Kupas Tuntas tentang Zat Gizi Kolin

Oleh KlikDokter pada 26 Nov 2018, 09:45 WIB
Kolin adalah salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan Si Kecil dalam menyokong tumbuh kembangnya. Sepenting apa zat gizi ini? Yuk kupas tuntas di sini!
Kupas Tuntas tentang Zat Gizi Kolin (Designer491/Shutterstock)

 

Klikdokter.com, Jakarta Bunda tentunya pernah mendengar kolin. Ya, kolin adalah nutrien yang penting untuk kesehatan Si Kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan. Demi tumbuh kembangnya, kolin diandalkan untuk mendukung perkembangan fungsi otak dan meningkatkan fungsi daya ingat. Karena tergolong esensial untuk Si Kecil, mari kupas tuntas mengenali zat gizi kolin agar Bunda bisa selalu memenuhi kebutuhannya.

Kolin merupakan nutrien esensial yang secara alami terdapat pada beberapa jenis makanan, minuman, dan suplemen makanan. Sebetulnya tubuh dapat memproduksi kolin lewat organ hati, tapi jumlahnya secara alami di tubuh tidak mencukupi kebutuhan, sehingga kolin perlu didapat dari asupan makanan.

Manfaat kolin bagi tumbuh kembang Si Kecil

Kolin memiliki manfaat yang sangat besar bagi tubuh, yang salah satunya adalah untuk menunjang berbagai tahap metabolisme tubuh. Tubuh juga membutuhkan kolin untuk menyintesis mensintesis dua fosfolipid mayor, yaitu fosfatidil dan spingomielin yang penting untuk otak dan membran sel.

Selain itu, kolin juga dibutuhkan untuk membentuk neurostransmiter (asetilkolin) yang berperan sebagai pengantar sinyal, yang fungsinya untuk menyimpan memori, menjaga suasana hati atau emosi, kontrol otot, serta fungsi otak atau sistem saraf lainnya. Kolin juga bermanfaat untuk ekspresi gen, sinyal membrane sel, metabolisme dan transport lipid, serta perkembangan otak pada masa awal kehidupan Si Kecil. Itulah segala kebaikan yang menjadikan kolin sering ditambahkan dalam produk susu atau makanan bayi.

Berapa kebutuhan harian kolin?

Kebutuhan kolin berbeda-beda pada tiap tahapan usia, jenis kelamin, dan kondisi khusus seperti ibu hamil atau menyusui.

  • Usia lahir–6 bulan: 125 mg/ hari pada laki-laki maupun perempuan
  • Usia 7–12 bulan: 150 mg/ hari pada laki-laki maupun perempuan
  • Usia 1–3 tahun: 200 mg/ hari pada laki-laki maupun perempuan
  • Usia 4–8 tahun: 250 mg/ hari pada laki-laki maupun perempuan
  • Usia 9–13 tahun: 375 mg/ hari pada laki-laki maupun perempuan
  • Usia 14–18 tahun: 550 mg/ hari pada laki-laki dan 400 mg/ hari pada perempuan. Ibu hamil pada usia ini butuh 450 mg/per hari, sedangkan ibu menyusui butuh 550 mg/ hari.
  • Usia 19 tahun ke atas: 550 mg/ hari pada laki-laki dan 425 mg/ hari pada perempuan. Ibu hamil pada usia ini butuh 450 mg/ hari, sedangkan ibu menyusui butuh 550 mg/ hari

Apa saja makanan yang mengandung kolin?

Terdapat banyak makanan yang mengandung kolin. Sumber utamanya berasal dari produk hewani seperti daging merah, ikan, unggas, susu dan berbagai produk olahannya, serta telur. Beberapa jenis sayur dan polong juga kaya zat kolin, begitu juga dengan kacang-kacangan dan biji-bijian.

Sebagian besar zat kolin yang didapat dalam makanan masih dalam bentuk fosfatidil kolin. Zat ini memerlukan metabolisme di organ hati untuk kemudian diubah menjadi kolin.

Selain makanan, salah satu sumber penting kolin—terutama bagi Si Kecil yang masih bayi—adalah dari ASI. Itulah mengapa selama masa menyusui, kebutuhan kolin pada ibu meningkat. Karena kolin terdapat dalam ASI, sebagian produk susu formula juga mengandung kolin agar sedapat mungkin menyerupai kandungan ASI.

Kandungan kolin ini juga menjadi salah satu unggulan dari produk-produk Morinaga, mulai dari Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare+ Prodiges (usia 1–3 tahun) dan Morinaga Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges (usia 412 tahun). Keduanya dapat membantu kecerdasan multitalenta pada periode perkembangan emas Si Kecil dengan segala kelengkapan nutrisinya, menunjang daya tahan tubuhnya, serta membantu menyempurnakan tumbuh kembangnya.

Si Kecil yang sehat dan cerdas berawal dari nutrisi yang sehat pula, dan salah satu nutrien untuk mendukung ini adalah kolin yang memengaruhi mood, memori, kontrol otot, fungsi otak, dan sistem saraf lainnya. Untuk memastikan kesehatan serta tumbuh kembangnya, semua produk Morinaga siap Bunda dan Si Kecil. Jangan lupa juga untuk menanamkan kebiasaan sehat sedini mungkin, seperti mencuci tangan, untuk melindunginya dari ancaman kuman dan bakteri penyebab penyakit.

(RN/ RH)