6 Tips Cegah Mag Kambuh Saat Puasa di Bulan Ramadan

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 13 Jun 2018, 17:41 WIB
Jangan sampai sakit mag menjadi penghalang Anda untuk puasa di bulan Ramadan. Lakukan enam tips ini untuk mencegahnya.
6 Tips Cegah Mag Kambuh Saat Puasa di Bulan Ramadan (Suttipun/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penderita sakit mag, jenis makanan dan waktu makan harus sangat diperhatikan untuk mencegah kekambuhan atau perburukan penyakit mag—selain konsumsi obat berdasarkan obat yang disarankan oleh dokter. Berpuasa –termasuk di bulan Ramadan, yang mana terjadi perubahan waktu makan secara signifikan, sudah pasti dapat membuat penerita mag was-was akan kambuhnya mag.

Lantas, adakah tips untuk mencegah mag kambuh saat puasa?

Sakit mag yang mengganggu

Siapa yang tidak kenal dengan sakit mag? Mag merupakan istilah umum untuk menggambarkan gangguan pada lambung. Gangguan mag menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau sekitar ulu hati yang sifatnya berulang dan kronis.

Sekitar 25 persen populasi umum mengalami mag setiap tahunnya. Tentu saja ini dapat mengganggu aktivitas dan menyebabkan penderitanya harus benar-benar memperhatikan pola makannya.

Sakit mag dalam bahasa kedokteran disebut dengan gastritis, yang artinya peradangan pada mukosa (dinding bagian dalam) lambung. Sakit mag dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terlambat makan, mengonsumsi makanan pedas dan asam, mengonsumsi obat pereda nyeri atau kortikosteroid dalam jangka waktu lama, stres, merokok, infeksi bakteri, dan sebagainya.

Gejala sakit mag dapat bervariasi, dari yang ringan hingga berat. Apabila Anda mengalami gejala nyeri atau perih pada ulu hati atau perut kiri atas, kram perut, mual, muntah, perut kembung dan rasa begah, sering buang angin, kehilangan nafsu makan, dada terasa terbakar atau panas, serta mulut terasa pahit, kemungkinan besar Anda terkena penyakit mag.

Penyakit mag jangan sampai menghalangi Anda untuk berpuasa. Untuk mencegah mag kambuh, perhatikan enam hal ini:

1. Perhatikan ini saat sahur

Makan sahur adalah hal yang wajib bagi penderita mag yang ingin berpuasa. Ini dikarenakan makan sahur dapat menyiapkan energi selama berpuasa dan mencegah lambung dalam keadaan kosong.

Kekeliruan yang sering dilakukan oleh banyak orang saat sahur adalah mengonsumsi makanan dalam jumlah yang terlalu banyak, apalagi makanan yang tinggi lemak dan langsung tidur lagi setelah selesai makan sahur.

Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan tinggi lemak dapat membuat perut kembung, begah, dan pada sebagian orang dapat menyebabkan diare. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks (naiknya asam lambung dari lambung ke kerongkongan), yang menyebabkan gejala heartburn (panas di dada, pahit atau asam di mulut, dan sesak napas).

Sedangkan langsung tidur setelah sahur dapat meningkatkan sekresi asam lambung. Pada akhirnya hal ini dapat membuat proses pencernaan berjalan menjadi lebih lambat dan menyebabkan perasaan lapar saat bangun tidur.

Selain itu, usahakan untuk mengonsumsi lebih banyak serat saat sahur karena dapat membuat Anda tidak cepat lapar.

2. Jangan lakukan ini saat berbuka puasa

Hindari langsung menyantap makanan utama dalam porsi besar ketika berbuka. Saat tiba waktu berbuka, Anda disarankan untuk minum air hangat atau teh manis hangat terlebih dahulu. Minuman manis dapat membantu menormalkan kadar gula dalam tubuh setelah berpuasa seharian dan minuman manis tersebut akan mudah diserap tubuh. Hindari minuman dingin karena dapat membuat perut nyeri.

Setelah itu, Anda dapat mengonsumsi takjil dalam porsi yang secukupnya, seperti buah kurma, kolak pisang, dan lain-lain. Hindari minuman es atau minuman dingin sebelum Anda selesai menyantap makanan utama.

Setelah berbuka, Anda masih boleh makan tapi tidak dianjurkan makan makanan yang terlalu ‘berat’. Pastikan untuk selesai makanan apa pun maksimal 3–4 jam sebelum tidur untuk menghindari lambung yang tidak nyaman dan gejala refluks.

3. Hindari jenis-jenis makanan ini

Ada beberapa pantangan makanan yang harus dikurangi–atau lebih baik lagi dihindari–oleh penderita sakit mag. Contohnya makanan asam seperti jeruk, lemon, dan tomat, makanan pedas, serta makanan yang terlalu berbumbu karena dapat merangsang lambung.

Selain itu, minuman dan makanan yang dapat menimbulkan banyak gas seperti minuman bersoda dan sayuran tertentu seperti kol, sawi, brokoli, dan kembang kol juga harus dibatasi.

Kurangi atau berhenti makan makanan yang berlemak seperti aneka gorengan dan makanan yang kandungan gulanya tinggi. Selain itu, cobalah untuk berhenti merokok dan membatasi kafein agar sakit mag tak mudah kambuh.

4. Konsumsi obat

Apabila sakit mag yang Anda alami cukup mengganggu dan tidak dapat diatasi hanya dengan menjaga pola makan, Anda dapat mengonsumsi obat mag 15–30 menit sebelum sahur dan berbuka.

Ada beberapa pilihan obat mag, yaitu antasida yang dijual secara bebas, dan obat yang hanya dapat dibeli melalui resep dokter. Apa pun obat yang Anda konsumsi, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

5. Kelola stres dengan baik

Stres merupakan pemicu mag yang sering kali tidak disadari. Ketika stres tidak diadaptasi baik oleh otak, maka hipotalamus akan mengaktifkan sistem hormonal otak yang melibatkan jaras hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA-Axis) yang produk akhirnya adalah hormon stres (kortisol). Hormon ini mempunyai fungsi membalikkan keadaan normal fisiologis dari tubuh.

Hormon kortisol akan membuat peningkatan gula darah, peningkatan denyut jantung, menurunkan produksi antibodi, meningkatkan asam lemak dalam darah, memperlambat kerja lambung, dan meningkatkan produksi asam lambung. Tak heran keluhan sakit mag dapat muncul.

6.     Jaga kebersihan lingkungan

Meski tidak diketahui secara pasti bagaimana bakteri H. pylori penyebab infeksi lambung menyebar, tapi penyebarannya diduga kuat terjadi dari lingkungan maupun makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Sebagai langkah pencegahan, lindungi diri dari infeksi saluran cerna penyebab mag kronis dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan hanya mengonsumsi makanan yang telah dimasak dengan matang.

Melakukan langkah-langkah yang dapat mencegah mag kambuh saat berpuasa sangat penting untuk menjaga kualitas puasa, kesehatan secara umum, sekaligus aktivitas Anda sehari-hari.

Jika sakit mag yang Anda alami tergolong berat, kronis, bahkan menimbulkan perdarahan lambung (dapat diketahui dari endoskopi maupun adanya darah kehitaman di feses), segera periksakan diri ke dokter. Begitu juga jika sakit mag memburuk saat Anda puasa Ramadan dan gejala yang timbul tak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat mag.

(RN/ RH)