Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Program Bayi Tabung

Oleh dr. Grace Valentine pada 10 Jul 2018, 16:00 WIB
Program bayi tabung bisa menjadi solusi untuk pasangan yang kesulitan memiliki momongan. Jika Anda dan pasangan tengah menimbang opsi ini, ketahui apa saja persiapan yang perlu dilakukan.
Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Program Bayi Tabung (Polkadot_photo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki momongan adalah impian sebagian besar pasangan suami istri. Sayangnya, tidak semua pasangan bisa dengan mudah mendapatkan anak. Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan salah satu jalan keluar bagi pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan keturunan.

Program bayi tabung sendiri merupakan sebuah metode pengambilan sperma dan sel telur untuk dipertemukan di luar organ wanita agar terjadi pembuahan. Setelah matang dan terjadi pembuahan, maka akan dimasukkan kembali ke dalam rahim wanita. Tingkat keberhasilan program ini akan semakin tinggi asalkan berbagai faktor penunjangnya terpenuhi.

Setiap klinik bayi tabung memiliki angka kesuksesannya masing-masing, yang umumnya berkisar antara 33–55 persen, dan biasanya berkaitan dengan masalah fertilitas tiap pasangan, seperti masalah pada sperma, endometriosis, sindrom ovarium polikistik, usia, dan lain-lain.

Persiapan sebelum mengikuti program bayi tabung

Untuk meningkatkan keberhasilan program bayi tabung, langkah paling penting adalah mempersiapkan tubuh dan pikiran Anda dan pasangan untuk menjalani proses yang cukup panjang ini. Beberapa persiapan yang perlu dilakuakn sebelum mengikuti program bayi tabung antara lain:

  1. Pola makan sehat dan seimbang

Perubahan pola makan seimbang baiknya dilakukan minimal tiga bulan sebelum program dilakukan karena hal ini dapat membantu Anda untuk meningkatkan kesuburan.

Apa pun yang Anda konsumsi memengaruhi nutrisi, fungsi sel, fungsi hormon, dan tentunya kesuburan Anda dan pasangan. Makanan yang disarankan adalah menu diet seimbang dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein rendah lemak (lean protein), sayur, dan buah. Selain itu, pastikan asupan vitamin D harian. Defisiensi vitamin D berkaitan dengan luaran IVF yang kurang baik.

  1. Hindari stres

Pada studi yang dipublikasikan di jurnal “Human Reproduction” tahun 2014 menunjukkan bahwa stres berkontribusi terhadap infertilitas, meskipun tidak secara langsung. Tidak sedikit pasangan yang drop out dari program bayi tabung akibat stres. Oleh karena itu, Anda dan pasangan dapat mencari aktivitas atau hobi yang dapat dilakukan untuk menghindari stres selama menjalani proses bayi tabung.

  1. Akupunktur

Akupunktur merupakan salah satu cara untuk meningkatkan angka keberhasilan proses bayi tabung. Akupunktur dapat menuntukan stres, meningkatkan fungsi ovarium, sekaligus meningkatkan darah ke organ reproduksi. Banyak ahli menyarankan untuk melakukan metode pengobatan alternatif asal Tiongkok ini tiga bulan sebelum proses bayi tabung.

Studi menunjukkan bahwa wanita yang menjalani akupunktur sebelum dan sesudah transfer embrio memiliki angka keberhasilan mencapai 44 persen per siklus dibandingkan dengan 29 persen wanita tanpa menjalani akupunktur. Terapi lain seperti yoga, pijat, atau hipnoterapi juga mungkin dapat membantu, terutama dalam menurunkan stres.

  1. Olahraga

Indeks massa tubuh ideal berkisar antara 20–25. Bila IMT Anda lebih tinggi, maka dapat mengganggu fungsi hormonal. Olahraga merupakan salah satu cara yang baik untuk manajemen stres dan mencapai berat badan ideal. Meski demikian, ketika menjalani proses bayi tabung hindari olahraga yang berlebihan dan gerakan olahraga yang melibatkan otot perut seperti push-up. Lakukan olahraga intensitas sedang seperti joging, bersepeda, atau senam aerobik.

  1. Rokok, kafein, dan alkohol

Merokok memiliki dampak buruk pada kesehatan reproduksi. Pada pria, rokok menurunkan produksi dan kualitas sperma. Selain itu,s merokok juga meningkatkan risiko keguguran. Selama menjalani proses bayi tabung, pasangan sebaiknya menghindari rokok, alkohol, dan konsumsi kafein berlebih.

  1. Tidur cukup

Tidur secara teratur,  yaitu sebanyak 8 jam setiap harinya, tak hanya dapat mencegah penurunan daya tahan tubuh, tapi juga mampu meningkatkan produksi melatonin alami dalam tubuh. Melatonin merupakan syarat sehatnya perkembangan folikel. Meski begitu, hindari konsumsi suplemen melatonin karena terdapat efek hormonal di dalamnya.

Dikarenakan tingkat keberhasilan program bayi tergantung pada banyak faktor, lakukan persiapan sebaik mungkin dengan melakukan enam hal yang disebutkan di atas. Hal penting lainnya adalah selalu mengikuti semua anjuran dokter sebelum dan saat menjalani program bayi tabung demi meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

(RN/ RH)