5 Rekomendasi Nutrisi untuk Anak Sekolah

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 24 Jul 2018, 08:44 WIB
Anak sekolah membutuhkan nutrisi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otaknya.
5 Rekomendasi Nutrisi untuk Anak Sekolah (Monkey Business Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak ada anak yang sehat dan cerdas tanpa nutrisi yang baik dan seimbang. Untuk anak usia sekolah, pemberian nutrisi yang tepat harus menjadi perhatian utama para orang tua. Kategori usia anak sekolah adalah 6 sampai 12 tahun. Pada usia ini, anak membutuhkan makanan yang bergizi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Apalagi jika aktivitas sehari-hari mereka di sekolah cukup padat.

Nutrisi yang baik ini perlu untuk mendukung otak anak sehingga mereka mampu menangkap dan menyimpan ilmu dengan maksimal. Selain itu, nutrisi juga penting untuk menjaga kesehatan anak. Dalam jangka panjang, diet yang baik dapat mencegah penyakit seperti obesitas, diabetes, dan lainnya.

Nutrisi terbagi atas makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi didapat dari karbohidrat, protein, dan lemak. Porsi markonutrisi sebaiknya seimbang, yakni karbohidrat 55–60%, lemak <30%, dan sisanya adalah protein.

Karbohidrat yang baik adalah yang kompleks seperti serealia, roti gandum dan nasi merah. Usahakan memberikan anak lemak yang sehat. Namun, hindari terlalu membatasi lemak hingga <15–20% karena justru dapat menyebabkan gagal tumbuh. Sementara itu, protein dapat diperoleh dari protein hewani (daging, telur, produk susu, dan lain-lain) maupun protein nabati (kacang-kacangan, tempe, tahu, brokoli, dan lain-lain).

Mikronutrisi juga tidak kalah penting karena juga mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak. Berikut beberapa mikronutrisi yang penting disertakan dalam makanan anak:

  1. Kalsium

Kalsium baik untuk kesehatan tulang, gigi dan pertumbuhan. Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu dan produk olahannya seperti keju dan yoghurt. Kalsium juga bisa ditemukan pada produk non-susu seperti biji-bijian (chia dan wijen), makanan laut, sayuran hijau, kacang-kacangan, tahu dan sebagainya.

  1. Zat besi

Zat besi merupakan salah satu mikronutrisi yang esensial untuk sel darah merah. Sel darah merah penting untuk memberikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh termasuk otak. Zat besi dapat ditemukan pada daging merah, hati ayam, kacang-kacangan dan sayuran hijau.

  1. Kolin

Kolin berguna untuk membentuk sebuah neurotransmiter asetilkolin. Asetilkolin ini berperan dalam memori, suasana hati, kontrol otot, fungsi otak dan sistem saraf lainnya. Kolin dapat ditemukan pada telur, ikan, daging merah, ayam, kacang-kacangan, biji-bijian dan gandum utuh.

  1. Zink

Zink bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga tidak mudah sakit. Sumber zink adalah kacang-kacangan, ayam dan serealia. Kekurangan zink dapat menyebabkan anak gagal tumbuh. Namun, hindari memberikan zink terlalu banyak karena justru menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, nyeri perut, diare dan sakit kepala.

  1. Vitamin A

Vitamin A penting untuk kesehatan mata anak baik untuk penglihatan sehari-hari, warna dan malam hari. Selain itu, vitamin A dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi. Berikanlah anak vitamin A yang dapat ditemukan pada wortel, ubi, buah dan sayuran yang berwarna jingga.

Selain jenis makanan, jumlah makanan juga harus diperhatikan. Berikan anak makan besar 3 kali (pagi, siang dan malam) serta camilan sehat 2–3 kali sehari. Sertakan banyak variasi buah dan sayuran. Hal-hal yang harus dihindari adalah makanan cepat saji, minuman bersoda, dan minuman kalengan manis lainnya.

Untuk menunjang kesehatan anak, ajak juga mereka untuk rajin mencuci tangan setiap hari. Kebiasaan ini penting dilakukan sebelum makan untuk mengusir kuman dan bakteri, yang mungkin didapat anak dari sekolah atau tempat lainnya. Terlebih anak-anak termasuk golongan yang rentan terhadap infeksi kuman.

Cara mencuci tangan tak boleh sembarangan. Basahi tangan dengan air, lalu gosoklah dengan sabun antikuman, seluruh bagian tangan, telapak, punggung, sela sela jari dan kuku sebelum dibilas kembali dengan air. Selanjutnya, keringkan dengan handuk atau tisu bersih.

Selain sebelum makan, cuci tangan juga wajib dilakukan setelah menggunakan kamar mandi, setelah bermain dengan hewan peliharaan, setelah membuang ingus, setelah bersin, sebelum dan sesudah menjenguk orang sakit, setelah bermain di luar rumah dan saat mandi.

Anak yang sehat dan cerdas berawal dari nutrisi yang sehat pula. Nutrisi, baik makronutrien maupun mikronutrien, penting untuk anak sekolah agar mereka selalu berenergi dan tidak mudah sakit. Selain makanan bergizi, terapkan juga kebiasaan mencuci tangan untuk melindungi anak dari kuman dan bakteri.

[RS/ RH]