Bahaya Kadar HDL Tinggi pada Wanita Menopause

Oleh dr. Melyarna Putri pada 23 Aug 2018, 16:53 WIB
Kadar HDL yang tinggi pada wanita menopause diyakini dapat menimbulkan efek buruk. Seperti apa efeknya?
Bahaya Kadar HDL Tinggi pada Wanita Menopause (XiXinXing/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berbicara soal kolesterol, Anda tentu sering mendengar tips mengenai bagaimana cara meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik). Disebutkan bahwa dengan memiliki kadar HDL yang tinggi, risiko terkena penyakit jantung dapat menurun. Namun ternyata, pada wanita menopause, kadar HDL yang terlalu tinggi justru dapat menimbulkan efek buruk.

Ancaman di Balik Kebaikan HDL

HDL dikenal sebagai lemak baik karena sifatnya yang dapat mengambil kolesterol-kolesterol jahat yang beredar di dalam darah. Selain itu, HDL juga anti peradangan, anti pembekuan darah, antioksidan, anti kematian sel, dan memengaruhi sistem pertahanan tubuh.

Hal ini membuat ahli kesehatan setuju bahwa meningkatkan kadar HDL di dalam darah dapat mencegah timbulnya penyakit jantung dan pembuluh darah. Caranya mulai dari perubahan gaya hidup sampai dengan penggunaan obat.

Namun, belakangan ini sebuah ulasan mengungkapkan fakta baru yang mengejutkan: sifat HDL sebagai lemak baik dapat berubah menjadi jahat karena faktor tertentu. Menurut para peneliti, HDL bersifat jahat apabila terjadi kondisi peradangan. Kondisi peradangan yang dimaksud di sini, misalnya, pada pasien gagal ginjal kronis dan artritis reumatoid.

Namun sebenarnya, efek HDL yang kontradiktif ini tergantung dari jenis HDL wanita menopause tersebut. Peran HDL setelah menopause ditentukan oleh jenis HDL. Terdapat dua jenis HDL, yakni HDL-C (HDL-kolesterol) dan HDL-P (HDL partikel). HDL-C tidak memiliki efek proteksi terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah pada wanita menopause. Sementara HDL-P justru dapat melindungi diri Anda dari kedua penyakit tersebut, sehingga apabila jumlah HDL-C lebih tinggi daripada HDL-P maka risiko terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah pada wanita menopause akan meningkat.

Lalu, apa solusinya? Jangan buru-buru panik. Penting untuk tetap melihat ini secara keseluruhan. Menurut peneliti, jika wanita menopause tersebut memiliki berat badan normal, rutin olahraga, dan tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung (seperti LDL/kolesterol jahat yang tinggi atau diabetes), tingginya kadar HDL bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Memperbaiki Kelainan Profil Lipid Darah

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di negara maju dan berkembang. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor genetik yang tidak dapat diubah hingga faktor gaya hidup yang dapat dimodifikasi. Salah satu faktor risiko yang dapat diubah adalah profil lipid darah.

Profil lipid adalah serangkaian pemeriksaan lipid darah yang umumnya terdiri atas LDL, trigliserida, kolesterol, serta HDL. Lemak-lemak jahat di dalam tubuh, seperti LDL, kolesterol, dan trigliserida, akan meningkatkan risiko aterotrombosis (sumbatan pembuluh darah oleh plak) sehingga kadarnya di dalam tubuh sebaiknya tidak tinggi.

HDL jenis tertentu yang terlalu tinggi, misalnya HDL-C, juga dapat berdampak buruk bagi tubuh. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga diri dari kelainan profil lipid darah:

  1. Membatasi asupan gula serta makanan dan minuman manis

Gula yang asupannya berlebih akan diubah menjadi trigliserida di dalam tubuh sehingga konsumsinya harus dibatasi.

  1. Mengurangi santapan yang mengandung kolesterol, lemak jenuh, dan lemak trans

Kolesterol tinggi terdapat pada kuning telur dan otak sapi, lemak jenuh tinggi dapat ditemukan pada wafer dan camilan cokelat, sedangkan lemak trans yang tinggi terkandung pada makanan yang mengandung mentega atau makanan yang digoreng.

  1. Meningkatkan konsumsi lemak tidak jenuh tunggal

Lemak tidak jenuh tunggal terdapat pada minyak zaitun, almon, alpukat, salmon, dan sebagainya.

  1. Plant stanol 2 gram per hari

Plant stanol terdapat pada minyak yang berasal dari tumbuhan, seperti minyak jagung, minyak zaitun, dan minyak kanola. Untuk kepraktisan, plant stanol juga dapat dengan mudah diperoleh dari produk smoothies ataupun serealia yang saat ini tersedia di swalayan-swalayan.

  1. Menambah porsi serat, sayur, dan buah pada menu

Menurut American Heart Association, konsumsi serat yang dianjurkan untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah adalah 25 gram, atau setara dengan 1 buah mangga harum manis 400 gram ditambah 1 buah apel 250 gram, dan ditambah dengan 1 mangkuk kecil beras merah 200 gram.

  1. Olahraga teratur

Berolahraga setidaknya tiga kali seminggu minimal 20 menit per sesi. Jenis olahraga yang bisa Anda lakukan adalah aerobik (lari, joging, berenang, bersepeda). 

Jadi, untuk wanita menopause yang memiliki kadar HDL tinggi tapi menerapkan gaya hidup sehat dan tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung, Anda tak perlu terlalu khawatir. Karena itu, tetaplah konsisten melakukan pola hidup sehat dengan menerapkan TANGKAL, yaitu teratur periksa kolesterol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, serta lengkapi dengan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung plant stanol.

[RS/ RH]