Mendidik Anak Bungsu agar Tidak Manja

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 28 Feb 2018, 15:48 WIB
Mendidik anak bungsu kadang membutuhkan sentuhan yang berbeda dengan anak sulung.
Mendidik Anak Bungsu agar Tidak Manja (noBorders Brayden Howie/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Beda urutan lahir, akan beda pula sifatnya. Begitu kira-kira anggapan orang selama ini. Umumnya anak sulung dianggap memiliki ego yang tinggi, anak tengah berkarakter pembangkang, sedangkan sifat manja identik dengan anak bungsu. Apa benar demikian?

Terlepas dari sifat berdasarkan urutan kelahiran, karakter seseorang sendiri terbentuk dari usia 3 tahun sampai 10 tahun. Karakter ini kemudian berkembang dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, seperti pola pengasuhan dan peran lembaga pendidikan. Oleh karena itu, tak setiap anak bungsu akan menjadi manja dan lebih memberontak. 

  • Pola pengasuhan Bunda

Keluarga merupakan tempat pertama yang memengaruhi kepribadian si Kecil. Jika keluarga memiliki pola pengasuhan yang permisif, si Kecil pun akan cenderung manja karena sebagian besar keinginannya dipenuhi oleh Bunda. Ada yang menganggap pola asuh ini sebagai bentuk kasih sayang, padahal nyatanya dapat bersifat destruktif pada karakter si Kecil.

  • Peran lembaga pendidikan

Pengaruh kedua yang memberikan peranan cukup besar pada kepribadian si Kecil adalah lembaga pendidikan tempatnya bermain dan belajar setiap hari. Oleh karena itu, dalam memilih sekolah untuk si Kecil, Bunda harus lebih selektif dan mempertimbangkan apakah kurikulumnya sudah sesuai dengan aturan atau pedoman yang diyakini keluarga.

Lalu, bagaimana caranya mendidik anak bungsu agar tidak menjadi manja?

  • Hindari selalu membantu si Kecil

Niatnya mungkin ingin membantu si Kecil agar tidak kesulitan. Namun, Bunda yang terlalu sering memberikan bantuan malah dapat membuat si Kecil cenderung bergantung, bahkan manja.

Cobalah untuk tidak terlalu ‘ikut campur’. Bunda dapat menerapkannya dari hal-hal yang sederhana dulu. Misalnya saat si Kecil bermain. Usahakan untuk tidak membantu si Kecil membereskan mainan setelahnya. Biarkan ia bertanggung jawab kepada mainannya dan merapikannya sendiri ke tempat semula.

  • Tak harus selalu dituruti

Mewujudkan kasih sayang kepada si Kecil bukan berarti dengan menuruti semua keinginannya. Semakin dini Bunda menerapkan aturan untuk tidak mengiyakan kemauan si Kecil, maka ia akan belajar mandiri dan bertanggung jawab untuk memenuhi keinginannya dengan usahanya sendiri.

  • Pola asuh yang sepaham

Sering ada kasus di mana Ayah bilang iya, sementara Bunda bilang tidak. Hindari hal-hal seperti ini sejak awal.

Pola asuh antara Ayah dan Bunda harus sepaham dan ‘sepaket’. Jadi, saat Ayah sedang tegas maka Bunda pun harus sama tegasnya, sehingga si Kecil tidak cenderung bermanjaan kepada salah satu pihak.

  • Ciptakan komunikasi yang baik

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam membina hubungan dengan si Kecil sampai dewasa nantinya. Sepulang kerja, Anda dapat mengobrol dengan si Kecil, menanyakan tentang keseharian, teman-temannya, dan sebagainya.

Selain dapat membantunya membuka diri, hal ini juga dapat mencegahnya untuk menjadi manja karena kurang perhatian atau sebab lainnya.

Setiap anak terlahir unik dengan karakter dan kemampuan masing-masing. Anak bungsu pun tak selamanya lugu, manja, dan lebih memberontak. Namun, agar si Kecil tidak tumbuh menjadi anak yang manja, Bunda dapat membantu membentuk karakternya dengan empat kiat yang sudah dijelaskan.

[RS/ RH]