihak sekolah. Tunjukkan pada si Kecil bahwa Bunda dan pihak sekolah sama-sama menentang segala bentuk tindakan bullying.

Perilaku bullying yang dilakukan si Kecil memang bisa sangat mengkhawatirkan. Namun, jangan panik karena perilaku tersebut dapat diubah dengan bimbingan Ayah dan Bunda.

Meski begitu, jika hal-hal di atas sudah dilakukan dan perilaku bullying masih berlanjut, mungkin yang di butuhkan adalah bantuan dari tenaga ahli, seperti konselor atau psikolog anak. Jangan ragu untuk mengambil langkah tersebut demi membentuk pribadi si Kecil yang lebih baik.

(RN/ RH)