Pertahanan Tubuh Ganda untuk Anak yang Sering Batuk dan Pilek

Oleh dr. Melyarna Putri pada 26 Nov 2018, 09:15 WIB
Batuk dan pilek pada anak terkadang dianggap sepele karena termasuk ke dalam jenis penyakit ringan yang mudah untuk disembuhkan. Tapi, bila penyakit ini sering muncul, Bunda perlu memastikan kondisi si Kecil yang sebenarnya.
Pertahanan Tubuh Ganda untuk Anak yang Sering Batuk dan Pilek (Camelialy/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi si Kecil yang sering terkena batuk dan pilek tentunya akan sangat merisaukan Ayah dan Bunda. Selain iba melihat si Kecil yang lemas dan terganggu saat beraktivitas, Bunda juga pasti khawatir akan keparahan penyakitnya. Meski penyakit ini sering dianggap sebagai penyakit ringan, si Kecil yang terlalu sering mengalami batuk dan pilek perlu mendapatkan perhatian lebih.

Batuk dan pilek adalah penyakit yang paling sering terjadi di dunia ini. Si Kecil biasanya mengalami batuk pilek sekitar 7–10 kali dalam setahun. Gejalanya bahkan bisa bertahan sekitar 2 sampai dengan 14 hari. Hal yang perlu Bunda lakukan adalah membekali diri dengan informasi yang tepat seputar penyakit ini, dan tentunya memberikan pertahanan tubuh ganda untuk si Kecil.

Penyebab batuk dan pilek pada si Kecil

Penyebab batuk yang disertai pilek adalah adanya infeksi virus jenis rhinovirus. Selain itu, infeksi lebih serius juga dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan parasit lainnya.

Berbeda dengan batuk dan pilek yang disebabkan oleh infeksi, si Kecil juga dapat mengalami kondisi ini karena alergi. Misalnya karena asap rokok, makanan, minuman, serbuk sari, dan debu.

Di musim hujan biasanya batuk dan pilek lebih sering dialami di Kecil. Karena aktivitasnya lebih banyak dilakukan di dalam ruangan, sehingga mudah tertular orang lain yang sudah terinfeksi virus terlebih dahulu.

Bila orang tua, saudara kandung, dan anggota rumah lain atau orang di sekolahnya ada yang terinfeksi, maka si Kecil akan lebih mudah tertular. Si Kecil yang berusia di bawah 2 tahun akan lebih sering terkena batuk dan pilek.

Sebab, sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna untuk melawan berbagai jenis kuman penyebab penyakit.

Mengatasi batuk dan pilek pada si Kecil

Bila penyebab batuk dan pilek si Kecil murni berasal dari virus, maka tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakitnya selain dengan meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil sendiri. Oleh sebab itu, sangat penting menjaga agar kekebalan tubuhnya dapat terus bekerja dengan optimal.

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Bunda lakukan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh si Kecil tetap prima :

  1. Mencukupi kebutuhan nutrisi harian si Kecil

Kebutuhan nutrisi saat sakit harus dijaga agar terpenuhi. Karena nutrisi si Kecil yang adekuat akan membentuk sistem kekebalan tubuh yang optimal. Masalahnya, si Kecil terkadang lebih sulit makan ketika sakit. Untuk mengatasinya, pastikan buah hati Bunda merasa senyaman mungkin saat makan.

Bila ia tidak mau makan, tawarkan makanan cair  dalam porsi kecil, misalnya seperti menu sup krim ayam dengan kentang tumbuk. Dalam satu kali pemberian makanan, sebaiknya Bunda tidak langsung memberikan porsi besar. Lebih baik berikan sedikit demi sedikit namun sering.

Selain itu, penuhi kebutuhan ASI si Kecil. Kandungan Laktoferin dalam ASI sangat baik untuk melawan infeksi, sehingga ia tak mudah sakit demam, batuk dan pilek.

  1. Hindari konsumsi obat tanpa resep dokter

Sebaiknya Bunda tidak memberikan si Kecil obat pereda gejala batuk dan pilek tanpa pengawasan dari dokter, terutama bila si Kecil masih berusia di bawah 12 tahun.

Konsultasikan dulu penggunaan segala jenis obat dengan dokter untuk menghindari efek samping yang membahayakan kondisi kesehatan si Kecil.

  1. Gunakan obat tetes hidung untuk melegakan pernapasan

Bila si Kecil kesulitan bernapas melalui hidung karena ingus yang kental, gunakan NaCl (Natrium Klorida) cair sebagai obat tetes hidung untuk mencairkan ingus. Obat ini bisa dibeli di apotek, dan tentu saja konsultasikan dahulu penggunaannya dengan dokter.

  1. Ukur suhu tubuh si Kecil setiap 6 jam

Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan si Kecil tidak demam dan suhu tubuhnya masih berada pada batas normal. Bila suhunya lebih dari 38 ºC, berikan penurun demam seperti paracetamol dan ibuprofen.

Jangan lupa, pemberian ibuprofen di bawah usia 6 bulan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

  1. Hindari penggunaan antibiotik tanpa anjuran dokter

Kini masih banyak orang yang membeli obat antibiotik tanpa resep dokter untuk meredakan keluhan yang muncul. Hati-hati, penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat membuat si Kecil resisten terhadap zat tertentu, yang kemudian akan mempersulit proses pengobatannya di kemudian hari.

1 of 2

Kapan batuk dan pilek tersebut harus diwaspadai?

Beberapa kondisi batuk dan pilek bisa jadi bukan penyakit biasa, dan hal ini harus diwaspadai dengan lebih teliti. Perhatikan berbagai gejala di bawah ini. Bila terjadi pada si Kecil, Bunda harus segera membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

  • Bayi kurang dari usia 3 bulan mengalami kesulitan bernapas melalui hidung, tidak mau menyusu, muntah, dan memiliki suhu tubuh lebih dari 38,5 ºC.
  • Si Kecil terlihat bernapas lebih cepat atau justru terlihat kesulitan bernapas, bibirnya terlihat biru, dan batuk parah seperti tersedak atau batuk yang diakhiri dengan muntah.
  • Si Kecil mengeluh nyeri telinga dan keluar cairan dari telinganya.
  • Terdapat kotoran di area mata seperti belek yang bernanah.
  • Lebih sering tidur atau tidur lebih lama.
  • Penyakit batuk dan pilek si Kecil sudah lebih dari 10–14 hari.

Nah, sekarang Bunda sudah paham bagaimana gejala batuk dan pilek pada si Kecil yang harus diwaspadai. Bila tidak ada gejala seperti di atas, Bunda tidak perlu khawatir. Namun, tetap perhatikan kondisi kesehatan si Kecil dan beri nutrisi yang seimbang agar sistem kekebalan tubuhnya dapat bekerja dengan baik, sehingga ia mendapatkan pertahanan tubuh ganda dan tumbuh kembang anak pun optimal.

[NP/ RH]

Lanjutkan Membaca ↓