Anak Kembali Ke Sekolah, Perlukah Mengubah Nutrisinya?

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 30 Jul 2018, 11:19 WIB
Liburan telah usai dan anak pun kembali ke sekolah! Bu, jangan lupa untuk memperhatikan nutrisi anak agar ia dapat mengembangkan potensinya secara maksimal di sekolah!
Anak Kembali Ke Sekolah, Perlukah Mengubah Nutrisinya? (TAGSTOCK1/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Masa liburan sekolah segera berakhir. Artinya, sebentar lagi tahun ajaran baru akan dimulai. Berbagai aktivitas di sekolah dan kegiatan di luar sekolah sudah menunggu buah hati Anda. Oleh karena itu, kesehatan anak perlu diperhatikan agar ia bisa menjalani hari-harinya. Salah satu cara untuk memastikannya adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi lewat menu hariannya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

  1. Memastikan anak mendapat zat gizi yang lengkap

Setiap anak memerlukan zat gizi yang lengkap, baik makronutrien maupun mikronutrien. Contoh makronutrien adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara mikronutrien adalah vitamin dan mineral.

Salah satu cara memastikan anak mendapat zat gizi lengkap adalah dengan menyiapkan makanannya di rumah untuk dibawa ke sekolah. Bukan berarti makanan atau jajanan yang dijual di kantin sekolah sudah pasti tidak sehat, tapi anak memiliki kecenderungan belum mampu memilih makanan yang sehat dan baik untuk tubuhnya. Oleh karena itu, menyediakan bekal bisa menjadi cara untuk menyiasatinya.

  1. Mengontrol asupan makanan anak sehari-hari

Tahukah Anda bahwa obesitas kini telah menjadi salah satu masalah utama pada anak? Tahun 2016, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 41 juta anak yang mengalami obesitas di dunia. Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya diabetes dan sindrom metabolik lainnya.

Salah satu hal yang menyebabkan obesitas begitu banyak terjadi adalah karena konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula. Dengan membawa bekal dari rumah, anak akan terhindar dari jajanan yang tinggi gula (juga tinggi garam) sehingga dapat mencegahnya mengalami obesitas.

  1. Membiasakan pola makan sehat

Anak yang membawa bekal ke sekolah akan cenderung memiliki pola makan sehat di kemudian hari, terutama bila Anda selalu menyediakan buah dan sayur dalam bekalnya. Kebiasaan makan buah dan sayur sejak kecil akan membuat anak memiliki daya konsentrasi yang baik dan lebih berenergi.

Meski diketahui bermanfaat, tapi masih banyak orang tua yang masih merasa enggan menyiapkan bekal sekolah anak karena berbagai alasan. Mulai dari keterbatasan waktu, anak yang bosan makan bekal dari rumah, atau anak picky terhadap makanan. Ditambah lagi, anak cenderung lebih menyukai jajanan di luar dibandingkan makanan di rumah.

Nah, untuk membantu Anda, beberapa jenis makanan berikut dapat Anda sediakan sebagai sarapan atau bekal si Kecil ke sekolah agar ia tidak mudah bosan dan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.

  • Kacang-kacangan

Golongan kacang-kacangan seperit edamame, kacang rebus, termasuk olahannya seperti tahu dan tempe dapat Anda sediakan sebagai camilan atau pendamping makanan utama. Bahan makanan ini merupakan sumber protein nabati yang sangat baik bagi anak. Selain itu, kacang-kacangan juga kaya akan kalsium dan vitamin D yang dapat menyokong pertumbuhan tulang, gigi, dan menjaga daya tahan tubuh anak. Anak pun dapat melakukan berbagai aktivitas di sekolah tanpa khawatir mudah terserang penyakit.

  • Daging dan ikan

Daging dan ikan merupakan bahan makanan yang dapat menjadi sumber protein hewani. Selain itu, olahan daging dan ikan juga kaya akan zat besi yang mendukung perkembangan otak dan saraf anak. Anda bisa menyediakannya dalam bentuk bakso, sate, atau olahan lain yang digemari anak.

  • Sayuran hijau

Memberikan sayuran hijau memang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua karena tidak semua anak doyan makan sayur. Padahal, sayuran banyak sekali manfaatnya. Sayuran mengandung berbagai mikronutrien seperti vitamin dan mineral yang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil serta performanya di sekolah.

Sebagai alternatif, Anda dapat menyajikan sayur sebagai tumisan, dibentuk dalam karakter tokoh yang disukai anak, atau sebagai bagian dekoratif dalam nasi bento. Tidak perlu memaksakan anak makan sayur dalam jumlah banyak sekaligus, yang terpenting setiap hari anak mengonsumsi sayur.

  • Buah

Buah dapat menjadi pilihan camilan yang sehat bagi anak. Buah mengandung serat, kalori, dan vitamin, terutama vitamin E dan A yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat mencegah anak terserang penyakit.

  • Cairan

Cairan memang bukan bagian dari makanan, tetapi tidak kalah penting untuk dikonsumsi anak setiap hari. Anda harus memastikan anak tercukupi kebutuhan cairannya. Bekali anak dengan botol minum yang menarik dengan volume yang sesuai dengan kebutuhannya.

Selain dengan makanan, jangan lupa mengajari anak kebiasaan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sehabis makan pada beberapa waktu krusial. Misalnya saat tangannya kotor, sebelum menyentuh makanan, setelah ke kamar mandi, setelah membuang ingus, bersin, dan batuk, setelah bermain, setelah menyentuh barang-barang di rumah, setelah menyentuh binatang, sebelum dan sesudah menjenguk orang sakit, dan termasuk saat mandi. Semua ini penting agar anak tetap sehat dan senantiasa terhindari dari kuman pembawa penyakit.

Mempersiapkan dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang sudah kembali ke sekolah tidaklah sulit. Jenis-jenis makanan di atas bisa Anda jadikan sebagai acuan dalam memotivasi dan berkreasi untuk menyiapkan menu harian anak yang praktis, menarik, dan tentunya bergizi!

(RN/ RH)