Pentingnya Mandi dengan Sabun Anti-kuman bagi Ibu Menyusui

Oleh dr. Anita Amalia Sari pada 14 Nov 2018, 09:15 WIB
Tahukah Anda alasan mengapa ibu menyusui perlu mandi menggunakan sabun anti-kuman? Simak di sini selengkapnya.
Pentingnya Mandi dengan Sabun Anti-kuman bagi Ibu Menyusui (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ibu menyusui yang bekerja memiliki beban yang berlipat ganda. Kesibukan kerja sekaligus keharusan menyediakan ASI eksklusif menjadi tantangan yang dihadapi sehari-hari. Memerah ASI di sela-sela pekerjaan pun menjadi keseharian ibu menyusui yang bekerja.

Tantangan untuk menjaga kebersihan sebaik-baiknya juga berlaku bagi mereka, terutama saat melakukan pemerahan ASI di tempat kerja. Bagaimana bila waktu untuk memerah ASI sudah tiba, sementara tidak ada kesempatan untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu?

Nah, sebagai solusi dari hal tersebut, Anda sebaiknya menggunakan sabun anti-kuman saat mandi di pagi hari (sebelum bekerja). Hal ini bertujuan agar tubuh Anda benar-benar terlindung dari paparan kuman berbahaya, karena sabun anti-kuman memberikan perlindungan selama kira-kira 9 jam lamanya.

Terkait itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh MacKenzie AR dan dipublikasi di JAMA menyebutkan bahwa invasi bakteri kulit bisa menurun secara signifikan setelah penggunaan sabun anti-kuman. Peneliti mengatakan bahwa angka penurunan tersebut mencapai 44 persen.

Tips memerah ASI yang tepat

Meski tubuh Anda sudah bersih berkat adanya perlindungan dari sabun anti-kuman, namun perilaku memerah ASI yang tidak tepat tetap bisa menyebabkan adanya kontaminasi kuman. Agar hal tersebut tidak terjadi, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Cuci tangan terlebih dahulu

Meski alat pompa ASI sudah disterilisasi dengan baik, hal itu tidak akan berguna bila Anda menyentuhnya dengan tangan yang belum dicuci. Ingat, tampilan bersih pada tangan bukan berarti bebas kuman!

Sebelum mengatur alat pompa ASI, cucilah tangan Anda menggunakan sabun dan air mengalir. Bersihkan seluruh area tangan dan jari, termasuk di bawah kuku. Kemudian, keringkan dengan baik menggunakan handuk bersih.

  • Jaga kebersihan tubuh

Tubuh Anda memang memiliki perlindungan dari sabun anti-bakteri. Namun bukan berarti Anda bisa bertingkah sembarangan. Anda tetap perlu menjaga kebersihan tubuh dan alat pemerah dengan saksama. Jika ASI yang Anda perah tumpah atau berceceran di sekitar payudara, pastikan Anda menyekanya menggunakan tisu atau lap bersih.

  • Pilih area yang bersih

Ruangan yang bersih, bebas debu, dan minim orang yang berlalu-lalang akan meningkatkan tingkat kebersihan proses pemerahan ASI.

  • Simpan ASI sejumlah yang dikonsumsi bayi

Ada baiknya bila Anda membagi penyimpanan ASI yang diperah ke dalam beberapa tempat; disesuaikan dengan jumlah yang diminum bayi. Sebaiknya ASI dibagi ke beberapa kontainer sesaat setelah dipompa. Hal ini disebabkan karena ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.

  • Simpan ASI dengan benar

ASI mengandung banyak zat gizi dan antibodi yang membutuhkan cara penyimpanan yang benar, agar kandungan tersebut tidak rusak. Penyimpanan yang kurang tepat juga berkaitan dengan masuknya kuman ke ASI perah.

Jadi, bagi ibu menyusui, jangan lupa untuk mandi dan membersihkan diri menggunakan sabun anti-kuman. Dengan begini, tubuh Anda akan terus terlindungi dan ASI yang dihasilkan juga bebas dari kontaminasi kuman.

(NB/ RH)