5 Penyakit Menular yang Mengintai Anak Selama di Sekolah

Oleh dr. Andika Widyatama pada 19 Jul 2018, 16:08 WIB
Hari pertama sekolah usai liburan panjang sudah di depan mata. Waspadai berbagai penyakit menular yang dapat menyerang anak saat di sekolah.
5 Penyakit Menular yang Mengintai Anak Selama di Sekolah (GUNDAM_Ai/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Liburan sekolah telah usai. Sebagian waktu anak Anda akan kembali dihabiskan di sekolah. Meski tak selalu dapat mengawasi aktivitas si Kecil selama belajar dan bermain di sekolahnya, Anda perlu tahu berbagai jenis penyakit menular yang mungkin menyerang si Kecil ketika mulai masuk sekolah nanti.

Keramaian atau kumpulan anak-anak di sekolah dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit. Apa saja penyakit yang mengintai si Kecil di sekolah? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Selesma

Selesma atau common cold merupakan salah satu jenis infeksi virus pada saluran napas bagian atas (ISPA) yang cukup sering menyerang anak-anak. Anak-anak lebih berisiko mengalaminya karena daya tahan tubuhnya belum sesempurna orang dewasa.

Gejala yang muncul bisa berupa batuk, pilek, nyeri menelan, hingga demam ringan. Tapi, biasanya selesma dapat sembuh tanpa pengobatan khusus dalam 4–7 hari. Saat si Kecil terkena selesma, berikan banyak minum air putih dan minta ia beristirahat.

Bagaimana agar ia tak tertular selesma saat ada temannya yang sedang mengalaminya? Saat ada teman yang sakit batuk atau flu, minta si Kecil untuk menggunakan masker.

Ingatkan si Kecil untuk selalu menjaga kebersihan diri dan benda-benda di sekitarnya. Biasakan si Kecil untuk membersihkan barang-barang yang digunakan bersama temannya. Misalnya alat tulis atau buku.

Jangan lupa untuk mengajarkan si Kecil mencuci tangan menggunakan sabun secara teratur. Ingatkan ia untuk melakukannya terutama setelah berjabat tangan, sebelum menyentuh hidung dan mulut, serta sebelum mengonsumsi makanan.

  1. Diare

Sebenarnya diare merupakan suatu gejala yang bisa disebabkan oleh beberapa hal –seperti infeksi, alergi makanan, dan intoleransi laktosa.

Diare yang disebabkan oleh infeksi dapat menular ke orang lain. Agar anak Anda tak tertular, perbanyak asupan cairan hariannya. Bila anak terlanjur diare, berikan cairan oralit agar ia terhindar dari dehidrasi.

Biasanya diare berlangsung hingga tujuh hari dan gejalanya bisa hilang dengan sendirinya tanpa bantuan pengobatan khusus. Obat antidiare dapat diberikan untuk mengurangi gejala dan mempersingkat durasi diare.

Jika diare tak kunjung reda, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Dengan demikian, dokter dapat melakukan penanganan yang tepat sasaran. Obat antibiotik mungkin diperlukan jika diare disebabkan infeksi bakteri.

Biasakan si Kecil untuk mencuci tangan dengan sabun sebagai upaya pencegahan penularan diare saat di sekolah. Kuman pada feses dapat mengontaminasi makanan, tangan, air, hingga perlengkapan makan anak, dan akhirnya menyebabkan diare.

  1. Cacar air

Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini dapat menimbulkan gejala berupa demam dan timbulnya bentol di kulit yang terasa gatal. Biasanya cacar air dapat sembuh sendiri dalam 7–10 hari.

Pemberian obat penurun panas untuk demam dan obat antihistamin untuk gatal dapat meredakan gejala yang timbul. Meski demikian, pencegahan terbaik penyakit cacar air adalah pemberian vaksin.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cacar air sangat mudah menular. Ingatkan si Kecil agar menghindari bersentuhan langsung dengan temannya yang sedang terkena cacar air. Dengan demikian, ia akan terhindar dari paparan percikan liur temannya yang bisa menyebar saat bersin, batuk, maupun saat berbicara.

  1. Campak

Penyakit campak biasanya ditandai dengan gejala demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan muncul ruam merah pada kulit. Jika ada tanda-tanda tersebut pada si Kecil, segera periksakan ke dokter.

Pemberian obat penurun panas, vitamin A, dan istirahat cukup membantu mengatasi campak dalam 7–14 hari. Campak juga sangat mudah menular, serupa dengan cacar air. Upaya pencegahan bisa Anda lakukan dengan pemberian vaksin pada si Kecil.

  1. Gondongan

Penyakit yang disebabkan oleh virus paramyxovirus ini mudah menular. Biasanya gondongan akan sembuh dalam waktu sekitar 14 hari. Gejala yang biasa timbul berupa demam, pembesaran kelenjar liur yang terasa nyeri, badan lemas, dan nafsu makan menurun.

Gondongan ditularkan melalui percikan ludah yang berasal dari bersin atau batuk penderita gondongan. Penularan penyakit ini juga dapat terjadi saat bersentuhan langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita.

Pemberian vaksin menjadi upaya pencegahan yang penting dari penyakit gondongan. Jadi, ajak si Kecil untuk vaksin agar kebal terhadap virus penyebab gondongan.

Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan adanya berbagai penyakit menular yang mengintai saat si Kecil di keramaian seperti sekolah, ajarkan ia untuk menjalankan pola hidup sehat. Ingatkan selalu untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.

[NP/ RH]