Benarkah Polusi Suara Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 26 Sep 2018, 11:40 WIB
Polusi suara disebut-sebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis?
Benarkah Polusi Suara Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung? (Aaron Amat/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda tinggal di kota besar dan sering mendengar suara kereta api, pesawat terbang, sirine ambulans, atau klakson mobil? Ya, beberapa sumber polusi suara tersebut memang seperti tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di perkotaan. Meski demikian, Anda tetap harus hati-hati. Polusi suara dianggap dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan bahwa polusi suara dapat berdampak serius bagi kesehatan. Beberapa masalah yang dapat ditimbulkan kondisi tersebut, di antaranya:

  • Tuli
  • Tinitus (telinga berdenging)
  • Gangguan tidur
  • Gangguan jantung dan pembuluh darah
  • Kelelahan
  • Performa sekolah dan kerja yang buruk
  • Gangguan berbicara
  • Ketidakseimbangan hormonal dan gangguan metabolisme

Apa yang sebenarnya dimaksud polusi suara?

Suara diukur dalam satuan desibel.Suara yang kurang dari 75 desibel, meski terpapar dalam waktu lama, jarang menyebabkan ketulian atau gangguan kesehatan lain. Namun, paparan terhadap suara di atas 85 desibel dalam waktu lama atau berulang dapat menyebabkan polusi suara.

Beberapa tahun belakangan, kaitan antara polusi suara dan penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah mulai diteliti. Salah satunya oleh Thomas Münzel, MD, dan rekan-rekan. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology itu menyebutkan bahwa polusi suara dari alat transportasi diduga berhubungan dengan kejadian stres oksidatif, disfungsi pembuluh darah, dan gangguan metabolik. Semua kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, stroke, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan diabetes melitus.

Penelitian itu juga menjelaskan bahwa polusi suara bisa memicu respons stres di otak, yang dapat meningkatkan hormon adrenalin dan kortisol sehingga menyebabkan pembuluh darah berkontraksi. Jika keadaan ini terjadi berkelanjutan, tekanan darah akan terus meningkat sehingga risiko penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan hipertensi bisa lebih tinggi lagi.

Jadi, terbukti bahwa polusi suara bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Meski demikian, risiko ini tentu bisa diperkecil dengan menerapkan tindakan berikut.

  • Jauhi dan hindari area yang sangat bising
  • Gunakan penutup telinga ketika berada di sekitar area bising, seperti di tengah kemacetan jalan raya, perlintasan kereta, dan lain sebagainya.
  • Jika Anda mendengarkan musik, pastikan volumenya tidak terlalu keras.

Untuk benar-benar meminimalkan risiko penyakit jantung akibat polusi suara, pastikan Anda juga menerapkan hal-hal berikut ini:

  • Teratur periksa kolesterol
  • Awasi asupan dan pola makan
  • Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol
  • Giat olahraga
  • Kendalikan berat badan dan hindari stres
  • Awasi tekanan darah
  • Lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester

Sekarang Anda sudah tahu bahwa polusi suara bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, bukan? Yuk, lebih sadar lagi akan hal ini agar kesehatan tubuh Anda terus terjaga hingga tua!

(NB/ RH)