Pemeriksaan yang Diperlukan di Kehamilan Trimester 1

Oleh dr. Grace Valentine pada 22 Feb 2018, 17:57 WIB
Ketahui pemeriksaan yang Anda perlukan pada kehamilan trimester 1 di bawah ini.
Pemeriksaan yang Diperlukan di Kehamilan Trimester 1 (Alexander Raths/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pemeriksaan antenatal yang baik dapat memberikan informasi mengenai kesehatan ibu hamil selama masa kehamilan, terutama pada trimester 1. Idealnya, pemeriksaan ditujukan untuk mendeteksi dini gangguan pada kehamilan. Misalnya kelainan pada janin, diabetes kehamilan atau preeklampsia.

Pada kunjungan pertama pemeriksaan antenatal, dokter atau bidan akan  melakukan skrining riwayat penyakit yang mungkin dapat berdampak pada kehamilan. Tak hanya itu, tapi juga untuk mengetahui riwayat kehamilan Anda sebelumnya, riwayat menstruasi, dan riwayat penyakit kandungan lain.

Selain itu, akan dilakukan juga evaluasi seputar gaya hidup dan penggunaan obat-obatan yang biasa Anda konsumsi. Pemeriksaan fisik menyeluruh seperti menilai indeks massa tubuh, tekanan darah, pemeriksaan payudara dan panggul secara umum pun penting untuk dilakukan.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dokter atau bidan akan memastikan apakah ada atau tidak kehamilan di dalam kandungan, usia kehamilan, dan taksiran persalinan.

Pada kehamilan trimester 1, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium darah yang meliputi:

  • Golongan darah

Golongan darah ini termasuk golongan darah rhesus. Faktor rhesus adalah faktor yang diturunkan berupa protein spesifik yang ditemukan pada permukaan sel darah merah.

Faktor ini penting bagi ibu hamil dengan rhesus negatif dan ayah bayi dengan rhesus positif. Kehamilan dengan kondisi ini membuat sang ibu membutuhkan terapi tambahan untuk mencegah gangguan pada kehamilan.

  • Hemoglobin

Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang ada di dalam sel darah merah. Protein ini berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan dan membawa karbondioksida dari jaringan ke paru-paru.

Kadar hemoglobin rendah atau disebut anemia dapat meningkatkan risiko berat janin rendah dan persalinan prematur.

  • Pemeriksaan kekebalan tubuh (imunitas)

Dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi tertentu, seperti rubella dan cacar air (varicella).

  • Pemeriksaan infeksi hepatitis B, sifilis, HIV

Bila perlu, juga akan dilakukan pemeriksaan Chlamydia dan gonorrhea. Selain itu, pemeriksaan urine untuk deteksi infeksi saluran kemih pun penting untuk dilakukan.

Untuk deteksi dini kelainan janin pada trimester 1, dapat dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi dan pemeriksaan darah. Bahkan bila perlu, pemeriksaan genetik fetal DNA yang lebih canggih juga bisa dilakukan.

Diskusikan pilihan pemeriksaan yang dapat dilakukan tersebut, akurasi, keuntungan, kerugian masing-masing pemeriksaan tersebut dengan dokter kandungan. Berikut beberapa panduan untuk Anda:

  • Pemeriksaan ultrasonografi. Skrining down sindrome dengan pengukuran tebal kulit dibagian leher janin (nuchal translucency) pada usia kehamilan 11–14 minggu kehamilan.

Selain down sindrome, ultrasonografi juga dapat mendeteksi kelainan janin lain, seperti kelainan bentuk kepala (anensefali).

  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini dapat dikombinasikan dengan pemeriksaan ultrasonografi untuk mendapatkan akurasi lebih tinggi dalam deteksi down sindrome.
  • Pemeriksaan genetik fetal DNA (Non-invasive Prenatal Testing/NIPT). Ini merupakan pemeriksaan untuk deteksi kelainan genetik janin dengan memeriksa fetal DNA yang ada dalam sirkulasi ibu. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada usia kehamilan > 10 minggu.

Pemaparan di atas cukup menjelaskan bahwa pada masa kehamilan trimester 1, Anda membutuhkan pemeriksaan yang cukup lengkap karena berkaitan dengan pertumbuhan awal janin. Jadi, yuk lakukan pemeriksaan secara lengkap untuk perlindungan yang maksimal.

[NP/ RH]

Lestari TriLestari Tri

apa bisa waktu usg dikatakan tk ada tnda"kehamilan tp waktu tes urine positif hml apakh positif bs diktkan blm tentu hml

Deden SuwandiDeden Suwandi

哈入手

Deden SuwandiDeden Suwandi

哈入手

Lihat Lainnya